Protokoler Kremlin: Kerja Apik, Atur Jadwal Presiden Rusia dari Masa ke Masa

Foto: Sergey Mikheev, RG

Foto: Sergey Mikheev, RG

Selalu berada di dekat kepala pemerintahan, menyelesaikan isu-isu pelik dan krusial, namun tetap berada di belakang layar, seperti itulah tugas seorang kepala protokoler kepresidenan. Vladimir Shevchenko mulai mengepalai bidang protokoler kepresidenan Rusia pada tahun 1990, saat Mikhail Gorbachev masih menjabat sebagai pemimpin Uni Soviet. Setelah itu, Shevchenko menjalankan tugasnya bersama dengan Boris Yeltsin dalam waktu yang cukup lama, melewati hari demi hari dalam berbagai kondisi politik. Shevchenko bersedia berbagi pengalamannya dalam wawancara bersama surat kabar Rossiyskaya Gazeta.

Rossiyskaya Gazeta (R.G.): Tuan Vladimir Nikolaevich (panggilan formal untuk Shevchenko), Anda adalah seorang pelopor di bidang protokol kepresidenan Rusia masa kini.

Vladimir Nikolaevich (V.N.): Kebetulan sejak tahun 1992 hingga April 2007, saya praktis tidak terpisahkan dengan Boris Nikolaevich Yeltsin.

R.G.: Tanpa kompetensi, apa yang membuat seseorang tidak dapat menjadi kepala protokol kepresidenan?

V.N.: Integritas dan dedikasi tinggi. Selain itu, jika tidak ada usaha mempelajari negara yang Anda kunjungi dengan seksama dan telaten, hal itu juga akan sangat menghambat.

Jika ada keangkuhan—jika hanya ada kata "saya"—lebih baik jangan masuk ke dalam ranah protokoler. Ya, di sini kami diharuskan sedikit "membungkukkan diri". Anda perlu melawan diri sendiri di dalam batin agar tidak lepas kendali. Seperti sebagaimana harusnya, para pejabat protokol memahami dengan baik bahwa mereka bekerja bukan untuk diri sendiri, tetapi agar semuanya tersusun rapi untuk kepala pemerintahan, supaya mengurangi masalah yang dihadapi presiden.

Sangat penting untuk tidak menghina siapa pun dan kapan pun. Namun, tentu saja itu bukan berarti kami mengalah. Kami harus selalu mendahulukan kepentingan orang lain. Namun, bagaimana semua itu terjadi dalam dunia protokoler? Pada dasarnya, pihak lain akan memperlakukan Anda sama seperti Anda memperlakukan mereka.

Contohnya, dalam hidup saya, saya paling sulit bekerja dengan protokoler Prancis. Ada saja yang salah atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Maklum, mereka adalah orang Prancis. Pada suatu ketika, mereka datang ke kota Moskow pada tahun 1995, saat perayaan 50 tahun Hari Kemenangan. Saat itu Presiden Prancis François Mitterrand sedang sakit. Kami duduk bersama pejabat protokol Prancis lainnya. Mereka kemudian berkata, “Vladimir Nikolaevich, mohon pengertian Anda, kami (protokol Prancis beserta sang presiden) tidak akan melewati tempat itu. Di sini kami tidak akan menaiki tangga.” Lalu saya berkata, “Jangan khawatir, kami akan menggendong Anda, semua akan kami bereskan. Dan kami pun membereskan segalanya.

Kemudian, ketika Chirac menjadi presiden—bukannya saya menyombongkan diri—para kolega dari Prancis mengatakan, “Shevchenko yang mempersiapkan kunjungan? Berarti semuanya akan berjalan lancar.” Di dalam dunia protokol, banyak sekali hal yang dibangun berdasarkan hubungan personal.

Satu hal penting lainnya yang harus diperhatikan, para pejabat protokol harus memperoleh perintah dari sang presiden, bukan dari asistennya ataupun orang lain.

R.G.: Jika seorang kepala bidang protokol tidak mempunyai akses tersebut (memastikan perintah langsung dari presiden), apa yang akan dilakukan?

V.N.: Saya belum pernah berada dalam situasi seperti itu. Saya diberikan carte blanche (kekuasaan penuh). Saya dapat menghubungi presiden menggunakan telepon genggam saya. Jika perlu, saya juga dapat masuk di tengah suatu perundingan ataupun kunjungan kerja tamu kenegaraan dan menunjukkan bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri pertemuan tersebut.

R.G.: Akan tetapi kini tidak ada seorang pun yang melakukan hal itu?

V.N.: Saat ini tampaknya hal tersebut tidak diperlukan. Boris Nikolaevich (panggilan formal untuk Boris Yeltsin) mempunyai ciri khas tersendiri. Jika suatu program tertulis akan berlangsung selama satu setengah jam, berarti harus satu setengah jam. Jika saya tidak masuk untuk menghentikan kegiatan tersebut, beliau akan memanggil saya dengan menekan sebuah tombol. Beliau tahu dan mencintai protokoler. Jika kami tertahan di sini (lebih dari jadwal yang disusun), hal itu akan membuyarkan agenda berikutnya.

Begitu juga dalam hal perjalanan. Boris Nikolaevich melakukan semua hal dengan jelas. Jika sudah terdapat sinyal "ambil mobil", berarti semua orang tahu, bahwa dalam tiga menit—paling lambat empat menit—beliau akan duduk di dalam mobil tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh dari kediaman presiden hingga pintu keluar ke jalan raya adalah tiga menit. Jadi, ada 6-7 menit untuk menahan arus kendaraan. Begitu beliau keluar, arus kendaraan pun segera kembali dibuka.

Saat ini, kami bekerja dengan orang-orang yang sangat sopan. Kami banyak berbincang dengan mereka. Saya selalu mengatakan kepada mereka satu hal: carilah pendekatan yang benar, masuk, dan bertanyalah. Anda harus melakukan pengamatan untuk memastikan ada waktu luang yang bisa dimanfaatkan. Namun pada situasi sekarang ini, terutama dalam bidang transportasi, telah jauh berubah. Dulu, saya dengan Gorbachev dapat mencapai Kremlin dari Razdor (perumahan di pinggir Moskow) dalam waktu 15-17 menit tanpa menggunakan sirene. Namun sekarang, dengan sirene pun butuh waktu lebih dari setengah jam.

R.G.: Dalam praktik protokoler di zaman modern ini, adakah yang sangat Anda sukai dan sangat disayangkan? Kenapa hal tersebut tidak terpikirkan lebih awal?

V.N.: Dalam praktik protokoler zaman sekarang, jelas muncul banyak hal yang baru. Hal itu terutama disebabkan oleh ada lebih banyak tempat untuk bagi orang-orang untuk melaksanakan program kerjanya. Dulu kami tidak mempunyai hal tersebut dan ruang untuk bermanuver tidaklah terlalu besar, hanya di Kremlin, itu pun sebelum rekonstruksi Istana Kremlin. Bangsal-bangsal hampir dikatakan tidak ada. Ketika rekonstruksi selesai, barulah kami mendapatkan ruang yang lebih luas. Saat itu, kami hampir tidak mempunyai anggaran kerja. Kami hidup dengan memakai setiap sen yang kami punya. Terkadang kami harus "mengais" dan meminta ke Bank Sentral untuk mendanai perjalanan dinas. Saat ini masalah seperti itu tidak ada dan kita bisa mempertahankan citra dan harga diri negara, sama halnya yang dilakukan oleh orang Amerika.

 

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Rossiyskaya Gazeta.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.