Bank Dunia Akan Hentikan Pinjaman bagi Rusia

Untuk dapat menghentikan pemberian modal oleh Bank Dunia pada proyek-proyek Rusia, AS harus berkoalisi dengan negara anggota Dewan Gubernur Bank Dunia. Foto: Reuters

Untuk dapat menghentikan pemberian modal oleh Bank Dunia pada proyek-proyek Rusia, AS harus berkoalisi dengan negara anggota Dewan Gubernur Bank Dunia. Foto: Reuters

Ada kemungkinan Bank Dunia akan menghentikan pemberian kredit bagi Rusia. Hal tersebut berkaitan dengan pendanaan proyek-proyek baru yang saat ini masih dalam tahap pertimbangan. Besaran dana tersebut mencapai 1,34 miliar dolar AS.

AS dan Kanada telah menghentikan dukungan finansial bagi Rusia. Kedua negara itu juga sudah mengajukan usulan tersebut pada Dewan Gubernur Bank Dunia.

Saat ini, Bank Dunia turut berinvestasi dalam 12 proyek di Rusia yang bernilai 947,1 juta dolar AS. Selain itu, ada sembilan proyek senilai 1,34 miliar dolar AS yang masih dalam fase penilaian.

Secara umum, proyek investasi tersebut bergerak dalam bidang efisiensi energi, transportasi kota, serta pasar tenaga kerja.

Bank Dunia merupakan lembaga keuangan internasional yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Amerika Serikat. AS memegang lebih dari 16,38 persen saham, sesuai dengan jumlah modal yang diberikan untuk Bank Dunia. Sebagai contoh, Kanada dan Rusia mempunyai bagian yang sama, yaitu 2,72 persen.

Keputusan penghentian bantuan dana bagi suatu negara dapat diambil dengan persetujuan 20 persen suara anggota Bank Dunia. Jadi, untuk dapat menghentikan pemberian modal oleh Bank Dunia pada proyek-proyek Rusia, AS harus berkoalisi dengan negara anggota Dewan Gubernur Bank Dunia. Hal tersebut akan membuat proyek keuangan bagi Rusia tidak akan sampai ke Dewan Direksi yang memiliki wewenang untuk menetapkan keputusan akhir.

Grafik proyek Rusia yang sedang dalam tahap penilaian (dalam juta dolar AS) 

Secara formal, Peraturan Bank Dunia berpegang pada prinsip bebas dari politik. Penetapan sanksi oleh Dewan Keamanan PBB menjadi pembatasan absolut dari pergerakan Bank Dunia di seluruh dunia.

“AS dan Kanada cukup merangkul Jepang yang memiliki 7,36 persen saham, atau salah satu negara besar Uni Eropa yang memiliki bagian sekitar 4,49 persen, untuk menghentikan aliran kredit dan subsidi dari Bank Dunia untuk Rusia. Hal itu sangat mungkin dilakukan,” terang Analis FIBO Group Vasiliy Yakimkin pada RBTH.

Pada Senin (23/7) lalu, berdasarkan rekomendasi dari pertemuan para pemimpin negara Uni Eropa, European Bank for Reconstruction and Development (EBRD) mengumumkan penghentian pemberian pinjaman untuk proyek-proyek baru di Rusia. Kementerian Keuangan AS berharap negara-negara Eropa lain ikut bergabung mendukung kebijakan.

Grafik proyek terbesar Bank Dunia di Rusia (dalam juta dolar AS)

Direktur Pusat Penelitian Perdagangan Internasional The Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration Aleksandr Kiobel menyatakan pembekuan aktivitas Bank Dunia di Rusia tidak akan menjadi petaka buat Rusia karena jumlah keseluruhan aliran dana yang terputus tidak terlalu besar. Menurut Kiobel, keikutsertaan Bank Dunia sebagai kanal bantuan keuangan untuk negara-negara berkembang sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Rusia di era 1990-an. “Kini, manfaat terbesar dari mereka adalah jasa konsultasi,” kata Kiobel.

Vasiliy Yakimkin, analis FIBO Group juga meyakini hal yang sama. Menurut Yakimkin, dampak langsung dari pembekuan proyek-proyek tersebut bagi ekonomi Rusia tidak terlalu signifikan. Keputusan finansial yang telah diambil tidak akan dikaji ulang dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim telah menjanjikan hal tersebut.

“Namun, kerugian tidak langsung yang dialami Rusia sangat signifikan, sebab hal itu akan menjadi sinyal buruk bagi para investor. Sekarang sinyal-sinyal buruk yang diakibatkan pemberian sanksi pada Rusia sudah terlalu banyak,” ujar Yakimkin.

Rusia masuk ke Grup Bank Dunia pada 1992. Selang satu tahun, Moskow memiliki perwakilan tetap di Bank Dunia. Proyek pemberian kredit pertama Bank Dunia di Rusia adalah program rehabilitasi perekonomian Rusia selama dua tahun (1992-1994). Proyek tersebut memberikan kredit sebesar 600 juta dolar AS untuk membantu sektor perindustrian dan perdagangan, pertanian, kesehatan, transportasi, dan energi di Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.