Pasokan Gas dari Eropa Menurun, Ukraina Kembali Membutuhkan Gas Rusia

Eropa mengurangi jumlah pasokan gas untuk Ukraina karena mereka sendiri sedang membutuhkannya. Foto: AP

Eropa mengurangi jumlah pasokan gas untuk Ukraina karena mereka sendiri sedang membutuhkannya. Foto: AP

Eropa mulai mengurangi jumlah pasokan gas mereka untuk Ukraina. Para ahli menilai hal tersebut membuat Ukraina terpaksa kembali mengharapkan pasokan gas langsung dari Rusia. Namun untuk itu, Ukraina harus berunding dengan Gazprom terkait pelunasan utang gas mereka yang mencapai 5.296 miliar dolar AS.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ukraina Yuri Prodan menyampaikan, dalam dua minggu terakhir jumlah pasokan gas Eropa ke Ukraina menurun dari 18 juta meter kubik per hari menjadi tujuh juta meter kubik per hari. “Kami rasa ini ada kaitannya dengan tindakan yang diambil Gazprom,” ujar Prodan seperti dikutip Interfax. Pasokan gas dari Eropa untuk Ukraina sendiri sebagian memang berasal dari pasokan gas Rusia untuk Eropa. Pengurangan jumlah pasokan tersebut bisa berujung pada penghentian total pasokan gas dari Eropa untuk Ukraina. “Semua distributor gas Eropa menolak menjual gas pada kami,” ungkap sumber dari Kementerian ESDM Ukraina pada Kommersant.

Direktur Umum Konsultan East European Gas Analysis Mikhail Korchemkin menyampaikan bahwa sejak 1 Juli 2014, pasokan gas dari Hungaria ke Ukraina turun tiga kali lipat, dari sembilan juta meter kubik per hari menjadi tiga juta meter kubik per hari. Sementara, pasokan gas dari Polandia tetap di kisaran empat juta meter kubik per hari.

Analis Ekonomi Makro UFS IC Vasiliy Ukharskiy berpendapat, Eropa mengurangi jumlah pasokan gas untuk Ukraina karena mereka sendiri sedang membutuhkannya. “Jumlah pasokan gas ke stasiun penyimpanan gas bawah tanah Hungaria terus meningkat karena Hungaria sedang bersiap menghadapi musim dingin. Apalagi Hungaria merupakan salah satu negara Eropa dengan cadangan gas terendah,” ujar Ukharskiy. Sebagai perbandingan, stasiun penyimpanan gas Hungaria baru memenuhi 44 persen dari kapasitas mereka, sedangkan negara Eropa lain telah mencapai 77 persen.

Selain itu, Korchemkin menilai hal tersebut terkait dengan kebijakan Gazprom yang menaikan harga gas setiap dimulainya kuartal baru. “Seperti biasa, Gazprom selalu memberlakukan harga baru untuk konsumen mulai hari pertama kuartal kedua. Penurunan pasokan gas dari Hungaria kemungkinan besar terkait dengan perubahan harga tersebut,” terang Mikhail.

Gazprom berulang kali menyampaikan bahwa pengiriman pasokan gas Rusia dari Eropa ke Ukraina tidak sesuai kontrak yang berlaku, karena seharusnya pengiriman gas ke konsumen terakhir masih di bawah kuasa Gazprom. CEO Gazprom Aleksey Miller menegaskan bahwa pasokan gas Rusia yang dikirim ke Uni Eropa tidak boleh digunakan oleh Ukraina, namun hingga kini Kiev secara ilegal terus mengambil gas Rusia tersebut saat melalui jalur pipa mereka menuju Eropa. “Gas yang dialirkan lewat wilayah Ukraina ke Eropa masih menjadi milik Gazprom hingga gas sampai di konsumen terakhir, dan negara-negara tersebut tidak boleh mendistribusikan gas itu semau mereka. Bagaimanapun juga Gazprom bersikeras menghentikan pasokan gas ke Ukrainakarena mereka telah melanggar kontrak jangka panjang,” ujar Dosen Tata Cara Perekonomian Negara di The Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration Veniyamin Vutyanov. Namun, pihak Eropa tidak sependapat dengan hal tersebut. Pada 2013, Eropa mengirim gas ke Ukraina melalui jalur pipa Hungaria dan Polandia yang jumlahnya mencapai 2,1 miliar meter kubik.

Hutang dan Negosiasi Harga

Berdasarkan data Gazprom, Ukraina telah mengimpor 1,7 miliar meter kubik gas Rusia seharga 838 juta dolar AS pada Juni lalu. Jumlah tersebut setara dengan nilai pasokan tahunan gas Rusia kepada Polandia. Sisanya, Ukraina mendapat gas dari pasokan balik dari Eropa.

Secara keseluruhan, hutang Ukraina pada Gazprom mencapai 5.296 miliar dolar AS. Veniyamin Vutyanova menilai pihak Ukraina akan tetap mengambil gas milik Gazprom dan tidak bersedia membayar sesuai kesepakatan.

Vutyanov menyampaikan bahwa jumlah pasokan balik terus menurun, apalagi negara-negara pemasok gas tersebut sedang bersiap memasuki musim dingin, sehingga mereka harus mengisi stasiun penyimpanan gas mereka sendiri. Berdasarkan keterangan Vutyanov, harga pasokan balik gas berada di kisaran yang sama dengan penawaran Gazprom pada Ukraina, sekitar 380-390 dolar  AS per seribu meter kubik. Sebagai perbandingan, harga kontrak gas dari Gas de France untuk Ukraina yang melalui jalur pipa Hungaria pada Mei lalu ialah 385 dolar AS per seribu meter kubik. Kommersant menulis bahwa pada negosiasi Uni Eropa, Ukraina dan Rusia bulan Juni lalu, Gazprom menawarkan harga yang lebih rendah bagi Ukraina, yakni 380 dolar AS per seribu meter kubik.

Pengamat menilai tindakan perusahaan Eropa yang menolak memasok gas ke Ukraina akan memaksa Perusahaan Gas Ukraina Naftogaz menandatangani kontrak baru dengan Gazprom. “Gazprom adalah rekan bisnis yang fleksibel dan dapat diandalkan, tetapi pihak Ukraina harus membayar seluruh utangnya terlebih dahulu. Ukraina tidak punya pilihan lain. Mereka mau tak mau harus duduk dan bernegosiasi dengan Gazprom serta menyepakati perihal pembayaran utang dan persyaratan kontrak baru,” tutur Veniyamin Vutyanov. Vasiliy Ukharskiy menginformasikan perundingan gas antara Rusia, Ukraina dan Uni Eropa akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.