Menjelajahi Katolik Moskow: Sejarah, Kecantikan, dan Tempat Ibadah

Katedral Perawan Suci Maria yang Tak Bernoda.

Katedral Perawan Suci Maria yang Tak Bernoda.

Lori/Legion-Media
Meski berkaitan erat dengan Kristen Ortodoks, bukan berarti di Moskow tak ada nuansa Katolik sama sekali. Menyambut hari Natal kali ini, RBTH mengumpulkan enam tempat yang paling cocok untuk merayakan Natal di ibu kota Rusia.

Paham Katolik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Moskow dan kehidupan masyarakatnya, bahkan banyak umat non-Katolik yang ikut merayakan Natal Katolik pada 25 Desember sebagai liburan musim dingin mereka. Liburan musim dingin di Moskow dimulai pada pertengahan Desember dan berlanjut hingga pertengahan Januari saat warga Rusia merayakan salah satu hari libur mereka, yaitu Tahun Baru Lama.

Natal dan Tahun Baru di Rusia

Orang Rusia merayakan Natal pada tanggal 7 Januari (mengikuti sistem kalender Julius, bukan kalender Gregorius seperti yang banyak digunakan di dunia saat ini). Meskipun Uni Soviet secara resmi mengadopsi kalender Gregorius pada tahun 1918, Gereja Ortodoks Rusia terus menggunakan kalender Julius. Perayaan tahun baru pun menjadi liburan yang dirayakan oleh kedua kalender. Tahun Baru Ortodoks adalah liburan tradisional informal yang dirayakan sebagai awal tahun baru dengan kalender Julius. Pada abad ke-20 dan ke-21, Tahun Baru Lama jatuh pada tanggal 14 Januari dalam kalender Gregorius.

Ada tempat-tempat bernuansa Katolik di Moskow, di antaranya katedral gothik Katolik Roma, rumah tua, serta gereja Ortodoks yang didedikasikan untuk Paus Klemens I. Di Moskow, setidaknya ada lima tempat bernuansa Katolik yang didirikan pada abad ke-18.

1. Katedral Perawan Suci Maria yang Tak Bernoda (27/13 Malaya Gruzinskaya ulitsa)

Katedral Perawan Suci Maria yang Tak Bernoda. Sumber: Lori/Legion-MediaKatedral Perawan Suci Maria yang Tak Bernoda. Foto: Lori/Legion-MediaIni merupakan katedral Katolik terbesar di Rusia. Gereja ini didirikan pada awal abad ke-20 di ulitsa Malaya Gruzinskaya, tempat komunitas diaspora Polandia tinggal. Pada masa Soviet, katedral ini bernasib seperti rumah ibadah lainnya: pertama ia ditutup, kemudian direformasi menjadi institusi sekuler Soviet. Baru pada 1999 gereja Katolik Roma ini dibuka kembali bagi jemaatnya dalam bentuk neo-gothik.

Agama pada masa Uni Soviet

Sebelum revolusi tahun 1917, Gereja Ortodoks Rusia sangat terintegrasi ke dalam pemerintahan negara dan memiliki status resmi. Faktor inilah yang menyebabkan kaum Bolshevik mengambil langkah untuk mengendalikan agama. Uni Soviet kemudian menjadi negara pertama yang menjadikan penghapusan agama dan menggantinya dengan ateisme universal sebagai tujuan ideologis. Rezim komunis menyita berbagai properti agama, menertawakan agama, melecehkan orang-orang yang masih berpegang pada keimanan, dan menyebarkan paham ateisme di sekolah. Penyitaan aset agama sering kali didasari atas tuduhan akumulasi kekayaan secara ilegal.

Saat ini, gereja kerap menggelar konser musik spiritual, terdapat paduan suara jemaat, dan Natal dirayakan sesuai tradisi Katolik: mereka memainkan Gua Natal (istilah yang digunakan untuk menggambarkan suasana kelahiran Yesus di Betlehem -red.), menghias pohon cemara, mendirikan bilik-bilik untuk amal, serta menggelar konser musik organ. Pada Malam Natal, misa dan makan malam untuk para jemaat digelar di gereja.

2. Kedutaan Vatikan di Rusia (7/37 Vadkovsky pereulok)

Kedutaan Vatikan di Moskow. Sumber: Lori/Legion-MediaKedutaan Vatikan di Moskow. Foto: Lori/Legion-MediaKedutaan Vatikan di Moskow dikenal oleh bangunannya, yang menawan bergaya Art Nouveau. Bangunan ini dibuka untuk umum setiap dua kali setahun, yakni pada Hari Warisan Budaya dan Sejarah Moskow pada April dan Mei (tersedia panduan tur). Meski ada sejumlah kontak antara Vatikan dan Kekaisaran Rusia, hubungan diplomatik resmi antara kedua negara baru terbentuk pada 1990 dan kala itu hanya pada level misi diplomatik permanen. Pada 2009, setelah kunjungan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, status misi ditingkatkan menjadi hubungan penuh dengan mendirikan kedutaan.

3. Gereja Santo Klemens (26/1 Pyatnitskaya ulitsa)

Gereja Santo Klemens. Foto: Lori/Legion-MediaGereja Santo Klemens. Foto: Lori/Legion-MediaTerselip antara Malaya Ordynka dan jalanan Pyatnitskaya, Gereja Santo Klemens didedikasikan bagi Paus Roma, seorang santo yang dihormati baik oleh gereja Katolik dan Ortodoks. Kubah biru dan emas gereja ini mencolok di area yang baru saja direnovasi, Zamoskvorechye, sebuah distrik Moskow yang mempertahankan pesonanya. Anda harus mencoba berjalan di sepanjang jalur sepeda bergaya Eropa, yang terhubung dengan jalur pejalan kaki dan banyak kafe trendi.

4. Pemakaman Vvedenskoye (1 Nalichnaya ulitsa)

Pemakaman Vvedenskoye. Foto: Lori/Legion-MediaPemakaman Vvedenskoye. Foto: Lori/Legion-MediaPemakaman Vvedenskoye (juga disebut pemakaman Jerman) di Moskow tenggara penuh dengan makam dan monumen yang dibuat oleh arsitek terkenal. Hingga periode Soviet, pemakaman ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi umat Katolik dan Protestan Moskow, serta tentara asing yang tewas akibat berbagai konflik. Sejak dibuka pada 1771, makam ini menjadi tempat wisata budaya dan kini terdapat panduan tur dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis.

Ilmuwan besar, aktor, penulis, dan seniman dikubur di sini, bersama rekan Peter yang Agung, Franz Lefort dan Patrick Gordon, tentara Prancis yang tewas di Moskow saat invasi Napoleon dan pilot Resimen Normandie-Niemen (pada 1950-an, jenazah mereka dikirim ke Prancis, namun memorialnya masih dipertahankan).

5. Kediaman Duchess Zinaida Volkonskaya (14 Tverskaya ulitsa)

Toko mewah Yeliseyevsky. Foto: Lori/Legion-MediaToko mewah Yeliseyevsky. Foto: Lori/Legion-MediaMemang sebuah paradoks, tapi toko mewah Yeliseyevsky di Tverskaya ulitsa juga berkaitan dengan sejarah paham Katolik di Moskow. Toko yang menjual replika telur Fabergé yang diisi vodka dan baget paling mahal di Moskow ini pernah menjadi pusat kehidupan budaya Moskow — salon sekuler milik Duchess Zinaida Volkonskaya, perwakilan para bangsawan dan penikmat seni. Volkonskaya, yang tinggal di sini pada tahun 1820-an, dikenal karena pindah agama dari Kristen Ortodoks menjadi Katolik, sebuah langkah yang sangat berani saat pindah agama dianggap kejahatan yang dapat dihukum dengan penyitaan properti.

6. Gereja Santo Luis dari Prancis (12A Malaya Lubyanka ulitsa)

Gereja Santo Luis dari Prancis. Foto: Lori/Legion-MediaGereja Santo Luis dari Prancis. Foto: Lori/Legion-MediaGereja Santo Luis dari Prancis tersembunyi di halaman belakang distrik yang pernah dikenal sebagai markas KGB. Pada periode Soviet, ini merupakan satu-satunya tempat di Moskow yang menggelar ibadah Katolik secara rutin. Pendeta Konsulat AS Leopold Braun, yang memimpin misa di sini saat tinggal di Mosow dari 1936 –1945, menjadi satu-satunya pendeta Katolik pada era Uni Soviet. Saat ini, misa Katolik di gereja tersebut  diselenggarakan dalam tujuh bahasa, dari bahasa Italia hingga bahasa Vietnam, dan setiap tanggal 26 Maret pada Hari Warisan Budaya dan Sejarah Moskow, terdapat panduan tur. Tur ini sangat direkomendasikan, karena banyak peristiwa menarik terjadi di sini sejak pendiriannya atas perintah Katarina yang Agung pada 1789.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.