Putin Dukung Perdamaian Ukraina, Pasar Bereaksi Positif

Pernyataan Putin juga akan menurunkan kemungkinan sanksi ekonomi lebih jauh untuk Rusia dalam pertemuan Uni Eropa pada 26-27 Juni. Foto: Reuters

Pernyataan Putin juga akan menurunkan kemungkinan sanksi ekonomi lebih jauh untuk Rusia dalam pertemuan Uni Eropa pada 26-27 Juni. Foto: Reuters

Presiden Rusia Vladimir Putin belum lama ini menyatakan dukungan terhadap resolusi damai untuk konflik di Ukraina. Putin juga menolak hak intervensi militer yang telah diberikan kepadanya oleh Dewan Federasi Rusia. Kedua pernyataan tersebut membuat nilai aset Rusia meningkat drastis.

Dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Wina, Putin menyatakan dukungannya terhadap rencana damai pemecahan konflik di Ukraina. Putin berharap negosiasi yang telah dimulai di Ukraina akan membuat warga Ukraina Timur paham bagaimana kepentingan sah mereka akan dijamin, dan ada kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil. Putin juga mendesak Dewan Federasi Rusia mencabut hak penggunaan kekuatan militer di wilayah Ukraina yang diberikan kepadanya.

Setelah Putin menyatakan hal tersebut, nilai rubel Rusia terhadap dolar dan euro pun menguat. Dalam sehari, nilai rubel mencapai nilai yang sama seperti pada bulan Januari. Penguatan nilai rubel berdampak pada pengajuan pinjaman. Pinjaman jangka panjang meningkat sekitar 50 bp.

MICEX dan RTS, dua indikator saham utama Rusia, juga meningkat masing-masing sebesar 2,2 persen menjadi 1.518 poin dan 3,8 persen menjadi 1.421 poin. Saham perusahaan monopoli energi Rusia, Gazprom, meningkat 4,1 persen dalam sehari.

Kepala analis UFS IC Alexei Kozlov menyatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir masalah geopolitik terkait konflik Ukraina berdampak besar terhadap pasar Rusia. Menurut Kozlov, komponen risiko ini adalah kesalahpahaman negara-negara Barat tentang intervensi Rusia di Ukraina.

Analis Alexander Maximov dari perusahaan keuangan Aforex menilai penolakan Putin untuk menggunakan militer di Ukraina secara positif memengaruhi pertumbuhan rubel, yang telah mencapai nilai tertinggi dalam lima bulan terakhir pada Selasa (30/6). Sebagaimana sebelumnya, nilai rubel didukung oleh performa harga Brent Oil yang tinggi, yaitu sekitar 114 dolar AS per barel.

Pada Maret lalu, pasar juga bereaksi tajam terhadap berita masuknya Krimea ke wilayah Rusia dan pemberian hak untuk mengirimkan tentara bersenjata ke Ukraina dari Dewan Federasi untuk Putin. Dalam satu hari, indeks RTS dan MICEX turun sebesar 4,8 hingga lima persen pada pembukaan, saham di bank negara VTB jatuh sebesar 9,5 persen, saham di bank terbesar Rusia Sberbank turun sembilan persen, dan saham Gazprom jatuh 6,4 persen.

Dampak Signifikan Pernyataan Putin

Para ahli memperkirakan tak lama lagi rubel akan terus menguat. Pernyataan Putin juga akan menurunkan kemungkinan sanksi ekonomi lebih jauh untuk Rusia dalam pertemuan Uni Eropa pada 26-27 Juni.

“Serangkaian itikad baik seperti ini dapat memengaruhi persepsi keseluruhan terhadap Rusia, mungkin kelak menjadi faktor pendorong investasi di Rusia, yang berarti akan ada aliran dana yang lebih baik,” kata Kozlov. “Putin tahu cara menyatakan pikiran secara ringkas dan jelas. Ia dapat melakukan tindakan tidak biasa tetapi penting yang tidak diperkirakan oleh investor dan, terkadang, memengaruhi pasar dengan kuat.”

Pernyataan Putin telah berulang kali berdampak tidak hanya pada pasar saham, tetapi juga catatan keuangan (financial quote) perusahaan yang nyata. Contoh yang paling populer terjadi pada 24 Juni 2008 di Konferensi Pengembangan Besi Metalurgi dan Produksi Logam untuk Pasar Domestik. Putin menuduh perusahaan Mechel telah menjual batu bara dengan harga yang terlalu tinggi di pasar domestik. Pada saat itu, pemilik utama perusahaan, Igor Zyuzin, tidak hadir di konferensi karena alasan kesehatan. “Saya pikir Igor harus sembuh sesegera mungkin. Jika tidak, mungkin ia harus mengirim dokter untuk menyelesaikan semua masalah ini,” kata Putin. Setelah pernyataan tersebut, dalam satu hari saham Mechel turun sebesar 38 persen.

Alexander Dorofeev, Direktur Umum perusahaan konsultasi Arkaim menyatakan peristiwa tersebut menunjukkan negara ikut serta menentukan harga di pasar logam. “Hal itu secara langsung memengaruhi kapitalisasi perusahaan dalam industri. Seperti itulah pasar menanggapi pernyataan semacam itu, yang memiliki konsekuensi ekonomi besar di belakangnya,” jelas Dorofeev.

Jurnalis majalah mingguan Rusia Kommersant-Vlast menghitung pernyataan Putin tentang Mechel terdiri dari 108 kata. Pernyataan tersebut mengakibatkan modal perusahaan menyusut dari 15,5 miliar dolar AS menjadi 10,7 miliar dolar, jadi setiap kata yang diucapkan Putin mengakibatkan Mechel merugi 44,4 juta dolar AS.

Dua tahun kemudian, Putin mengaku menyesali serangannya kepada Mechel dan memuji perusahaan itu atas pencapaiannya. Setelah itu, harga saham perusahaan tersebut di Wall Street meningkat 7,7 persen, dan kapitalisasi pasarnya meningkat dari 8,59 miliar dolar AS menjadi 9,25 miliar dolar AS. Putin mengucapkan 68 kata, berarti kali ini pernyataan Putin menguntungkan Mechel sebesar 9,7 juta per kata.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.