Raksasa Internet Rusia Menjadi Sorotan di Pasar Modal

Mail.ru muncul pertama kali pada 1998 sebagai layanan email, namun kemudian berkembang menjadi pemain besar di internet berbahasa Rusia. Sumber: PhotoXpress

Mail.ru muncul pertama kali pada 1998 sebagai layanan email, namun kemudian berkembang menjadi pemain besar di internet berbahasa Rusia. Sumber: PhotoXpress

Perusahaan teknologi Rusia meningkatkan perannya dalam perekonomian. Mereka menjadi sumber modal baru yang penting dengan semakin banyaknya masyarakat Rusia yang berpaling ke web.

Selama bertahun-tahun, bagian terbesar dari penawaran modal Rusia berasal dari perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan sumber daya alam. Namun kini, perusahaan teknologi Rusia kian memantapkan diri sebagai pusat perhatian yang terus berkembang. Meski baru-baru ini terjadi kelesuan dalam ekonomi Rusia, perusahaan-perusahaan internet terlihat menonjol sebagai titik terang dengan pertumbuhan di atas rata-rata.

Yandex mengklaim saat ini lebih dari 60 persen masyarakat menggunakan mesin pencari Rusia yang berkembang pesat, sementara Google hanya meraih 26 persen. Yandex, yang diperdagangkan pada bursa saham Nasdaq, menarik 1,3 milyar dolar AS dari investor pada tahun 2011 dalam penawaran umum perdana (IPO) terbesar untuk perusahaan dotcom sejak Google terdaftar pada tahun 2004.

Sementara itu, situs jejaring sosial Rusia seperti Vkontakte dan Odnoklassniki begitu mapan di pasar kampung halaman mereka, sehingga menjadi tantangan serius bagi Facebook.

Semua ini berarti perusahaan teknologi Rusia telah berkembang menjadi sumber yang kaya ekuitas segar untuk pasar modal dalam beberapa tahun terakhir dan perusahaan ini tengah bersiap-siap untuk menjual lebih banyak.

Dua perusahaan internet terbesar Rusia, raksasa pencarian Yandex dan perusahaan web yang semakin ekspansif, Mail.ru, yang sekarang hanya diperdagangkan di luar negeri, sedang mempertimbangkan pencatatan saham dalam negeri untuk pertama kalinya.

Mail.ru muncul pertama kali pada 1998 sebagai layanan email, namun kemudian berkembang menjadi pemain besar di internet berbahasa Rusia.

Menurut comScore, perusahaan analitik internet Amerika, situs-situs yang dimiliki oleh Mail.ru bila digabungkan memiliki audiens tunggal terbesar di Rusia pada 2013, mencapai 85 persen dari pengguna Internet Rusia setiap hari.

Mail.ru juga memiliki saham yang signifikan di Facebook yakni sebesar 15 persen dari penyedia pembayaran digital Rusia QIWI dan 40 persen dari jaringan sosial Rusia Vkontakte.

Pada Februari lalu, dewan Mail.ru menyetujui rencana untuk mencatatkan saham di Rusia, setelah perusahaan melaporkan bahwa laba bersih mereka melonjak 36 persen pada 2013 menjadi 11,5 milyar rubel. Mail.ru awalnya mengumpulkan sekitar 900 juta dolar AS selama IPO pada November 2010 di Bursa Efek London.

Sementara, Yandex mengatakan pada Februari lalu bahwa pendapatan mereka sepanjang tahun 2013 meningkat 37 persen menjadi 1,2 miliar dolar AS dengan laba bersih yang disesuaikan naik 38 persen menjadi 371 juta dolar AS. Yandex juga berhasil menempatkan 600 juta dolar AS obligasi konversi pada 1,125 persen di bulan Desember.

Pada 2013, Yandex menyalip Bing Microsoft menjadi mesin pencari paling populer keempat di dunia, setelah Google, Baidu milik Cina dan Yahoo, menurut angka dari comScore.

“Dewan kami umumnya mendukung pencatatan saham di Moskow,” kata Greg Abovsky, Wakil Presiden Yandex untuk Hubungan Investor pada Februari lalu saat konferensi jarak jauh untuk analis, seperti yang diberitakan Reuters. Belum ada kerangka waktu yang diberikan oleh perusahaan untuk pencatatan saham dalam negeri.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Rusia untuk Komunikasi Elektronik dan Sekolah Tinggi Ekonomi, ukuran total pasar internet Rusia kemungkinan akan meningkat dengan rata-rata 15-20 persen per tahun sampai 2018.

Transaksi Online Melejit

Di antara IPO Rusia, yang paling menonjol tahun lalu adalah penyedia layanan pembayaran QIWI dan produsen perangkat lunak Luxoft.

QIWI mengoperasikan jaringan terminal, kios dan “dompet digital” di seluruh negeri. Setelah memulai debutnya di bursa Nasdaq pada Mei 2013, harga saham QIWI naik lebih dari tiga kali lipat dari 17 dolar AS per American Depositary Receipt sampai menjadi 59,24 dolar AS pada musim dingin lalu, di tengah peringkat “beli” oleh para analis dan pasar yang terus berkembang untuk bisnis perusahaan ini.

Namun saham terpukul ketika parlemen Rusia memberlakukan RUU yang membatasi jumlah transfer secara online yang dapat dilakukan individu tanpa memberikan informasi pribadi sampai 1.000 rubel, atau sekitar 30 dolar AS.

Setelah mundur ke pertengahan kisaran 30 dolar AS, saham memulihkan sebagian besar dari nilainya yang hilang, namun kembali ke tingkat yang sama pada awal Maret setelah krisis Ukraina terjadi.

Produsen perangkat lunak Rusia Luxoft yang didirikan pada tahun 2000, masuk bursa pada Juni 2013 di Bursa Efek New York. Luxoft dibuat untuk fokus pada pasar layanan perangkat lunak lepas pantai di Amerika Serikat dan Eropa yang kian tumbuh. Perusahaan ini telah berkembang sampai memiliki 5.900 karyawan di 18 negara dengan klien termasuk Boeing, Goldman Sachs, IBM dan Avaya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.