Persaingan Rusia-Ukraina di Pasar Ekspor Biji-bijian

Rusia berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi biji-bijian dalam 10-15 tahun ini, agar dapat mencapai kisaran 115-130 juta ton. Foto: ITAR-TASS

Rusia berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi biji-bijian dalam 10-15 tahun ini, agar dapat mencapai kisaran 115-130 juta ton. Foto: ITAR-TASS

Pada 2023, Rusia dipastikan akan menyusul Uni Eropa dan menjadi eksportir komoditas biji-bijian terbesar ketiga di dunia. Namun, para ahli dari PBB memprediksi Rusia akan tetap berada di bawah Amerika Serikat dan Ukraina.

Berbeda dengan prediksi para ahli dari PBB, para pengamat ahli Rusia berpendapat lain. Mereka menerangkan prediksi tersebut tidak sepenuhnya benar sebab secara garis besar Rusia lebih banyak mengekspor gandum, sedangkan Ukraina lebih banyak mengekspor jagung.

Dalam beberapa tahun ke depan, Rusia akan menjadi eksportir biji-bijian terbesar ketiga di dunia setelah Amerika dan Ukraina berdasarkan besaran volume pengiriman, menyaingi Uni Eropa dan Australia. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan penelitian Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB.

Berdasarkan data FAO, ekspor biji-bijian Rusia akan meningkat sebanyak delapan juta ton. Sebagai pebandingan, hingga Juni lalu Rusia telah mengekspor 25,4 juta ton biji-bijian yang terdiri dari 18,3 juta ton gandum, empat juta ton jagung, dan 2,7 juta ton jelai. Angka tersebut merupakan jumlah ekspor terbesar kedua sepanjang sejarah Rusia. Tahun lalu, Rusia mencetak rekor dengan mengekspor 28,1 juta ton biji-bijian. Sementara, pada 2014 ini Ukraina telah mengekspor 31,7 juta ton biji-bijian dan Uni Eropa mengekspor 36,1 juta ton.

Analis Wild Bear Capital Viktor Heustroev menjelaskan, Rusia tertinggal dari Ukraina dalam pasar ekspor biji-bijian dunia karena tingginya kebutuhan produk tersebut di dalam negeri. Pada 2013, kebutuhan domestik Rusia akan biji-bijian mencapai kisaran 67 juta ton. Bila dibandingkan dengan Ukraina, mereka membutuhkan 63 juta ton biji-bijian. Angka tersebut sudah termasuk volume ekspor dan menjadi rekor absolut sepanjang sejarah Ukraina.

Rusia dan Ukraina menjual biji-bijian mereka pada pasar yang berbeda. “Pembeli produk Rusia yang utama tahun ini adalah Turki dan Mesir. Mereka telah bertahan selama dua tahun berturut-turut. Turki membeli 3,746 juta ton, sedangkan Mesir membeli sebanyak 3,306 juta ton. Selain itu, Saudi Arabia menjadi importir terbesar ketiga dengan jumlah 1.413 juta ton,” ujar Kepala Departemen Analisis Perusahaan Investasi Golden Hills-Kapital AM Nataliya Samoylova.

Secara berurutan, berdasarkan laporan Kementerian Pendapatan dan Pajak Ukraina, importir terbesar biji-bijian Ukraina adalah Bangladesh, Belgia, dan Belarusia. “Iklim di Ukraina sangat mendukung produksi tanaman gandum di musim dingin, dan jagung di musim panas,” terang Viktor Neustroev. Ia juga mengatakan bahwa di Rusia iklim seperti itu hanya terdapat di bagian sentral Selatan Rusia, sedangkan di Siberia dan Dalniy Vostok hanya terdapat pertanian gandum di musim semi, walau sebagian besar tanah di daerah tersebut masih belum digarap.

“Berbeda dengan Ukraina, sebagian besar daerah penghasil biji-bjian Rusia berada di zona pertanian yang memiliki risiko gagal panen cukup tinggi, sehingga panen tidak memberikan hasil  yang maksimal,” cerita Wakil Ketua Departemen Pengaturan Pasar Bahan Pangan Agrikultura, Perikanan, Industri Makanan dan Pengolahan di Kementerian Pertanian Rusia Mikhail Stolbov pada RBTH.

Kembali ke Pasar Dunia

Pada 2010, Rusia menghentikan ekspor biji-bijian mereka akibat kekeringan yang melanda negeri. Ketika itu para ahli memperkirakan Rusia tidak akan mampu masuk ke dalam jajaran penguasa pasar biji-bijian dunia, namun prediksi itu meleset.  Mikhail Stolbov mengatakan, Rusia berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi biji-bijian dalam 10-15 tahun ini, agar dapat mencapai kisaran 115-130 juta ton, sehingga mereka dapat menjaga kestabilan jumlah ekspor di kisaran 35-40 juta ton per tahun.

Pertumbuhan ekspor Rusia juga terganggu oleh infrastruktur pelabuhan yang tidak berkembang. “Ukraina lebih diuntungkan dalam hal letak geografis yang dekat dengan pelabuhan. Di Rusia, sebagian besar daerah penghasil biji-bijian berada jauh dari pelabuhan dan produsen harus menanggung biaya yang besar untuk pengiriman hasil panen dari tempat asal mereka ke pelabuhan untuk diekspor,” kata Mikhail Stolbov.

Juru bicara perusahaan Rusia Obedinnaya Zernovaya Kompaniya (OZK) Ekaterina Donskikh menilai cara pengiriman bahan pangan pertanian yang paling menguntungkan di seluruh dunia adalah melalui kargo laut. Donskikh menyebutkan dalam waktu dekat OZK akan meluncurkan proyek investasi untuk modernisasi pabrik roti di Novorossisk. Novorossisk merupakan salah satu terminal kargo laut terbesar di Rusia yang melayani ekspor sebagian besar biji-bijian Rusia. Dalam proses modernisasi tersebut, kapasitas terminal akan ditingkatkan dari 3,8 juta ton menjadi 5,6 juta ton. Selain itu, perusahaan OZK juga berencana mengembangkan koridor biji-bijian Timur untuk menampung pengiriman dari Siberia, karena di sana terdapat surplus produksi hingga tiga juta ton per tahun. “Untuk itu, OZK bersama Grup Summa akan membangun terminal kargo gandum laut dalam bersama di Primorskiy Krai daerah Dalniy Vostok,” tambah Donskikh.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.