Stereotipe Umum Warga Asing di Mata Orang Rusia

Lori/Legion Media
Satu dari lima warga Rusia pernah berpelesir ke luar negeri. Sementara, bagi mereka yang belum pernah, mereka paling ingin mengunjungi Prancis, Italia, dan negara tetangga, seperti Tiongkok.

Eropa: Romantis, Spageti, dan Sepak Bola

Negara yang paling populer untuk dikunjungi oleh orang Rusia adalah Prancis dan Italia (jajak pendapat Yayasan Opini Publik pada bulan Juni 2014). Tidak semua orang Rusia bisa berbahasa Prancis. Namun demikian, kata “l’amour” (cinta) diketahui oleh hampir semua orang.

“Saya dan pasangan saya merencanakan perjalanan ke Paris,” ujar seorang warga Moskow Irina Danilkina. “Kami ingin (berada) seperti di film-film, ada keju, (roti) baguette renyah, menikmati anggur di Champs Elysees. Kami juga akan mencoba hidangan yang terbuat dari katak dan siput.” Setiap perempuan yang gemar berbelanja dan membeli baret, begitulah gambaran orang Prancis di mata orang Rusia.

Jika Prancis adalah pusat mode maka Italia adalah ‘pembuat undang-undang’ gaya (style). Italia adalah negara yang terkenal dengan perempuan yang cantik dan pria yang seksi. Atas dasar kekaguman dan iri hati menjadi alasan mengapa banyak orang Italia memiliki bentuk tubuh ideal—terlepas dari spageti, pizza, dan lasagna. Pada akhir abad ke-20 di Rusia, kala itu ada detektif paling terkenal Komisaris Kattani dari Sisilia. Kemudian film “The Godfather” dirilis dan muncul anggapan bahwa mafia Italia sepadan dengan mafia Rusia.

Spanyol, di sisi lain, adalah sebuah negara yang identik dengan sepak bola. Permainan ini dimainkan oleh semua orang yang tidak menari flamenco dan tidak terlibat dalam adu banteng. Kata “macho” bagi banyak orang diterjemahkan sebagai membara orang-orang berambut cokelat, yaitu warga Spanyol. Spanyol adalah bangsa yang penuh keceriaan. Sulit untuk membayangkan bahwa satu di antara mereka tidak suka menyanyi atau menari.

Kroasia adalah negara yang banyak jadi perbincangan orang Rusia sejak tahun 2007. Ini terjadi saat pemain lokal yang dipersiapkan pada Kejuaraan Eropa mengalahkan Inggris, sehingga memberikan tim Rusia tiket ke kejuaraan. Pada saat itu, ketika Rusia tidak sedang bermain, pendukung sepak bola Rusia mendorong Kroasia. Hingga saat ini, Kroasia sering dikaitkan dengan sepak bola oleh orang Rusia.

Asia: Sushi dan Ketekunan

Sebanyak 54 persen dari warga Rusia (jajak pendapat Yayasan Opini Publik pada bulan Juli 2014) percaya bahwa di dunia ini tidak ada lagi sahabat seperti Tiongkok. Dalam pandangan Rusia, warga Tiongkok sangat disiplin. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan mereka dalam bidang olahraga dan jumlah barang buatan Tiongkok. Selain itu, orang-orang Tiongkok dianggap sebagai orang-orang yang mengikuti gaya hidup sehat. Mereka gemar mengonsumsi teh hijau, nasi, dan percaya dengan pengobatan tradisional. Selain itu, warga Rusia (jajak pendapat pada bulan November 2014) percaya bahwa anak-anak muda perlu mempelajari bahasa Mandarin.

Jepang, di lain hal, adalah salah satu negara yang dianggap paling misterius di dunia. Sebesar 27 persen warga Rusia memiliki ketertarikan pada negeri ini, dan sebesar 14 persen memiliki rasa simpati yang mendalam (jajak pendapat pada bulan Maret 2011). Anime, samurai, geisha, sumo, dan yang terutama adalah sushi. Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang warga Rusia ketahui tentang Jepang. Selain itu, mobil terpopuler di pasar Rusia biasanya adalah produksi Jepang. Begitu juga dengan gadget buatan negeri matahari terbit ini. Jepang memiliki reputasi yang baik, teknologi yang canggih, sopan dan santun.

Negara Muslim Sebagai Tempat Wisata

Tujuan favorit warga Rusia adalah negara-negara Arab. Menurut Badan Pariwisata Federal pada tahun 2014, Mesir dikunjungi oleh lebih dari 2,5 juta pengunjung, lalu Uni Emirat Arab sebanyak  600 ribu pengunjung, dan Tunisia sekitar 250 ribu pengunjung.

“Wisatawan Rusia tertarik dengan keramahan, suguhan yang mewah, serta penganan arab,” ujar seorang karyawan agen perjalanan Arab Olga Volkova. ‘Eksotis’ adalah yang kita semua ketahui dalam kisah Shahrazad (seorang ratu Persia dan sekaligus narator dalam kisah legendaris Seribu Satu Malam). Karena itu, para turis yang tiba di negeri-negeri Arab sangat mengagumi hotel yang berdiri megah bak istana. Dari dongeng itu pun kita mengetahui bahwa setiap orang Arab memiliki harem, anak-anak, dan kuda arab, menghisap hookah (shisha) dan duduk di atas bantal sutra.

Indonesia

Salah satu destinasi yang tak kalah populer bagi orang Rusia untuk berbulan madu adalah di pulau-pulau. Hal ini disampaikan oleh sejumlah agen perjalanan. Di antaranya adalah Bali di  Indonesia.

“Bali adalah tujuan yang tepat bagi turis yang ingin relaks dan menikmati spa, banyak yang mendengar tentang keajaiban pijat tradisional Bali,” ujar Volkova. “Termasuk flora dan fauna lokal yang mengesankan, dan kebun binatang. Ada banyak alasan untuk mengunjungi Bali.”

Tidak kalah tenar dari Bali, Pulau Jawa juga menjadi destinasi wisata orang Rusia. Di masa Uni Soviet, pernah ada satu rokok dengan merek serupa (Jawa) yang sangat populer kala itu sehingga banyak orang Rusia percaya bahwa tembakau tumbuh subur di seluruh Indonesia. Lalu di pulau Sumatera, semua warga Indonesia dipercaya mengumpulkan kupu-kupu.

Olahraga, film, dan sastra terkadang membentuk stereotip yang tidak selalu tepat dengan realitas. Di Rusia, hanya seperlima yang pernah berpergian ke luar negeri (tidak termasuk perjalanan ke negara-negara bekas Uni Soviet). Dan 81 persen dari orang Rusia (menurut data Yayasan Opini Publik pada bulan Juni 2014) mengaku tidak pernah meninggalkan negaranya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.