Moskow di Balik Lindungan Jubah Tentara: Tapak Tilas Perang Dunia II

Pada 9 Mei mendatang, Lapangan Merah akan menjadi tuan rumah parade peringatan 70 tahun kemenangan atas fasisme. Foto: Ilya Pitalev/TASS

Pada 9 Mei mendatang, Lapangan Merah akan menjadi tuan rumah parade peringatan 70 tahun kemenangan atas fasisme. Foto: Ilya Pitalev/TASS

Moskow menyimpan banyak kenangan dari masa Perang Dunia II, di antaranya mobilisasi tentara pada Juni 1941, serangan udara tak berujung dan evakuasi, penarikan musuh dan kembalinya para prajurit dari garis depan medan perang, dan yang terpenting, Parade Kemenangan pada Juni 1945 yang menandai bahwa perang telah berakhir.

Bulan Mei ini, Lapangan Merah akan menjadi tuan rumah parade peringatan 70 tahun kemenangan atas fasisme. RBTH telah mempersiapkan rute khusus bagi pengunjung untuk melihat Moskow melalui mata penduduk Moskow yang hidup berdampingan dengan bom di masa perang dan menikmati kemenangan bersama seluruh penduduk negeri.

Stasiun Kereta Belorussky

Stasiun ini merupakan stasiun akhir Aeroexpress dari Bandara Sheremetyevo.

Stasiun Belorussky didirikan pada 1912 pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II. Saat Perang Dunia II, tempat Stasiun Belorussky menjadi titik berkumpulnya para prajurit yang akan berangkat ke garis depan medan perang. Di lapangan yang berada di depan stasiun ini, mereka berpisah dan mengucapkan selamat tinggal pada kawan dan orang-orang tercinta mereka.

Di stasiun inilah lagu "Svyashennaya Voina" (Perang Kudus)—yang kemudian menjadi lagu kebangsaan warga Soviet—pertama kali dinyayikan, tepatnya pada 26 Juni 1941, empat hari setelah tentara Jerman menyerang Uni Soviet. Berikut lirik lagu dalam bahasa Rusia dan bahasa Inggris.

Di stasiun ini pula orang-orang dengan tak sabar menunggu datangnya kereta dari Berlin yang membawa para prajurit Soviet, para pahlawan perang, yang kembali dari ibukota Jerman. Kegirangan yang tertahankan saat kereta datang terekam dengan baik dalam video ini.

Sumber: L4zySh4rk/YouTube

Saat Anda mengunjungi stasiun ini, Anda akan menemukan plakat memorial yang mengenang masa Perang Dunia II tertempel di dinding stasiun.

Stasiun Metro Mayakovskaya

Cara mencapai lokasi: dari Stasiun Kereta Belorussky, pindah ke lini metro hijau dan keluar di stasiun berikutnya.

Stasiun metro Mayakovskaya, 2014. Foto: Lori/Legion-MediaStasiun metro Mayakovskaya, 2014. Foto: Lori/Legion-Media

Stasiun ini dibuka beberapa saat sebelum perang, tepatnya pada 1938, dan mendapat penghargaan Grand Prix dalam pameran internasional di New York. Selama masa perang, Mayakovskaya—sama seperti stasiun metro lain di Moskow—digunakan sebagai gudang bom. Pada 6 November 1941, di stasiun ini pemimpin Soviet Joseph Stalin berkata, "Moskow akan terus berdiri, Soviet tak akan hancur!". Radio kemudian menyiarkan pidato tersebut ke seluruh negeri. Berdasarkan keterangan sejarawan Robert Service, Stalin bahkan tinggal di stasiun ini sepanjang masa perang.

Warga Moskow setelah alarm peringatan serangan udara yang rutin berbunyi selama masa perang, stasiun Mayakovskaya, tahun 1941. Foto: RIA NovostiWarga Moskow setelah alarm peringatan serangan udara yang rutin berbunyi selama masa perang, stasiun Mayakovskaya, tahun 1941. Foto: RIA Novosti

Kala itu, orang-orang bisa mendapat makanan, perawatan medis, bahkan menonton film di stasiun metro. Di Stasiun Kurskaya (pada lini biru) terdapat ruang baca yang diisi oleh buku-buku dari Perpustakaan Lenin. Saat Moskow dihujani bom serangan udara, sekitar 15 juta orang berlindung di stasiun bawah tanah. Berdasarkan catatan, setiap alarm peringatan serangan udara berbunyi, rata-rata 150 orang penduduk baru kota Moskow terlahir.

Monumen Marsekal Zhukov di Lapangan Manezhnaya

Cara mencapai lokasi: turun dua stasiun setelah Mayakovskaya, yakni di Stasiun Teatralnaya atau Okhotny Ryad. Monumen ini terdapat di Lapangan Manezhnaya, di dekat pintu masuk Lapangan Merah.

Foto: Lori/Legion-MediaFoto: Lori/Legion-Media

Georgy Zhukov, yang tumbuh dalam keluarga petani dan bahkan tak mampu mengenyam pendidikan di universitas, berhasil merajut karirnya hingga menjadi Marsekal Uni Soviet. Setelah perang berakhir, ia dijuluki sebagai "Marsekal Kemenangan". Pada awal Perang Patriotik Raya (sebutan warga Rusia untuk Perang Dunia II), tentara Soviet di bawah kepemimpinan Zhukov berhasil menghentikan serangan musuh di dekat Moskow, merusak rencana Hitler untuk melakukan serangan kilat dan menaklukan Uni Soviet hanya dalam dua minggu. "Ketika orang bertanya pada saya momen apa yang paling saya ingat selama masa perang, saya selalu menjawab: Pertempuran di Moskow," kata Zhukov suatu hari.

Monumen Georgy Zhukov didirikan di Lapangan Manezhnaya Moskow pada 1995 untuk mengenang 50 tahun berakhirnya PD II. Bukan kebetulan jika pada monumen tersebut sang marsekal digambarkan sedang menunggang kuda: itu adalah cara ia memberi penghormatan pada prajurit Soviet saat Parade Kemenangan 1945. Ide agar Zhukov menunggang kuda dicetuskan oleh Stalin. Mereka mencari seekor kuda di seluruh negeri selama lima hari dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada kuda abu-abu perak yang dijuluki 'Kumir' (idola). Zhukov berlatih menunggangi kuda tersebut selama sebulan penuh sebelum parade.

Gardu No.1 di Taman Alexander

Cara mencapai lokasi: seberangi Lapangan Manezhnaya dari Monumen Zhukov. Gardu terletak di sebelah kiri pintu masuk Taman Alexander.

Foto: Lori/Legion-MediaFoto: Lori/Legion-Media

Gardu ini berlokasi di sebelah Makam Prajurit Tak Dikenal, yang lebih sering disebut sebagai 'api abadi' oleh warga Rusia. Setelah Perang Dunia II, monumen peringatan bagi para tentara yang tewas di medan perang tersebar di berbagai kota Rusia. Di sini, penjaga selalu mengawasi dinding Kremlin setiap hari dari pukul delapan pagi hingga delapan malam, tak pandang cuaca. Pergantian penjaga dilakukan setiap jam dan selalu diserbu oleh jepretan kamera para turis. Saat bertugas, penjaga dinding Kremlin tetap kaku berdiri, meski digoda oleh pengunjung, mendengar celetukan-celetukan menggelikan atau suara aneh, mereka tak pernah bergerak.

Kompleks Peringatan di Bukit Poklonnaya

Cara mencapai lokasi: naik kereta bawah tanah dari stasiun metro Arbatskaya (lini biru) dan turun tiga stasiun setelahnya, di Stasiun Park Pobedy. Bersiaplah untuk berjalan cukup jauh.

Foto: Lori/Legion-MediaFoto: Lori/Legion-Media

Kompleks memorial ini dibuka sejak 1995 untuk memperingati 50 tahun Hari Kemenangan. Monumen utama berlokasi di depan Museum Perang Patriotik Raya, ditemani oleh ratusan air mancur. Lima tahun perang direpresentasikan dengan lima teras yang dikelilingi 225 air mancur, jumlah minggu yang dilalui warga Soviet dalam masa perang.

Di Park Pobedy (Taman Kemenangan), terdapat pameran ruang terbuka yang unik, yang menampilkan berbagai peralatan militer. Terdapat lebih dari 300 model alat berat milik Soviet dan Jerman yang digunakan pada perang. Park Pobedy merupakan kompleks rekreasi terbuka terbesar di Moskow dan tempat yang ideal untuk berjalan-jalan malam pada musim panas.

Ingin tahu lebih banyak mengenai Perang Dunia II? Baca selanjutnya. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.