Helikopter Rusia Terus Kembangkan Sayap di Pasar Ekspor

Moskow baru saja menjadi tuan rumah salah satu acara terbesar dalam industri helikopter dunia, Pameran Internasional Industri Helikopter HeliRussia ke-7, yang diselenggarakan pada 22-24 Mei lalu.

Foto: Ruslan Sukhushin

Sejak 2005, Rusia meningkatkan produksi helikopternya secara stabil, dan pada 2009 terjadi perubahan yang cukup besar dalam struktur dan jenis mesin yang diproduksi. Secara keseluruhan, produksi helikopter dalam negeri Rusia meningkat 350 persen sejak 2004. Produksi pun membumbung 66 persen sejak 2009. Angka tersebut merupakan rekor di industri mesin Rusia.

Ekspor helikopter tempur dan helikopter serang Rusia meningkat. Menurut Wakil Kepala Departemen Teknologi dan Layanan Helikopter Rosoboronexport Vladislav Kuzmichev, perusahaan berencana mengekspor lebih dari 300 helikopter militer sebelum 2018. “Dari 2015 hingga 2017, pengiriman untuk kontrak yang telah ditandatangani mencapai sekitar 200 helikopter berbagai jenis ke 12 negara,” ujar Kuzmichev. Menurut Kuzmichev, ekspor tahun ini akan sama seperti tahun 2013 yakni berjumlah 140 mesin.

Pasar yang paling menjanjikan adalah negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah, termasuk Irak. Pada 2014, helikopter multiguna Mi-17V-5 dan Mi-171SH, serta helikopter militer Mi-35M dan Mi-28NE, akan dikirim ke sembilan negara. Rusia juga akan mulai mengekspor helikopter tempur Mi-28N ke Irak pada tahun ini.

Mi-28NE, penerus Mi-24 yang legendaris, dijuluki “Pemburu Malam” karena perlengkapannya yang unik dan kompleks, dengan antena, pengukur suhu, dan perangkat lain yang membantu operasi terbang dan tempur baik siang maupun malam.

Mi-28N juga sering disebut “tank terbang” karena persenjataannya yang mengesankan dan kabin berlapis baja, yang dapat menahan amunisi kaliber 23 milimeter. Keunikan helikopter ini terletak pada meriam yang dapat digerakkan moncongnya. Kelengkapan dan daya tembaknya memungkinkan helikopter ini dengan mudah mengungguli semua jenis kendaraan musuh yang berlapis baja ringan. Untuk pertempuran melawan tank, helikopter ini dilengkapi dengan misil “serbu” anti-tank.

Irak menjadi negara pertama yang dapat memiliki Sang Pemburu Malam, namun diperkirakan selanjutnya akan muncul pesanan-pesanan baru dari negara lain. Tahun lalu, pada airshow di Le Bourget, Prancis, Direktur Helikopter Rusia Alexander Mikheyev menyatakan bahwa diskusi untuk memasok Mi-28NE tengah dilakukan dengan beberapa negara.

Infografik ekspor senjata Rusia selama tahun 2013

Amerika Latin dianggap sebagai klien paling menjanjikan untuk helikopter Rusia. Sebagaimana diumumkan saat HeliRussia 2014, Rusia ingin membuka sebuah pusat perbaikan teknis dan perawatan di Venezuela untuk Mi-17, Mi-35, dan Mi-26. Sebelum akhir tahun ini, Rusia berencana mengirimkan 24 helikopter Mi-171SH ke Peru. Kesepakatan yang dibuat antara Rusia dan Peru pada akhir 2013 merupakan kesepakatan terbesar dalam sejarah modern kerja sama militer-teknis antara dua negara, dan salah satu yang paling penting di pasar dunia helikopter militer.

Penjualan global helikopter Rusia diperkirakan akan meraup 20 persen pasar pada 2020. Akan tetapi, jika ekspor helikopter militer sedang dan berat tidak menimbulkan masalah, pemesanan produk inovasi baru yang utama di industri helikopter Rusia—khususnya helikopter multiguna ukuran sedang yang baru, Ka-62 dan Mi-38—mungkin tidak akan secerah itu. Sulit untuk mengetahui kapan helikopter ini akan sungguh-sungguh diluncurkan atau bagaimana prospek ekspornya. Namun, telah ada pesanan-pesanan pertama untuk Ka-62. Kolombia dan Brasil sudah menunggu helikopter itu untuk 2016.

Terdapat berbagai tren menjanjikan lain, termasuk helikopter multiguna ukuran sedang Mi-38, yang pada 2013 secara resmi menjadi kendaraan rotor yang dapat mencapai ketinggian paling maksimal di kelasnya. Produksi akan dimulai dengan kelompok produk percobaan TV7-117V dalam waktu dekat. Sertifikasi untuk kelompok produk itu dijadwalkan pada akhir 2014 dan produksi massal akan dimulai pada 2015.

Pameran HeliRussia 2014 menunjukkan bahwa helikopter Rusia masih memiliki prospek ekspor yang bagus. Meski masalah-masalah mendasar modifikasi helikopter sipil yang baru belum berhasil dipecahkan, langit negara lain telah terbuka bagi produk kendaraan rotor militer Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.