Parkir Berbayar, Solusi Kemacetan Moskow

Regulasi baru mengenai parkir berbayar berhasil menurunkan sekitar 25 persen jumlah mobil di Boulevard Ring Road, atau 3.750 sampai 4.000 kendaraan. Kredit: PhotoXPress

Regulasi baru mengenai parkir berbayar berhasil menurunkan sekitar 25 persen jumlah mobil di Boulevard Ring Road, atau 3.750 sampai 4.000 kendaraan. Kredit: PhotoXPress

Moskow perlu waktu lebih lama untuk memberlakukan sistem parkir berbayar di pusat kota dibanding kota-kota besar di Eropa. Namun, setelah upaya itu berhasil, di bulan pertama saja ibukota Rusia ini mampu mengeruk pendapatan sekitar Rp 8.800.000 dari biaya parkir.

Sejak 1 Juni 2013, pengguna kendaraan yang memarkir mobilnya di pusat kota Moskow harus membayar 50 rubel atau sekitar Rp 16.000 per jam. Kebijakan tersebut diperkirakan telah memberi pendapatan sekitar Rp 8.800.000 untuk Moskow. Meski demikian, para pejabat kota menyatakan gagasan utama di balik penerapan parkir berbayar di Moskow adalah untuk memperbaiki situasi transportasi kota Moskow, bukan untuk menghasilkan uang tambahan.

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah yang sulit terpecahkan bagi ibukota Rusia sejak dulu. Menurut Alexander Shumsky, Kepala Probok.net, Pusat Penyelesaian Kemacetan Lalu Lintas Moskow, jumlah kendaraan bermotor di Moskow lebih banyak 30% dari kapasitas yang mampu ditampung oleh kota itu. “Ini berarti, sepertiga dari kendaraan tersebut harus disingkirkan dari jalan,” ujar Shumsky. Menurut Shumsky, pengaturan jumlah mobil di jalan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling efektif adalah dengan menaikkan harga bahan bakar dan menerapkan parkir berbayar.

Pemerintah Rusia yakin biaya parkir sekitar Rp 150.000 per hari yang perlu dibayar oleh pengguna kendaraan akan membuat mereka beralih menggunakan angkutan umum. Direktur Umum Administrasi Parkir Moskow Igor Kuznetsov berjanji dana dari biaya parkir akan digunakan untuk memperbaiki kawasan tempat pendapatan tersebut diperoleh.

Pengguna kendaraan dapat membayar biaya parkir mereka di parking meter dengan kartu parkir khusus atau kartu debit, atau melalui pesan teks. Jika tidak membayar, mereka akan dikenai denda sebesar sekitar Rp 1.700.000 atau kendaraan mereka akan diderek untuk ditahan.

Namun, pengguna kendaraan menentang retribusi baru ini. “Pemerintah Moskow gagal menjelaskan kepada kami apa sebenarnya yang kami bayar. Dasar hukum parkir berbayar betul-betul tidak masuk akal. Kami sekarang harus membayar 50 rubel untuk parkir di jalan, di tempat yang sebelumnya gratis.” kata Viktor Travin, Kepala Kolegium Perlindungan Hak Pemilik Mobil. Travin setuju bahwa jumlah kendaraan di pusat kota telah menurun, tapi kebijakan ini juga berdampak pada hal-hal lain seperti menurunkan jumlah pelanggan kafe, bar dan toko-toko di pinggir jalan. Menurut Travin, solusi yang paling masuk akal untuk permasalahan transportasi di Moskow adalah memindahkan semua pejabat pemerintah dari pusat kota. “Kita akan merasakan perubahan secara langsung jika itu dilakukan,” ujar Travin.

Kebijakan baru ini berhasil menurunkan sekitar 25 persen jumlah mobil di Boulevard Ring Road, atau 3.750 sampai 4.000 kendaraan. Tempat parkir mobil berbayar hanya terisi 60-80 persen dan rata-rata waktu parkir telah turun dari enam hingga delapan jam menjadi 50 hingga 90 menit.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.