Turisme Etnik di Rusia: Pengalaman Baru dalam Berwisata

Ke mana pun para rusa kutub pergi, ke sanalah para penggembala mengikuti.

Ke mana pun para rusa kutub pergi, ke sanalah para penggembala mengikuti.

Lori, Legion Media​
Berikut RBTH menyajikan beberapa tempat wisata yang bisa Anda jadikan sebagai tempat belajar membuat keju, merawat rusa, dan bernyanyi dengan suara tenggorokan.

Papako membuat sayatan kecil di leher seekor rusa yang tersungkur di tanah, menghisap sedikit darah dari irisan tersebut, dan menawari saya untuk mencicipinya. Saya berusaha menahan muntah dan berharap mendapat sedikit dukungan dari teman-teman saya yang masih ada di sisi saya hingga semenit lalu. Namun, kini mereka hilang tanpa jejak. “Kurang ajar,” kata saya dalam hati.

Tenda-tenda penuh kesibukan hari ini. Berbagai hidangan dimasak untuk para tamu. Sementara, para penduduk lokal dengan gagah mondar-mandir menggunakan kereta luncur mereka, berusaha menghindari tabrakan dengan para turis yang malang. Papako adalah seorang gembala rusa. Hari ini, ia akan mengajari saya bagaimana merawat rusa. Jika tak melihat jaket musim dingin teman saya yang modern, atau kamera yang bergelantungan di leher mereka, sulit menebak sedang ada di tahun atau bahkan abad berapa saya saat ini. Tundra di sekeliling kami sepertinya tak memiliki kehidupan. Mereka membiaskan waktu, membuat kita sulit kabur tanpa intervensi dari luar.

Ada setidaknya 41 ribu masyarakat adat yang tinggal di Yamal. Foto: Lori, Legion MediaAda setidaknya 41 ribu masyarakat adat yang tinggal di Yamal. Foto: Lori, Legion Media

Para perempuan lokal menggoreng camilan yang dibuat dari darah rusa, tepung, dan mencampur beri dengan lemak rusa. Jika kami beruntung, hari ini kami juga ditawari susu rusa — tak seperti sapi, rusa hanya memproduksi segelas susu selama beberapa bulan tiap tahunnya.

Terletak di Semenanjung Yamal, Distrik Otonom Yamalo-Nenetsky merupakan salah satu tujuan turisme etnik terbesar Rusia. Ia hanya tersaingi oleh Distrik Hanty-Mansi (yang juga dikenal sebagai Yugra), yang terletak di selatan. Cagar budaya Torum Maa merupakan salah satu yang didirikan di Rusia pada pertengahan 1980-an. Tujuan turisme budaya lainnya di Rusia adalah Yakutia, Altai dan Tyva, Chukotka, Kaukasus, dan Republik Komi.

Yamal

Terdapat 41 ribu warga pribumi yang tinggal di Yamal, termasuk 15 ribu orang nomaden. Mereka pada dasarnya menghabiskan hidup mereka mengikuti kawanan rusa dari satu padang rumput ke padang rumput lain, membawa tenda dan harta-benda di kereta luncur mereka. Ke mana pun para rusa pergi, gembala membuntuti — dan rusa-rusa harus pergi ke tempat yang memiliki banyak lumut kerak, sumber nutrisi utama mereka.

Ke mana pun para rusa kutub pergi, ke sanalah para penggembala mengikuti. Foto: Geo PhotoKe mana pun para rusa kutub pergi, ke sanalah para penggembala mengikuti. Foto: Geo Photo

Berdasarkan data Badan Statistik Rusia, terdapat 48 suku pribumi yang hidup di Rusia, kebanyakan di Utara Jauh, Siberia, Timur Jauh, dan Kaukasus. Populasi etnik lokal di Rusia tak sampai 500 ribu orang, atau 0,3 persen dari total keseluruhan penduduk.

Menurut pejabat yang mengurus strategi pengembangan Distrik Otonom Yamalo-Nenetsky, turisme etnik dapat memacu perekonomian lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan. Ia juga bisa membantu melestarikan budaya lokal para penduduk pribumi, seperti Papako dan kawan-kawannya — para gembala rusa.

Harga tur budaya di Yamal berkisar 48 ribu hingga 160 ribu rubel (sekitar 8,9 juta  – 29 juta rupiah), termasuk pesawat. Untuk rincian lebih lanjut mengenai tur ini, kunjungi situs Yamal Tour.

Yakutia

Oymyakon, tempat terdingin di muka bumi, merupakan salah satu destinasi turisme etnik di Rusia. Temperatur terendah yang pernah tercatat di sini adalah -77,8 derajat Celcius. Namun demikian di musim panas, suhu bisa mencapai 30 derajat Celcius. Daya tarik turis antara lain Danau Labynkyr, tempat yang sangat cocok untuk memancing, sekaligus rumah bagi sejumlah makhluk prasejarah raksasa — jika beberapa laporan bisa dipercaya.

Para turis juga ada yang berburu tulang mamut, dan bisa menghabiskan waktu sehari atau dua hari tinggal bersama warga lokal di tenda tradisional mereka. Orang-orang yang tinggal di sini kebanyakan bertahan hidup dengan berburu; para turis juga boleh bergabung dengan perburuan tersebut.

Harga tur berkisar dari 82 ribu rubel (sekitar 15,3 juta rupiah). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs Russia Discovery, Yakutia Travel, atau Planet Yakutia.  

Altai

Altai kadang disebut Shambhala Rusia. Daftar kegiatan tur budaya di wilayah pegunungan ini selalu termasuk kunjungan ke shaman (dukun) setempat dan mengikuti kursus menyanyi dengan menggunakan suara tenggorokan. Para turis dapat menghabiskan satu minggu penuh berwisata dengan orang-orang nomad Telengite. Suku Telengite merupakan salah satu suku terkecil di Rusia. Saat ini, hanya tersisa 2.400 orang dari suku tersebut yang tersisa. Atraksi lain termasuk pemukiman para Ritualis Lama di dekat danau Multinsky.

Altai kadang disebut Shambhala Rusia. Sumber: Lori / Legion MediaAltai kadang disebut Shambhala Rusia. Sumber: Lori / Legion Media

Harga tur berkisar dari 52 ribu rubel (sekitar 9,7 juta rupiah). Untuk rincian lebih lanjut, kunjungi situs Russia Discovery, Agri Tourism, atau Sayan Ring.

Chukotka

Tur budaya di Chukotka memang tidak murah, tapi pengalaman mengikuti tur semacam itu sangat unik. Kebanyakan tur mengombinasikan elemen turisme budaya dan lingkungan. Para pemandu profesional akan membawa para turis 600 kilometer ke dalam Chukotka, melintasi gunung-gunung yang tinggi menjulang, memancing, mengeksplorasi pesisir Arktik menggunakan motor ATV dan mobil salju, berlayar menggunakan perahu, mengunjungi area perburuan paus milik warga lokal, dan menunggang rusa.

Tur budaya di Chukotka memang tidak murah. Foto: Geo PhotoTur budaya di Chukotka memang tidak murah. Foto: Geo Photo

Harga tur dibanderol dari 70 ribu rubel (sekitar 13 juta rupiah), dan tidak termasuk pesawat. Kunjungi situs Visit Chukotka dan Agri Tourism untuk informasi lebih lanjut.

Kaukasus

Dua republik di Kaukasus, Adygeya dan Kabardino-Balkaria, terkenal akan atraksi turisme rural mereka. Para turis diundang untuk menghabiskan beberapa hari di desa Balkarian kuno di pegunungan yang terletak 2.000 meter di atas permukaan laut, bermalam di kabin gembala, atau menyewa saklya, rumah tradisional yang dibangun pada abad ke-15. Mereka juga bisa ambil bagian dalam panen jerami. Di Adygeya, para penduduk lokal akan mengajari Anda membuat keju mereka yang terkenal, dan Anda akan tinggal di desa pegunungan Aul sungguhan.

Dua republik di Kaukasus, Adygeya dan Kabardino-Balkaria, terkenal akan atraksi turisme rural mereka. Sumber: RBTHDua republik di Kaukasus, Adygeya dan Kabardino-Balkaria, terkenal akan atraksi turisme rural mereka. Sumber: RBTH

Harga tur mulai 10 ribu rubel (sekitar 1,8 juta rupiah). Untuk rincian lebih lanjut kunjungi situs Elbrus Tour Service.

Taman Budaya

Taman Ataman, Wilayah Krasnodar

Taman tersebut menciptakan kembali desa Cossack sungguhan dari awal abad ke-18 hingga tahun awal pascaperang. Tiap bangunan di desa ini disponsori oleh satu distrik Wilayah Krasnodar. Melihat seluruh desa membutuhkan waktu setidaknya dua hingga tiga jam.

Gornoknyazevsk, Yamal

Permukiman kecil ini terletak 12 km dari kota Salekhard dan pernah menjadi ibu kota adat pribumi Hanty. Permukiman ini kini dijadikan museum. Salah satu elemen pameran adalah rumah Kakek Iri, Sinterklas masyarakat Yamal. Para turis juga diundang untuk melihat permukiman adat yang telah direstorasi, arsitektur kayu kuno, dan pameran etnik raksasa dengan kereta luncur, patung kayu, dan tenda-tenda unik.

Etnomir, Moskow

Etnomir merupakan taman budaya di perbatasan Moskow dan wilayah Kaluga. Pengunjung disarankan memesan tur satu hari. Mereka juga bisa bermalam di hotel setempat. Etnomir menciptakan kembali kehidupan desa Rusia di zaman dahulu kala. Ia memiliki museum kompor Rusia (pengunjung bahkan boleh memanjat ke dalam struktur raksasa tersebut). Terdapat pula beberapa pameran yang menciptakan kembali desa tradsional dari negara-negara Slavik lainnya.

Liburan dan Festival

Yamal: Festival Rusa

Festival Rusa Yamal digelar dari awal Maret hingga pertengahan April, ketika para gembala mengarahkan para rusa dari padang musim dingin ke padang musim panas. Selama festival, para turis diundang untuk ambil bagian dalam kompetisi yang menentukan kostum terbaik pria dan wanita, serta tim rusa terbaik. Acara lain termasuk loncat dari kereta luncur, melempar tombak, balap rusa, dan balap ski.

Tyva: Naadym, Festival Binatang Petani

Festival binatang petani Tyva digelar pada pertengahan Agustus. Program ini termasuk panahan, balap kuda, dan kompetisi untuk baju zirah kuda terbaik dan kostum nasional terbaik.

Yakutia: Ysyakh, Tahun Baru Masyarakat Yakutia

Festival ini digelar antara 10  25 Juni. Bagi penduduk lokal Yakutia, Tahun Baru adalah liburan musim panas, yang mereka rayakan dengan balap kuda, ritus tradional, dan tarian. Hidangan tradisional juga ditawarkan kepada semua tamu selama Ysykh adalah kumiss, atau susu fermentasi kuda betina.

Komi: Festival Berburu

Tiap desa di Republik Komi merayakan Hari Berburu pada akhir September. Para tamu selalu dijamu dengan sajian tradisional pemburu Komi, yang dibuat dari unggas liar dan ikan. Perayaan termasuk kompetisi panahan, balap perahu, menangkap salmon, dan acara khusus untuk menentukan pemburu terbaik.

Chukotka: Balap Kereta Luncur Anjing

Balap kereta luncur anjing Chukotka digelar pada April. Balapan ke Ujung Dunia adalah acara yang berlangsung selama dua minggu, dan rutenya terbentang sepanjang 1.114 km. Balapan ini pertama kali digelar pada 1991. Balapan tersebut dimenangkan oleh Kate Parsons, seorang warga Amerika. Pemenang terkenal lainnya adalah Mikhail Tynetegin, seorang warga Rusia berusia 76 tahun yang telah memenangkan lomba sebanyak empat kali.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.