Berburu Kecantikan Negeri Ajaib di Utara

Kizhi.

Kizhi.

Igor Georgiev / strana.ru
Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO ini menarik perhatian turis dengan arsitektur kayunya yang memesona: gereja kuno terletak di sebuah pulau di Danau Onega, menciptakan imajinasi dengan kecantikannya yang unik.

Bagi kebanyakan warga Rusia, Pulau Kizhi merupakan contoh arsitektur kayu abad pertengahan: dengan hanya menggunakan kapak tukang kayu, para pengrajin menciptakan mahakarya arsitektur dunia. Selain itu, tak heran ansambel arsitektur kompleks gereja Kizhi (dikenal sebagai Kizhi Pogost) merupakan salah satu tempat di Rusia yang masuk Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, tepatnya, kedua setelah Sankt Peterburg dan pinggirannya. Kizhi Pogost menjadi salah satu daya tarik utama di Rusia utara dan tempat yang harus dikunjungi bagi siapa pun yang menyambangi ibu kota Karelia.

Pelestarian Kizhi Pogost menjadi prasyarat terbentuknya museum ruang terbuka pertama di Rusia: Museum Terbuka Sejarah, Arsitektur, dan Etnografi Kizhi. Memiliki luas sepuluh ribu hektar, museum tersebut terdiri dari 76 bangunan kayu kuno, termasuk Gereja Kebangkitan Lazarus, gereja tertua di Rusia, dan sekitar lima ratus ikon.

Tempat ini terletak di salah satu dari 1.650 pulau di Danau Onega, dan memiliki dermaga, jalan kayu, dua kios dan jalan setapak yang menghubungkan gereja ke rumah dan rumah ke kincir angin: jalan setapak ini dapat digunakan untuk mengelilingi seluruh pulau (memiliki panjang lima kilometer dan lebar 500 meter),  hilang di antara pulau-pulau serupa dan pulau yang tersebar di bagian utara danau.

Antara abad ke-11 dan ke-15, daratan tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Besar Novgorod. Pada 1478, tanah Novgorod dianeksasi oleh Negara Moskow.

Pada Perang Dunia II, area tersebut jatuh ke tangan Finlandia. Namun pada 1945, Kizhi Pogost, bersama beberapa rumah petani di pulau ini diumumkan menjadi cagar nasional. Pada 1951, rumah petani Oshevnev dipindahkan ke area tetangganya. Sejak itu, sejumlah pameran lain ditransfer ke museum arsitektur kayu tersebut. Pada 1994, setelah setengah abad terbengkalai, layanan Ortodoks kembali digelar di Gereja Kizhi Pogost.

Daya tarik utama pulau ini ialah Gereja Transfigurasi yang dibangun pada 1714. Dengan tinggi 37 meter, gereja ini dihiasi 22 kubah dengan ukuran berbeda yang disusun dengan klaster berjenjang, semuanya menuju surga. Para pengrajin kuno berhasil menciptakan efek yang sungguh memesona: jika Anda memandang kubah-kubah tersebut cukup lama, Anda akan merasakan efek bergerak ke atas. Ilusi optik ini muncul akibat ukuran dan penempatan relatif kubah-kubah tersebut sepanjang dua garis yang berdekatan. Selain itu, keunikan lainnya adalah gereja ini dibangun tanpa paku sama sekali.

Faktanya, struktur bangunan ini memiliki beberapa paku kecil, tapi mereka berfungsi untuk menempelkan papan ke kubah, tiap papan ditahan oleh sebuah paku besi.

Dilihat dari bawah, kubah ini terlihat diselimuti sisik patin tua. Aspen, material yang menyusun 'sisik' tersebut merupakan benda yang luar biasa, ia tak bisa retak karena hujan ataupun sinar matahari. Dasar gereja memiliki tinggi 20 meter dari 29 meter, dan dibuat dari kayu pinus yang padat, yang tumbuh di tanah yang sangat kering dan sangat bergetah. Kayu dipotong dengan kapak dan dipahat dengan jeli, tanpa menggunakan gergaji logam. Berbeda dengan gergaji, potongan tajam yang dihasilkan oleh kapak tak merobek kayu, sehingga air tak bisa merembes ke dalam kayu.

Efek visual menarik dari karakteristik gereja ini ialah ia terlihat sama dari semua sudut. Bahkan hal yang lebih mengejutkan adalah teknik yang digunakan para ahli Rusia untuk membuat bangunan kayu ini awet dan tahan hujan dan kelembaban. Tetesan air hujan jatuh dari salib di pusat kubah ke kubah yang lebih rendah atau bergerak ke atap, sehingga jelas bahwa banyak elemen dekorasi juga berguna, dirancang untuk melindungi bangunan gereja dari kelembaban. Bahkan jika ada sedikit air yang masuk ke bawah atap, terdapat atap pelana di bawahnya, yang dipasang dengan lapisan kayu birch, tempat palung dengan wadah khusus yang menyerap air.

Pulau ini memiliki 89 monumen arsitektur kayu Rusia dari abad ke-15 hingga abad ke-20. Tur standar pulau museum ini berlangsung selama tiga jam.

Fakta Menarik

Atap ‘bersisik’ (disebut lemekh) yang menyelimuti kubah dibuat dari aspen yang dipilih dengan jeli, tak boleh terlalu tua atau muda. Pengrajin paling kawakan dapat membuat 30 potongan kayu dalam sehari, sehingga untuk membuat keseluruhan satu gereja perlu waktu dua tahun. Dan bayangkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membuat lemekh bagi gereja berkubah 22.

Pada 2014, restorasi skala besar Gereja Transfigurasi selesai. Sekitar 20 – 30 persen kayu diganti. Rekonsruksi tersebut menggunakan perangkat tuas kuno, yang disebut vag; sama seperti teknik yang digunakan 400 tahun lalu.

Cara Mencapai Tempat Ini

Kapal hidrofoil berangkat dari Petrozavodsk setiap hari pukul 08.45 dan 11.30. Tiket untuk orang dewasa ialah 1.990 rubel (sekitar 405 ribu rupiah). Bagi anak-anak di bawah 12 tahun, diskon 50 persen. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Biaya pemandu wisata ialah 180 rubel untuk orang dewasa, dengan tiket diskon bagi pelajar menjadi 70 rubel.

Dengan kereta: 15 jam perjalanan dari Moskow (1.200 rubel atau sekitar 240 ribu rupiah) atau tujuh jam dari Sankt Peterburg (harga mulai 800 rubel atau sekitar 162 ribu rupiah).

Selain itu, Kizhi juga bisa dikunjungi dengan memesan paket kapal pesiar. Wisata lima hari sepanjang rute Sankt Peterburg – Svirstroi – Kizhi – Petrazavodsk – Mandrogi – Sankt Peterburg, termasuk akomodasi di kabin untuk tiga orang, dibanderol seharga 6.500 rubel (sekitar 1,3 juta rupiah) per orang.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.