Empat Bangunan Tertua di Rusia: Seperti Apa Bentuknya?

Gereja Shoana.

Gereja Shoana.

Denis Abramov/RIA Novosti
Ada banyak bangunan di Rusia yang telah berdiri selama berabad-abad. Mereka menjadi saksi bisu sejarah: dari Kerajaan Prusia, Perang Dunia, hingga kebangkitan Uni Soviet.

1. Stonehenge Versi Rusia

Bangunan yang terbuat dari lempengan batu dengan lubang misterius di sampingnya dapat ditemukan di Kuban, Kaukasus, Siberia, dan di dekat Solovki, yang merupakan bekas penjara (1,500 kilometer dari Moskow). Bangunan ini disebut Dolmen, dan bentuknya mirip Stonehenge yang terletak di Inggris.

Ada banyak teori mengapa bangunan ini ada dan apa maksud dari lubang yang aneh di sisinya. Satu-satunya yang disepakati para ilmuwan adalah usianya: ia didirikan di seantero Rusia pada abad ketiga dan kedua sebelum Masehi. Di Kaukasus Utara sendiri, ada sekitar 2.300 lempengan batu aneh ini.

Dolmen ini mirip Stonehenge. Sumber: Oleg KrasnovDolmen ini mirip Stonehenge. Sumber: Oleg Krasnov

Satu teori yang muncul adalah bahwa bangunan itu digunakan oleh orang-orang dari kepercayaan kuno atau ruang bawah tanah. Karena kebanyakan Dolmen ini digali dari bawah tanah, banyak jasad manusia dari berbagai era yang ditemukan dengan jenis barang yang berbeda-beda — mereka percaya barang ini dapat digunakan di akhirat. Di salah satu Dolmen yang ditemukan di Krasnodarsk, ditemukan 72 jasad manusia serta cakram batu dengan simbol astral. Saat ini, sarkofagus seberat lima ton ini dipamerkan di Museum Sejarah di Moskow.

Menurut cerita lokal, manusia kerdil tinggal di dalam Dolmen-dolmen itu. Tampaknya, orang-orang ini sangat kecil sehingga mereka mengendarai kelinci layaknya kita menunggangi kuda! Saat ini, para pengunjung dapat menjelajahi bebatuan ini dan mencoba mendakinya melalui lubang bundar yang ada.

2. Gereja Ordo Teutonik

Gereja Lutheran ini dibangun pada abad ke-13 di wilayah terpencil sebagai tempat suci untuk Ksatria Teutonik; ia saat ini merupakan bangunan tertua di Kaliningrad. Ia dibangun untuk bertahan dari segala pengepungan, sehingga bentuknya menyerupai benteng atau kastil kecil.

Dindingnya tak bisa ditembus atau dirobohkan, sehingga membuatnya aman saat terjadi konflik. Ia melewati era Kerajaan Prusia hingga Perang Dunia II, namun di era Uni Soviet ia mengalami nasib malang seperti bangunan keagamaan lainnya: ditutupi dengan batu bata.

Gereja Ordo Teutonik di Kaliningrad. Sumber: WikipediaGereja Ordo Teutonik di Kaliningrad. Sumber: Wikipedia

Pada 1985, bangunan tersebut diambil alih oleh Gereja Ortodoks Rusia. Sekarang ia sudah sepenuhnya diperbaiki dan digunakan sebagai gereja.

3. Gereja Byzantium yang Ditemukan di Laut

Gereja Yohanes Pembaptis yang terletak di Lenin Square di pusat kota Kerch dibangun sebelum Skisma Besar yang memecahkan Kristen menjadi Ortodoks dan Katolik. Jika lambang Yunani yang terlihat di salah satu ruangan di gereja tersebut benar, maka gereja ini berasal dari tahun 757 SM.

Ada dua cerita mengenai kemunculan gereja ini. Yang pertama, yang lebih romantis, mengatakan bahwa gereja ini ditemukan di laut. Kisah ini didukung fakta bahwa sebelumnya ia berdiri di sisi laut dan ada banyak cetakan cangkang kerang di dinding dan kubahnya.

Gereja Yohanes Sang Pembaptis di Kerch. Sumber: Sergey Malgavko/RIA NovostiGereja Yohanes Sang Pembaptis di Kerch. Sumber: Sergey Malgavko/RIA Novosti

Cerita kedua mengatakan bahwa gereja ini didirikan di lokasi gereja kuno lainnya, yang telah diberkati oleh salah satu dari 12 Murid Yesus, Santo Andreas, yang berkhotbah di dekat Laut Hitam. Di halaman gereja ini ada panel batu dengan jejak kaki yang dipercayai milik Santo Andreas atau Yohanes Sang Pembaptis.

4. Gereja dengan Perpustakaan yang Sudah Hilang

Gereja Shoana di Republik Karachay-Cherkessia lebih sederhana dari bangunan kuno lainnya di Rusia. Ia hanya sepanjang 13 meter dan tidak ada lukisan dekorasi mewah di dalamnya.

Di bawah lapisan plester tuanya, ada stratum tulisan Yunani, Arab, Georgia, Armenia, dan Rusia dari berbagai abad, serta lambang astrologi Kaukasus Utara — gereja ini dibangun di abad ke-10 di pulau kuno Alania, yang saat ini merupakan wilayah Kaukasus Utara.

Para turis mengunjungi Gereja Shoana. Sumber: Denis Abramov/RIA NovostiPara turis mengunjungi Gereja Shoana. Sumber: Denis Abramov/RIA Novosti

Hingga abad ke-18, gereja ini memiliki perpustakaan tua, yang tiba-tiba lenyap secara misterius. Gereja ini kemudian menjadi biara para laki-laki. Wilayah di sekitar Gereja Shoana ini memiliki banyak kuburan, yang mungkin merupakan alasan mengapa ia dibangun di sana.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.