Perbedaan Ujian Masuk Universitas Rusia, AS, Inggris, dan Tiongkok

Para siswa bersorak saat guru-guru mereka mengibarkan bendera sebelum pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional di Hengshui, Provinsi Hebei, 7 Juni 2014. Menurut Xinhua News Agency, sekitar 9,39 juta siswa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi Tiongkok atau Gaokao tahun itu, yang merupakan ujian dengan persaingan yang sangat ketat dan dipandang sebagai pintu menuju kesuksesan.

Para siswa bersorak saat guru-guru mereka mengibarkan bendera sebelum pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional di Hengshui, Provinsi Hebei, 7 Juni 2014. Menurut Xinhua News Agency, sekitar 9,39 juta siswa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi Tiongkok atau Gaokao tahun itu, yang merupakan ujian dengan persaingan yang sangat ketat dan dipandang sebagai pintu menuju kesuksesan.

Reuters
Andrei Sidenko, yang dianugerahi penghargaan “Guru Tahun Ini” pada 2013, membandingkan ujian masuk universitas Rusia dengan ujian serupa di Amerika Serikat (SAT), Inggris (A-level), dan Tiongkok (Gaokao).

1. Baik Ujian Nasional Terpadu (EGE) Rusia, SAT, A-level, maupun Gaokao adalah ujian masuk universitas dan sama-sama diadakan pada musim semi atau musim panas.

2. Sementara nilai A-level, Gaokao, dan EGE cukup sebagai syarat untuk diterima di sebuah universitas, nilai SAT hanya mencakup 25 persen kriteria aplikasi universitas. Selain nilai SAT, universitas di AS juga memperhitungkan IPK SMA, kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, surat rekomendasi, dan esai calon mahasiswa.

3. A-level, Gaokao, dan EGE wajib diikuti seluruh siswa. Sementara, SAT hanya perlu diikuti jika seseorang ingin mendaftar ke universitas.

4. Bagian Matematika SAT cukup mudah. Sementara, bagian kemampuan pengetahuan bahasa Inggris (tata bahasa dan kemahiran membaca) benar-benar diperhatikan. SAT juga memiliki tes untuk beberapa mata pelajaran terpisah yang bisa dipilih. Peserta ujian harus memilih tiga dari empat pilihan mata pelajaran.

Sejak 2015, bagian Matematika EGE terbagi menjadi dua bagian: Matematika Dasar dan Matematika Lanjutan. Bagi mereka yang tidak membutuhkan Matematika untuk masuk ke universitas, mereka hanya perlu lulus pada bagian Matematika Dasar. Sementara, mereka yang membutuhkan nilai Matematika sebagai syarat masuk universitas harus mengikuti ujian Matematika Lanjutan yang jauh lebih sulit. Pada A-level dan Gaokao, tidak ada pembagian seperti ini.

5. Kondisi ujian yang paling sulit ada di Tiongkok. Sama seperti pelaksanaan EGE, pintu masuk ke ruang ujian memiliki detektor logam, dan, sama seperti para pelajar Rusia, para lulusan SMA Tiongkok dilarang menggunakan gadget apa pun selama ujian.

Menyontek di Tiongkok akan berakibat pada larangan mengikuti ujian ulangan seumur hidup. Hal semacam ini tidak ada di Rusia. Naskah soal Gaokao diberikan oleh petugas polisi, sedangkan di Rusia dilakukan oleh petugas komunikasi khusus. Kondisi ujian SAT atau A-level, yang sama sekali tidak ada peraturan ketat seperti itu, jauh lebih santai.

6. Ujian SAT berlangsung selama 405 menit. A-level membutuhkan waktu 60 – 90 menit, tergantung pada ujian. Sementara, mata pelajaran wajib pada Gaokao harus diselesaikan dalam waktu 120 menit dan 90 menit untuk pelajaran tambahan. Di Rusia, EGE harus diselesaikan antara 360 – 480 menit.

7. Perbedaan lainnya pada SAT adalah mengenai prosedur pembayaran bagi mereka yang ingin masuk ke universitas. Jika tes diadakan di Amerika Serikat, peserta ujian akan dikenakan biaya sebesar 45 dolar (sekitar 600 ribu). Namun, jika mengikuti tes di luar negeri, peserta ujian dikenakan biaya 75 dolar (hampir satu juta rupiah). Sementara, baik EGE, A-level, maupun Gaokao tidak dipungut biaya.

Andrei Sidenko adalah salah satu dari sepuluh guru paling berpengaruh di dunia, menurut komunitas guru AS Connect Learning Today.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.