Visa dan MasterCard Bertahan di Rusia

Visa dan Master Card siap melanjutkan kerjanya di Rusia. Foto: PhotoXPress

Visa dan Master Card siap melanjutkan kerjanya di Rusia. Foto: PhotoXPress

Salah satu hasil Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF) 2014 yang paling berkesan adalah kesuksesan negosiasi antara pemerintah Rusia dengan perwakilan Visa dan MasterCard. Negosiasi tersebut membuahkan hasil yang menguntungkan bagi kedua pihak. Visa dan MasterCard akan tetap aktif di Rusia. Namun, belum diketahui syarat-syarat yang harus mereka penuhi.

Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Igor Shuvalov dan Menteri Keuangan Anton Siluanov berhasil mencapai kesepakatan dengan General Manager Visa untuk wilayah Eropa Tengah dan Timur, Asia Tengah dan Afrika Kamran Siddiqi serta Presiden Divisi MasterCard untuk pasar maju wilayah Eropa Bella Stavchansky saat SPIEF 2014 berlangsung.

Analis Investment Holding FINAM Anton Soroko menjelaskan, negosiasi tersebut membuahkan keputusan bahwa Visa dan Master Card siap melanjutkan kerjanya di Rusia, dan hal tersebut direstui oleh pemerintah Rusia. “Secara umum, ini semua sesuai prediksi, karena beberapa hari sebelum negosiasi ada kabar bahwa para anggota parlemen Rusia berniat mengendurkan syarat-syarat bagi kedua sistem pembayaran tersebut untuk tetap aktif di Rusia,” tutur Soroko.

Menurut undang-undang Rusia yang baru diamandemen, sistem pembayaran harus membayar jaminan di Bank Sentral Rusia sejumlah transaksi selama dua hari di Rusia jika ingin tetap aktif di Rusia. Apabila sistem pembayaran tersebut menolak melayani kartu kredit bank tertentu, mereka harus membayar denda sebesar sepuluh persen dari uang jaminannya. Peraturan ini merupakan reaksi pemerintah Rusia atas pemblokiran kartu yang diterbitkan oleh bank Rusia yang masuk ke dalam daftar target sanksi Amerika Serikat.

Pada awal-awal SPIEF, Visa menyatakan akan keluar dari Rusia saat peraturan tersebut berlaku pada 1 Juli. CEO Visa Charles Scharf mengumumkan di depan para investor mereka di Boston bahwa dengan adanya peraturan baru tersebut, sistem pembayaran Visa tidak akan bekerja di pasar Rusia. Tuntutan pemerintahan Rusia dinilai sungguh sulit dipenuhi. Menurut perhitungan badan jasa keuangan Morgan Stanley, omset harian tunai maupun nontunai penggunaan kartu di Rusia ialah sebesar 1,6 miliar dollar AS. Artinya, MasterCard harus menyediakan jaminan sebesar satu miliar dolar AS, sedangkan Visa harus membayar 1,9 miliar dolar AS.

Analis Utama UFS IC Aleksey Kozlov bercerita, pada awal-awal SPIEF tersiar kabar bahwa akan ada negosiasi dengan para perwakilan sistem pembayaran internasional tersebut. “Ada kabar bahwa revisi peraturan mengenai sistem pembayaran nasional sudah masuk ke Gosduma (lembaga legislatif bawah Rusia), yang hendak mengendurkan tuntutan terhadap Visa dan MasterCard. Sementara mengenai uang jaminan akan ditentukan di luar hukum,” tutur Kozlov.

Analis Investcafe Mikhail Kuzmin menyatakan penetapan jumlah uang jaminan sebelumnya sungguh tidak logis, karena sanksi yang diberikan tidak tergantung dari sistem pembayaran internasional tersebut.

Perubahan Sistem

Menteri Keuangan Anton Siluanov menyatakan bahwa Visa dan MasterCard akan mendirikan anak perusahaan di Rusia. Perusahaan-perusahaan itu akan diintegrasikan dengan sistem pembayaran nasional yang akan muncul di basis data Bank Sentral Rusia. Menurut Menteri Keuangan, sistem pemrosesan akan dilakukan di Rusia. “Dengan demikian mereka tidak bisa melakukan pemblokiran kartu bank-bank Rusia berdasarkan tuntutan administrasi Amerika Serikat. Namun, detail lebih lanjut mengenai negosiasi ini masih belum jelas,” ungkap Siluanov pada ITAR-TASS.

Kumzin menjelaskan, kemungkinan operasi proses pembayaran akan dipindahkan ke wilayah Rusia, namun proses tersebut akan memakan banyak waktu. “Maka, saya kira sistem pembayaran internasional ini akan lanjut bekerja seperti saat ini dan secara bersamaan juga membuat cabang sistem pembayaran untuk Rusia,“ ungkap sang menteri.

Tuntutan peraturan tersebut membuat Visa dan MasterCard di Rusia akan menghadapi beberapa keterbatasan, sama seperti di Turki dan Belarusia. Visa dan MasterCard di Turki menggunakan operasi processing pembayaran dari salah satu operator pembayaran nasional untuk transaksi lokal. Sementara di Belarusia, semua transaksi di pasar domestik akan melalui sistem Belcard. Hanya transaksi yang dilakukan di luar Belarusia yang dapat dilaksanakan melalui processing MasterCard Internasional.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.