Memotret Ekonomi Rusia 2013

Tahun ini rubel Rusia mendapat simbol resmi. Sumber: RIA Novosti

Tahun ini rubel Rusia mendapat simbol resmi. Sumber: RIA Novosti

Ekonomi Rusia mengalami paradoks di akhir tahun 2013 ini. Di satu sisi, negara masuk ke dalam fase stagnan yang berkepanjangan. Di sisi lain, Rusia menjadi sorotan dalam bisnis dunia. Daya tarik Rusia membuat posisinya membaik dan menunjukkan beberapa proyek yang ambisius.

 

Ekonomi minor

Ekonomi Rusia mengakhiri tahun dalam keadaan minor. Selama Desember para ahli ekonomi Rusia dan luar negeri mengumumkan penurunan perkiraan indikator-indikator kunci.

Infografis

Bagaimana pertumbuhan GDP Rusia di tahun 2013 berubah: IMF - 3.4%, 2.5%, 1.5%; Kementerian pertumbuhan ekonomi Federasi Rusia - 2.4%, 1.8%, 1.4%; Bank Dunia - 2.3%, 1.8%, 1.3%.

 

Perkiraan pertumbuhan GDP tahun 2014 Kementerian pertumbuhan ekonomi

Banyak pihak berusaha meninjau kembali perhitungan dan prediksi tersebut. Tetapi semua bermuara di satu titik, penyebabnya ada di dalam negara sendiri. Hal itu diakui oleh presiden Vladimir Putin, dalam pidatonya baru-baru ini di Majelis Federal Rusia.

2 penyebab utama:

  • Penurunan investasi aktiva tetap badan-badan usaha negara, termasuk perusahaan di bidang energi. Itu adalah faktor kunci yang berkontribusi dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi, berdasarkan pendapat Aleksei Balaev dari Grup Ekspert Ekonomi.

  • Perlambatan pertumbuhan permintaan konsumen, disebabkan oleh beban utang masyarakat. Berdasarkan Bank Sentral, beban kredit setiap pekerja kira-kira 3.7 gaji bulanan rata-rata.

Ada pendapat mengatakan, meski berbagai indikator memburuk, secara umum situasi perekonomian nasional tidak tergolong kritis. “Tendensi stagnasi dimulai tahun 2012. Pernah ada pertanyaan, akankah stagnasi berlangsung atau negara akan bergulir ke resesi. Tetapi ketakutan terburuk itu tidak terealisasi”, jelas Sergei Pukhov, ahli pusat pertumbuhan dari Sekolah Tinggi Ekonomi.

Bersama dengan itu, Rusia pelan-pelan bergerak naik di rating dunia. Seperti di rating Doing Business, Rusia naik dari 112 ke posisi 92. “Itu menandakan walau dengan keunikannya dalam politik, termasuk ekonomi, pemerintah Rusia bisa bergerak dan berjuang secara fokus ke perbaikan di beberapa aspek penting,” menurut Maksim Petronevich, ahli perkiraan ekonomi “Gasprom Bank”.

Penguatan peran Bank Sentral

Dari sudut pandang para investor asing, pembentukan peran mega-regulator Bank Sentral adalah peristiwa penting. Lembaga inilah yang nantinya akan mengawasi resiko yang terakumulasi di lembaga-lembaga perbankan, finansial dan pensiunan.

“Itu penting dari segi kontrol terhadap resiko dan dinamika kredit serta deposit lembaga-lembaga tersebut,” terang Maksim Petronevich. Status mega–regulator didapatkan Bank Sentral setelah kehadiran tim baru. Inti dari program baru Bank Sentral tersebut - “tidak ada lagi yang namanya tidak tersentuh.”

Pada bulan Juli Bank Sentral dimimpin oleh Elvira Habiulina. Pemimpin baru tersebut langsung melakukan tindakan politik keras yang berhubungan dengan perbankan. Regulator, sejak hadirnya kepemimpinan baru, telah mencabut lisensi 25 bank. Itu lebih banyak daripada tahun 2012 lalu. Salah satu cerita terheboh adalah yang berkaitan dengan Master Bank. Master Bank masuk ke dalam 100 besar lembaga keuangan dan kredit ternama. Bank Sentral menuduh bank tersebut melakukan aktivitas yang “mencurigakan”.

Para ahli menganggap bahwa eksekusi tindakan tersebut terlalu lama. “Pemerintah sudah berkali-kali menyatakan akan menyingkirkan ratusan bank yang berorientasi bisnis kelompok tertentu atau orang tertentu, tetapi proses tersebut berjalan terlalu lama”, terang Kris Wifer, perintis dan partner senior di Macro Advisory.

Mata uang negara ex Soviet dan Timur

Di tahun 2013, politik ekonomi Rusia berorientasi untuk menyeimbangkan hubungan ekonomi-perdagangan dengan negara-negara lain dan menurunkan ketergantungan terhadap pasar Eropa. Oleh karena itu, pendalaman integrasi antara negara ex-Soviet dan penguatan hubungan dengan negara Asia menjadi tendensi yang utama.

Di dalam batas ex-Soviet, perkembangan asosiasi bea cukai nantinya akan membentuk zona ekonomi sendiri pada tahun 2017. “Telah diaktifkan perjuangan untuk Ukraina. Rusia telah melakukan taktik ofensif, tetapi ini adalah politik. Bila Ukraina akhirnya tetap dalam asosiasi bea cukai tersebut, maka itu bisa dikatakan sebagai suatu terobosan,” kata Sergey Pukhov.

Rusia juga telah memulai kerjasama bisnis  dengan negara Asia Timur dalam lingkup ekspor minyak dan gas, lebih spesifiknya dengan Cina, Korea Selatan dan Jepang. Negara-negara Asia memang telah menunjukkan ketertarikannya terhadap Rusia. Mereka telah berinvestasi di dalam proyek sumber daya, terutama di Siberia Timur.

“Format kerja sama yang paling efektif untuk Rusia dan Cina harusnya adalah joint venture dalam pengembangan sumber daya alam di teritori Rusia dengan ekspor hasil tersebut ke Cina”, menurut Sergey Lukonin, pengamat senior Pusat penelitian Asia Pasifik (IMEMO RAN). Selain itu, sebagai partner, Cina bisa saja tertarik dalam proyek infrastruktur.

Dengan Korea Selatan, Rusia tertarik bekerjasama di bidang teknologi canggih. Sebab Rusia memiliki tantangan untuk menuju modernisasi ekonomi. “Jika kerjasama itu terwujud, Korea Selatan bisa saja mengalihkan pembuatan teknologi tingkat tingginya ke teritori kami”, kata Lukonin. Sebaliknya, Rusia juga bisa menarik Korea dengan metal langkanya.

Terobosan

Di tahun 2013 Rusia mengumumkan akan munculnya lowcoster (penerbangan dengan harga murah) pertama dan smartphone. Maskapai swasta “Dobrolyot” yang diciptakan berdasarkan maskapai “Aeroflot” telah mengumumkan akan perekrutan personilnya. Bicara soal efektivitas, memang masih jauh. Namun keputusan yang diambil maskapai tersebut mampu membuat perubahan model bisnis para pelakunya saat ini: harga tiket akan turun, transportasi udara menjadi lebih terjangkau buat warga Rusia.

Munculnya smartphone pertama Rusia “Yota phone”, menurut para ahli adalah terobosan tahun ini. “Kami menunjukkan, bahwa tanpa dukungan pemerintah, kami mampu mewujudkan konsep,” kata Maksim Petronevich. Pernah ada perusahaan perintis yang menawarkan sampul dengan layar dari tinta cair untuk Iphone. Tetapi tidak ada satupun dari proyek tersebut terlaksana. Kami menunjukkan mampu memecahkan masalah engineering, yang tidak bisa dipecahkan oleh para perusahaan perintis lain dari negara maju lainnya. Itu membuktikan akan adanya keinginan maka ada kesempatan”, menurut Petronevich.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.