Kepiting Kosmik dan Salmon Bintang: Apa Menu Kosmonot Hari ini?

Tiap negara memasok kosmonotnya dengan makanan mereka masing-masing.

Tiap negara memasok kosmonotnya dengan makanan mereka masing-masing.

Yekaterina Chipurenko / RBTH, TASS
Para pekerja di luar angkasa membutuhkan makanan yang diproduksi dan dikemas secara khusus, yang memberi kebutuhan nutrisi yang seimbang selama mereka jauh dari Bumi berbulan-bulan. RBTH mengunjungi pabrik Rusia yang memproduksi makanan untuk kosmonot yang akan menjalankan perjalanan antariksa mereka.

Sumber: Yekaterina Chipurenko / RBTH, TASS

Terletak tiga kilometer dari Moskow, permukiman Ismailovo terlihat seperti tipikal pinggiran Moskow dengan lubang-lubang dan bangunan bertingkat. Satu-satunya hal yang menarik mengenai pemukiman tersebut adalah kebun apel yang tertata rapi, yang menyambut Anda saat memasuki kota kecil ini. Di depan kebun berdiri sebuah gedung kuning, pabrik ekperimental Biryulevsky. Ini merupakan satu-satunya perusahaan di Rusia yang khusus memproduksi makanan untuk kosmonot.

Tiap tahap proses, mulai dari persiapan makanan hingga pengemasan, dilakukan secara tertutup. Saat mengintip dari jendela koridor di dinding, terlihat para perempuan berjas putih menaruh spageti dan jamur ke dalam kemasan transparan dengan bentuk tak biasa. Makanan tersebut telah dikeringkan, seperti buah kering. Makanan inilah yang dibawa para kosmonot Rusia dalam perjalanan mereka ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dari Tabung hingga Sublimasi

“Pada tahun 1960-an hingga pertengahan 1980-an, makanan antariksa dikemas dalam tabung,” kata Viktor Dobrovolsky, Direktur Institut Riset untuk Industri Konsentrasi Makanan dan Teknologi Makanan Khusus, sekaligus Kepala Desainer Makanan Antariksa. “Sembilan produk, termasuk sup dan jus, ditempatkan dalam tabung untuk manusia pertama yang menjejak luar angkasa, Yuri Gagarin. Ia merupakan orang pertama yang mencoba makanan dalam tabung.”

Sumber: Tatyana Shramchenko / RBTH

Saat ini, makanan antariksa memiliki aspek lain. Sejak paruh kedua 1980-an, makanan antariksa disublimasi dan dikeringkan, sehingga membantu mengurangi volume dan massanya, terang Dobrovolsky.

Sublimasi dilakukan dengan bantuan perangkat khusus. Pertama, produk dibekukan pada suhu -70 derajat. Mereka kemudian dikeringkan dan dikemas. Pada tahap akhir, Anda akan melihat kemasan transparan kecil dengan porsi makanan mini. Dengan metode ini, 97 persen nutrisi utama dipertahankan. Selain itu, tambahan penguat rasa, pewarna, dan zat aditif buatan lainnya tak diperbolehkan.

Kosmonot juga menggunakan kemasan ini untuk penyajian. Dengan bantuan tabung khusus, mereka menuangkan sejumlah air panas dan dingin ke dalam kemasan untuk mengembalikannya ke bentuk semula. Mereka kemudian meremas kemasan tersebut, menunggu selama tujuh hingga sepuluh menit sampai makanan kembali ke bentuk awal, memotong ujung kemasan tersebut dan mulai menyantapnya. Bekas kemasan kemudian ditekan dan dibuang dari stasiun luar angkasa menggunakan pesawat kargo luar angkasa.

Jatah kosmonot termasuk makanan kaleng: kepiting, salmon, ikan sturgeon, semua dalam kaleng aluminium. Kaviar hitam juga disajikan di luar angkasa selama dua tahun terakhir. Sebelum dikirim, semua makanan melalui pemrosesan termal sehingga bisa bertahan hingga setengah tahun.

Semua bahan mentah yang digunakan dalam industri makanan antariksa merupakan produk Rusia: kaviar dipasok oleh wilayah Volgograd, tempat ikan-ikan salmon dipelihara di kolam; ikan sturgeon berasal dari Astrakhan; kepiting dari Timur Jauh; sementara roti dan keju diproduksi di pabrik Moskow.

Tiap pesawat antariksa yang terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional membawa buah dan sayuran segar: lemon, tomat, bawang, dan bawang putih. Sebelum dikirim, produk diberi zat rahasia, yang menurut Dobrovolsky, tak bisa ditemukan di tempat lain di muka bumi. Setelah itu, buah dan sayuran segar bisa bertahan di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama 40 hari tanpa berubah bentuk.

Popularisasi Makanan Antariksa

Pada Februari 2015, dalam pameran perdagangan di VDNKh, Moskow, sebuah mesin eksperimental dipasang untuk menjual makanan luar angkasa dalam tabung. Sebuah tabung borsch, daging domba asin, atau daging babi dengan sayuran dijual seharga 300 rubel (sekitar 5,75 dolar AS pada saat itu). Terdapat 12 tipe produk. Tahun ini dan 1,5 tahun mendatang akan ada sekitar 200 mesin di sekeliling kota.

Diet Kosmonot

Para kosmonot makan empat kali sehari: tiga menu utama dan satu menu tambahan setelah pelatihan intensif atau eksperimen kompleks. Jatah harian tiap orang mengandung sekitar tiga ribu hingga 3.100 kalori.

Dokter dan ahli biologi menentukan seberapa banyak protein, lemak, dan karbohidrat, serta elemen makro dan mikro, yang diperlukan untuk tiap porsi. Mereka juga mengecek produk untuk melihat apakah makanan mengandung pestisida, garam dari logam keras, dan zat berbahaya lainnya. Sebelum muncul di menu pesawat luar angkasa, produk dicicipi oleh kosmonot dan dinilai berdasarkan sistem sembilan poin: mereka hanya menerima makanan dengan skor di atas enam.

Indera perasa bisa berubah pada kondisi gravitasi nol. Sulit untuk memprediksi bagaimana persepsi rasa berubah pada tiap individu. Untuk beberapa orang, makanan manis tak lagi terasa manis, atau beberapa orang tak bisa merasakan asin. Sains masih belum tahu mengapa ini terjadi.

Tiap negara memasok kosmonotnya dengan makanan mereka masing-masing. Makanan Rusia diberikan bagi kosmonot Rusia, makanan Amerika untuk astronot Amerika. Namun, jika kosmonot Rusia mau, mereka bisa memesan produk dari jatah Amerika, begitu pula sebaliknya. “Para astronot Amerika menyukai menu pertama kami (borsch, rassolnik, dan kharcho) serta keju cottage, makanan kaleng, dan kaviar,” kata Dobrovolsky.

Untuk malam Tahun Baru, pabrik Biryulevsky mempersiapkan paket liburan berdasarkan daftar keinginan para kosmonot yang dikirim sebelumnya. Mereka biasanya meminta produk perayaan tradisional, seperti asinan mentimun dan jeruk. Alkohol adalah satu-satunya hal yang dilarang di antariksa. “Tak ada hal yang tak disiapkan untuk kosmonot,” kata Dobrovolsky. “Jumlah mereka tak banyak, jadi semua hal harus dilakukan untuk menyenangkan mereka.”

Fakta Menarik

  • Biaya pengiriman satu kilogram makanan ke Stasiun Luar Angkasa adalah sekitar 10 ribu dolar AS.
  • Para kosmonot memiliki stok cadangan makanan selama 40 hari.
  • Penyanyi Inggris Sarah Brightman, yang melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa sebagai turis pada bulan September 2015, membayar 60 juta dolar AS hanya untuk makanannya.
  • Salah satu produk yang paling populer dan sering dipesan di antara kosmonot adalah keju cottage dengan kacang.
  • Makanan-makanan "dunia", seperti kue, selai, makanan ringan rasa buah-buahan dan permen, bisa dibawa ke Stasiun Luar Angkasa. Produk-produk ini tidak akan melalui suatu pengolahan khusus, tapi akan ditempatkan di bungkusan kedap udara.
 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.