Muslim Rusia Sambut Perayaan Maulid Nabi dengan Sukacita

Vladimir Astapkovich/RIA Novosti
Dalam menyambut maulid Nabi Muhammad, ribuan umat Islam dari berbagai kota dan republik di Rusia merayakan hari bersejarah ini dengan mengagungkan nama sang rasul, menulis puisi yang didedikasikan kepada Rasulullah, dan membuat video serta mempelajari biografinya. Bulan Rabiulawal yang tahun ini dimulai pada 12 Desember dirayakan umat Islam di Rusia sebagai bulan maulid. Umat Islam di Rusia berkumpul dan memuji kepribadian Nabi Muhammad dan bercerita tentang kisah dan akhlak Rasulullah sepanjang hidupnya.

Miliaran selawat dikumandangkan oleh umat Islam di Chechnya di sepanjang bulan ini. Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov bahkan mengimbau warganya untuk mengumandangkan selawat kepada sang nabi sesering mungkin. Pada halaman Instagramnya, Kadyrov bahkan menuliskan pencapaian pribadinya yang telah membaca sepuluh juta selawat sejak awal bulan, dan ini belum selesai. Menurutnya, di Chechya telah dibacakan lebih dari 20 miliar doa untuk Nabi Muhammad, dan angka itu akan terus bertambah. Jumlah doa ini dihitung dengan tasbih elektronik khusus.

Tradisi dan Kehidupan Modern

Maulid sudah lama dirayakan oleh masyarakat Tatar, ungkap Wakil Ketua Pertama Administrasi Spiritual Muslim Rustam Batrov dalam wawancaranya dengan RBTH. Para muslim berkumpul di berbagai masjid atau rumah-rumah ibadah, lalu seluruh anggota keluarga atau ummah, bersama-sama menghafalkan hadis, menyanyikan lagu nasyid, dan mendengarkan khotbah.

Nasyid

Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara, biasanya berupa nyanyian yang bercorak Islam dan mengandung nasihat, kisah para nabi, dan pujian kepada Allah. Biasanya nasyid dinyanyikan secara akapela dengan hanya diiringi gendang. Metode ini muncul karena banyak ulama Islam yang melarang penggunaan alat musik, kecuali alat musik perkusi.

“Di berbagai masjid di Kazan, bulan Maulid biasanya disambut dengan mengadakan bermacam-macam acara lokal, seperti konser. Tahun ini, Masjid Kul Sharif mengadakan pameran kaligrafi tradisional Tatar (shamail) yang berhubungan dengan kepribadian Rasulullah,” kata Batra.

Tak hanya itu, di sepanjang bulan ini, berbagai organisasi muslim mengumumkan beraneka lomba dan mengadakan kegiatan untuk anak-anak. Pada perayaan Maulid tahun lalu, diadakan kompetisi jurnalis nasional “Rahmat Nabi Muhammad” dan lomba puisi tahunan “Nabi Muhammad: Rahmat bagi Semesta Alam”, yang awalnya didedikasikan untuk merayakan maulid sang nabi sekaligus menyatukan para penyair dari berbagai latar belakang negara dan agama.

Tahun ini, produsen boneka muslim yang mengenakan jilbab mengumumkan, anak-anak berusia di bawah 12 tahun dapat merekam video diri mereka dan mengirimkannya ke kompetisi “Cinta untuk Nabi”. Hasil karya anak-anak ini kemudian diunggah ke halaman Instagram.

Perayaan Utama

Perayaan maulid diselenggarakan di Masjid Putih di kota Bulgar (Tatarstan, 200 kilometer dari Kazan) selama tiga tahun berturut-turut pada 12 Rabiulawal (tahun ini jatuh pada 23 Desember 2015). “Kami bermaksud mengembangkan Bulgar sebagai pusat Islam di Rusia,” kata Rustam Batrov. “Oleh karena itu, kami mengadakan perayaan besar-besaran di tempat yang sangat berarti bagi umat Islam. Banyak umat Islam yang datang berkumpul ke sini dari seluruh penjuru negara, termasuk dari Kaukasus. Kami mengadakan khotbah dan akan ada sambutan dari tokoh-tokoh utama di republik.”

Pada malam hari sejak tanggal 22 hingga 23 Desember, ribuan orang jemaah, berikut para tamu dari luar negeri, perwakilan dari seluruh komunitas Kaukasus Utara, dan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di masjid utama di Chechnya. Sebelum diadakan salat Subuh, langit malam telah dipenuhi kembang api yang megah.

“Sepanjang bulan ini di masjid utama di Grozny, dua helai rambut Nabi Muhammad dipamerkan kepada publik,” kata Kepala Layanan Pers Administrasi Spiritual Muslim Republik Chechnya Ibrahim Terloev. “Dan di hari kelahiran Rasulullah, peninggalan lainnya, seperti mangkuk dan belati, juga akan dipamerkan. Seluruh pengunjung bisa mendapatkan air yang dituang dari mangkuk tersebut.”

Sementara itu, umat Islam di Moskow juga dapat langsung bergabung mengikuti tradisi spritual perayaan di seluruh masjid di ibu kota. Pada bulan Januari mendatang, muslim di Moskow dapat menghadiri acara teater di salah satu gedung konser terkemuka di Moskow. Konser yang didedikasikan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad telah diadakan selama sepuluh tahun terakhir. Banyak penyanyi terkenal yang turut bepartisipasi dalam konser tersebut dan hal ini pun menarik perhatian masyarakat umum.

Ungkapan Cinta

Dalam jejaring sosial, umat Islam saling berbagi sukacita mengenai perayaan ini. Mereka juga bercerita bagaimana mereka memahami makna cinta dan apa yang harus diungkapkan.

“Ketika Anda berpikir tentangnya (Rasulullah), jantung rasanya berhenti dan berdetak lebih cepat, seperti sedang jatuh cinta kepada seseorang. Semakin banyak saya mengetahui pelajaran hidup yang diajarkan Rasullullah serta sejarah dan perkataannya, semakin nyata ia bagi saya, dan semakin saya ingin lebih dekat kepadanya,” tulis Ayna pada halaman media sosialnya.

“Selayaknya seorang penggemar terhadap idolanya, si penggemar akan selalu mencoba untuk meniru idolanya dalam segala hal, selalu mengingatnya, mempelajari kisah hidupnya, dan mengimpikannya. Namun, kami di sini harus lebih dari sekadar ‘penggemar’ ketika itu menyangkut Rasulullah. Kami adalah umatnya,” ungkap Leila.

“Maulid merupakan saat kita untuk kembali mengingat, pertama-tama mengenai rasul kita, dan mengungkapkan rasa cinta kita untuknya. Jika kalian sedemikian cintanya kepada Rasulullah, bagaimana mungkin Anda menahan rasa cinta itu?” kata Rustam Batrov menambahkan. Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov telah mengakui bahwa “rasa cinta, hormat, dan pengagungan terhadap Rasulullah bersifat tak terbatas”.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.