Burger King Gantikan McDonald's di Krimea

Saat ini belum ada restoran Burger King di Krimea meskipun restoran ini telah beroperasi dengan sekitar 200 restoran di seluruh Rusia. Foto: Vladimir Fedorenko/RIA Novosti

Saat ini belum ada restoran Burger King di Krimea meskipun restoran ini telah beroperasi dengan sekitar 200 restoran di seluruh Rusia. Foto: Vladimir Fedorenko/RIA Novosti

Saat para pembuat peta di seluruh dunia bingung ke negara mana Semenanjung Krimea harus dimasukkan, Burger King berencana menaklukkan wilayah ini.

Restoran makanan cepat saji Amerika, Burger King, berencana membuka perusahaan mereka di Krimea, setelah pada awal April lalu McDonald's menghentikan usaha mereka di semenanjung tersebut. Informasi ini dilaporkan oleh Direktur Umum Burger King Rusia Dmitry Medovy pada ITAR-ITASS. “Kami berencana memasuki Krimea,” kata Medovy. Namun, ia tidak bisa mengatakan kapan tepatnya itu akan terjadi dan berapa banyak restoran Burger King yang akan dibuka di Krimea.

Menurut analis Gazprobank Vitaly Baikin, meski Burger King memiliki kebijakan harga yang lebih tinggi dibanding McDonald's, hal ini kemungkinan tidak akan mempengaruhi rencana pembukaan perusahaan di Krimea. Selain itu, pembukaan gerai Burger King di Krimea tidak terlalu memengaruhi pendapatan bisnis makanan cepat saji tersebut di seantero Rusia. “Secara strategis, ini lebih mirip proyek yang fokus pada pencitraan. Ini adalah langkah public relations yang baik. Krimea mungkin menarik bagi Burger King dari sudut pandang ini,” kata Baikin.

Saat ini, belum ada restoran Burger King di Krimea. Ada sekitar 200 restoran Burger King yang beroperasi di wilayah Rusia. Burger King yang didirikan pada 1954 di Amerika Serikat, saat ini menduduki peringkat kedua di dunia setelah McDonald's dalam hal jumlah restoran yang menjual hamburger. Burger King memiliki lebih dari 12.600 restoran di 86 negara.

Kehilangan Pijakan

Seminggu yang lalu, McDonald's Ukraina Ltd. memutuskan untuk menutup gerai-gerai mereka di Krimea. “Karena alasan operasional dan tidak tergantung pada perusahaan McDonald's, kegiatan outlet yang berlokasi di Simferopol, Sevastopol, dan Yalta, dihentikan,” ujar pernyataan dalam sebuah berita pada Kamis (3/4) lalu.

Petinggi McDonald's menjelaskan bahwa keputusan tersebut berdasarkan kesulitan yang dialami oleh layanan keuangan. Karyawan perusahaan ini diundang untuk bekerja di jaringan restoran lainnya di Ukraina sambil menjaga posisi dan gaji mereka.

Sebelumnya, Deputi Pertama Perdana Menteri Krimea Rustam Temirgaliyev menyarankan bahwa tempat berbagai outlet makanan cepat saji Amerika dapat digantikan oleh jaringan Rusia.

Sebuah perusahaan investasi asing (FIE) “McDonald's Ukraina Ltd.” yang mengembangkan jaringannya di Ukraina, didirikan pada tahun 1995. Outlet McDonald's pertama di Ukraina dibuka pada 1997 di Kiev. Saat ini ada 79 gerai McDonald's di Ukraina.

Berdasarkan bahan yang dipublikasikan dari NEWSru.com, Vedomosti, dan data RBTH.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.