Siapakah Sebenarnya Leo Tolstoy?

Sergey Prokudin-Gorsky
Tanggal 9 September dikenal sebagai ulang tahun seorang penulis besar asal Rusia yang terkenal di seluruh dunia: Leo Tolstoy.

Bagi rata-rata siswa sekolah di Rusia, nama Leo Tolstoy sering kali dikaitkan dengan penyiksaan. Dalam 82 tahun kehidupan sastrawan Rusia berjanggut ini, Tolstoy berhasil menyelesaikan 90 jilid kumpulan karya.

Salah satu karya besarnya adalah novel epik “War and Peace” yang berlatar belakang perang Rusia melawan Napoleon dari Prancis pada tahun 1812. Sebanyak empat volume novel ditulis ulang oleh istri Tolstoy sebanyak delapan kali untuk mengoreksi kesalahan yang dibuat sang suami. Kelebihan utama kisah “War and Peace” adalah nilai psikologis yang mendalam. Tolstoy sendiri menceritakan pengalaman seorang gadis muda bernama Natasha dan perasaan seorang tentara di barikade. Deskripsi perang memiliki nilai seni tersendiri. Meski dilahirkan setelah perang, Tolstoy menggambarkan seolah-olah ia terlibat di dalamnya. Novel ini telah berkali-kali difilmkan di Barat.

Novel lain karya Tolstoy yang cukup terkenal adalah sebuah novel panjang berjudul “Anna Karenina”. Novel ini menceritakan kisah seorang perempuan yang menghempaskan tubuhnya ke kereta api yang sedang melaju dikarenakan lika-liku cinta. Novel ini sangat populer. Hingga saat ini, terjemahan baru novel ini ke dalam bahasa lain terus menerus diluncurkan. Tema abadi mengenai cinta dan asmara—yang sangat relevan saat ini—tecermin dalam kalimat pertama pada novel tersebut, “Setiap keluarga yang berbahagia mirip satu sama lain, tetapi setiap keluarga yang tidak berbahagia merasa tidak bahagia karena alasannya sendiri.”

Anna yang merasa tidak bahagia memutuskan untuk meninggalkan keluarga demi kekasihnya. Suaminya melarang dirinya untuk berkomunikasi dengan anaknya sendiri, masyarakat yang cenderung konservatif di abad ke-19 pun menjauh darinya. Dari kekasihnya itu, Anna melahirkan seorang anak lagi dan ia menderita karena kurangnya perhatian. Ia merasa bahwa orang yang selama ini telah ia korbankan segalanya, justru tak lagi mencintainya.

Tak hanya itu, warisan Tolstoy juga termasuk beberapa novel lainnya, kumpulan cerita pendek, buku harian, dan artikel jurnalistik. Koleksi lengkap karya Tolstoy dalam bahasa Rusia dibuat dalam bentuk digital dan dipublikasikan secara online.

Tolstoy bukan hanya seorang penulis, melainkan juga seorang filsuf, dan pendiri aliran agama dan moral yang disebut Tolstoyisme. Pandangan Tolstoy terbentuk di bawah pengaruh ajaran Timur, agama Budha hingga Islam. Salah satu penganut ajaran ini adalah Mahatma Gandhi. Dasar ideologi dalam perlawanan terhadap kejahatan adalah kesempurnaan moral. Pengikut Tolstoy mengkritik gereja Ortodoks dan karena hal inilah Tolstoy dianggap sebagai sekte berbahaya. Akibatnya, Tolstoy pun dikucilkan dari gereja.

Di kediamannya di wilayah Tula, Yasnaya Polyana, Leo Tolstoy bekerja sebagai buruh tani. Ia membajak tanah dan memotong rumput, meskipun ia memiliki gelar Graf. Tolstoy memiliki 13 orang anak dan sekarang memiliki sekitar 400 keturunan. Salah satu cicitnya bernama Vladimir Tolstoy adalah seorang penasihat budaya Putin.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.