Bank Sentral Rusia Ciptakan Sistem Pembayaran Sendiri

Penciptaan sistem pembayaran nasional akan membantu melindungi pasar Rusia dari skenario kemungkinan 'keruntuhan sesaat’. Foto: Lori/Legion Media

Penciptaan sistem pembayaran nasional akan membantu melindungi pasar Rusia dari skenario kemungkinan 'keruntuhan sesaat’. Foto: Lori/Legion Media

Bank Sentral Rusia telah memutuskan untuk membuat sistem kartu kredit nasional untuk menggantikan Visa dan MasterCard. Mereka akan menyusun sistem tersebut dari awal, tanpa menggunakan pengembangan yang telah tersedia. Sistem baru ini diharapkan mulai berfungsi pada 2015 dan kartu pertama akan dikeluarkan dalam satu setengah tahun mendatang.

Layanan pers Bank Sentral mengumumkan sistem kartu pembayaran nasional akan berlandaskan platform sendiri. “Kami akan menggunakan dasar teknologi yang berdiri sendiri, namun teknologi pengembangan yang dibuat di Rusia dan luar negeri akan dipertimbangkan,” kata Wakil Presiden Komite Pasar Keuangan Majelis Rendah Duma Anatoly Aksakov pada kantor berita ITAR-TASS, Selasa (29/7).

Keputusan untuk membuat sistem tersebut dibuat setelah sistem pembayaran internasional Visa dan MasterCard menghentikan operasi kartu mereka pada Mei 2014. Kartu-kartu tersebut dikeluarkan oleh bank Rusia yang masuk dalam daftar sanksi AS. Salah satu bank yang dimaksud ialah Bank Rossiya yang dimiliki oleh konglomerat media Yuly Kovalchuk, serta SMP Bank yang dimiliki oleh kakak-beradik Arcady dan Boris Rotenberg, yang dianggap teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Manajer Analisis dan Riset Pasar Kredit Yelena Fedotkovaya, jangka waktu untuk penciptaan sistem pembayaran baru telah ditetapkan yakni satu tahun untuk mengembangkannya dan setengah tahun untuk mengeluarkan kartu pertama mereka.

Sebelumnya banyak ahli yang berasumsi sistem yang akan dibuat didasarkan pada pengembangan teknologi yang sudah tersedia milik Sberbank, bank terbesar Rusia. Sberbank memiliki sistem PRO 100 dan kartu elektronik universal yang bekerja berdasarkan sistem tersebut, yang digunakan untuk memperoleh asuransi kesehatan wajib bagi masyarakat Rusia. Pesaing utama sistem ini adalah sistem pembayaran Golden Crown, yang lebih diminati oleh masyarakat dibanding PRO 100. Sebagai perbandingan, PRO 100 mengeluarkan 295 ribu kartu, sementara Golden Crown mengeluarkan 19 juta kartu. Perbandingan peserta pun cukup signifikan, yakni 14 berbanding 513. Namun, PRO 100 didukung bank terbesar Rusia.

“Bank Sentral mengambil inisiatif ini sehingga tidak ada bank Rusia yang tersinggung,” kata Vadim Tkachenko, mitra di vvCube Group. Secara khusus, kelemahan terbesar dalam menggunakan PRO 100 adalah hal tersebut akan memperkuat posisi Sberbank, yang sudah menjadi pemimpin mutlak di antara bank-bank Rusia dalam banyak hal.

Alasan untuk Pilihan 

Menurut analis dari FINAM Investment Holding Anton Soroko, pilihan untuk mengembangkan sistem dari awal dibuat untuk keuntungan pembangunan sistem sendiri, sehingga proses pembuatan sistem dapat dikontrol. “Di sisi lain, keputusan ini menelan biaya yang sangat mahal karena harus dilakukan mulai dari nol, meski dibantu solusi yang tersedia di Rusia dan luar negeri,” terang Soroko.

Analis dari UFS IC Ilya Balakirev menjelaskan penciptaan sistem baru dapat mengantisipasi tantangan dan saat-saat kritis sebelumnya. “Platform itu sendiri dapat selesai cukup cepat sesuai teknologi yang tersedia atau mengikuti sistem yang ada. Waktu yang diperlukan untuk menciptakan sistem baru tergantung pada konsentrasi sumber daya, tapi maksimal dalam beberapa bulan hal ini sudah akan terwujud,” kata Balakirev.

Presiden Sistem Pembayaran Rapida Oleg Grishin menilai tantangan terbesar mengenai aplikasi sistem ini adalah menyampaikan keputusan ini pada pengguna, bahwa Rusia dapat menciptakan sistem yang mampu bersaing dengan Visa dan MasterCard setidaknya di pasar domestik. “Perlu waktu antara satu dan dua tahun agar sistem berfungsi dengan baik hingga sampai pengguna mengetahuinya,” kata Grishin.

Wakil Senior Presiden Intercommerz Bank Denis Khrenov berpendapat penciptaan sistem pembayaran nasional akan membantu melindungi pasar Rusia dari skenario kemungkinan 'keruntuhan sesaat’ dan menghindari situasi yang tidak dibenarkan saat otorisasi antara dua peserta Rusia dalam sistem berlangsung di luar Rusia. “Dengan cara ini bank dapat melakukan pembayaran pada kartu terlepas dari apakah satu perusahaan atau lain tercantum dalam daftar sanksi AS,” kata Khrenov.

Sementara, Deputi Direktur Jenderal Kolaborasi dengan Organisasi Kredit FinExpertise Natalya Borzova beranggapan Bank Sentral Rusia harus serius mengembangkan sistem baru ini karena waktu yang tersedia sangat singkat.

Artikel Terkait

Rusia dan Korea Utara Gunakan Rubel untuk Kerja Sama Perdagangan

Perbankan Syariah Rusia Tersandung Undang-Undang

Bank Dunia Akan Hentikan Pinjaman bagi Rusia

Dampak Sanksi Baru AS bagi Bank Rusia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.