‘Sekolah Pintar’: Proyek Inovatif untuk Dunia Pendidikan Rusia

Pembangunan sekolah inovatif ini dimulai pada 2017, yaitu empat tahun setelah rencana ini menerima penghargaan “Runet Award” sebagai proyek bahasa Rusia terbaik di bidang sains dan pendidikan.

Pembangunan sekolah inovatif ini dimulai pada 2017, yaitu empat tahun setelah rencana ini menerima penghargaan “Runet Award” sebagai proyek bahasa Rusia terbaik di bidang sains dan pendidikan.

Smart School
Sebuah ‘Sekolah Pintar’ yang memadukan tren terbaru dalam pendidikan dengan perkembangan baru dalam arsitektur dan teknologi digital akan dibangun di Irkutsk pada 2019.

Sebuah ‘Sekolah Pintar’ (Smart School) akan dibangun di Irkutsk (sekitar 5.200 km di timur Moskow) pada 2019. Proyek ini dianggap sebagai suatu terobosan dalam sistem pendidikan Rusia. Seluruh distrik untuk keluarga yang memiliki anak angkat akan dibangun di sekitar sekolah. Sekolah itu akan memadukan tren terbaru dalam pendidikan dengan perkembangan baru dalam arsitektur dan teknologi digital.

Pembangunan sekolah inovatif ini dimulai pada 2017, yaitu empat tahun setelah rencana ini menerima penghargaan “Runet Award” sebagai proyek bahasa Rusia terbaik di bidang sains dan pendidikan. Dalam dua tahun, kompleks pendidikan modern seluas 21 hektare dan berada 60 km dari Danau Baikal ini akan dibangun di di tepi Sungai Angara, Irkutsk. Lebih dari seribu anak direncanakan akan masuk sekolah ini, dan sekitar 15 persen di antaranya berasal dari keluarga asuh.

Proyek ini didanai oleh Yayasan Amal “Rumah Baru”, yang bukan hanya berperan sebagai sponsor, tapi juga sebagai koordinator atas seluruh proses yang diperlukan untuk pengimplementasian proyek ini.

Kompleks pendidikan di Irkutsk ini akan mencakup lebih dari tiga lusin bangunan. Sumber: Smart SchoolKompleks pendidikan di Irkutsk ini akan mencakup lebih dari tiga lusin bangunan. Sumber: Smart School

Perhatian pada Daerah Terbelakang

Proyek semacam itu memang akan lebih mudah dibangun di dekat Moskow atau Sankt Peterburg. Di dua kota besar itu, segala infrastruktur yang diperlukan bisa ditemukan dengan mudah dan pembangunan pun lebih mudah dikontrol. Namun, proyek tersebut dipindahkan ke Irkutsk di Siberia karena sebagian besar anak yatim piatu dan anak-anak yang kehilangan orang tua asuh di Rusia saat ini berada di daerah itu.

Selain itu, untuk melaksanakan proyek seperti “Sekolah Pintar”, ini dibutuhkan kota besar yang dapat mengakomodasi kebutuhan banyak anak. “Kita perlu menciptakan kompleks pendidikan yang dapat memberi efek nyata di masa depan. Itulah sebabnya Irkutsk yang dipilih,” komentar Kepala Proyek Mark Sartan.

Inovasi utama sekolah tersebut adalah pembangunan desa untuk keluarga angkat dan pengintegrasiannya ke dalam kompleks pendidikan. “Pendekatan ini bisa menjadi solusi bagi salah satu masalah utama keluarga asuh, yaitu proses adaptasi yang rumit bagi anak-anak terhadap sekolah, keluarga, perwalian yang terpecah, dan para guru. Dengan menggabungkan semua komponen yang diperlukan bagi anak angkat untuk beradaptasi di lingkungan masyarakat, seluruh ekosistem ini akan menjadi solusi yang optimal,” jelas Mark Sartan.

Lingkungan untuk Pendidikan

Rencananya, seluruh distrik yang akan dibangun akan menciptakan lingkungan belajar yang unik. Kompleks pendidikan di Irkutsk ini akan mencakup lebih dari tiga lusin bangunan: segala sesuatu yang diperlukan untuk anak-anak dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Pusat-pusat kebudayaan, rekreasi, atletik, dan pelatihan lokakarya pun akan dibangun. Semua ini akan dikombinasikan dengan lingkungan pendidikan digital, dan pada akhirnya menciptakan ekosistem yang unik.

Tak hanya itu, arsitekturnya pun akan digunakan sebagai alat edukasi. “Pertama-tama, kita akan memikirkan jenis pendidikan yang seharusnya diterapkan, dan bagaimana arsitektur bisa menjadi instrumen untuk pengimplementasinnya,” ujar Sartan. Dengan demikian, ilmu alam akan diajarkan dengan desain yang “ketat”, sedangkan proyek-proyek kreatif — sebaliknya — akan dilakukan di lingkungan yang penuh inspirasi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.