Seragam Tentara Rusia Masa Kini, Hasil 300 Tahun Evolusi ‘Mode Militer’

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Ketika Uni Soviet bubar pada 1991, tentara Soviet pun ikut bubar karena semua republik pecahan Soviet memutuskan hendak membangun militernya masing-masing. Rusia memutuskan untuk meninggalkan semua atribut warisan Soviet yang paling menonjol, hingga seragam tentara yang merupakan sinonim dari kekuatan besar yang telah lenyap.

Pada 1994, Presiden Rusia Boris Yeltsin menandatangani dekrit yang secara resmi menghapus penggunaan seragam Soviet dan merombak seragam militer untuk pertama kali sejak 1969. Keinginan untuk mengukir identitas baru negara Rusia setelah bubarnya Uni Soviet membuat Rusia meminimalisasi penggunaan elemen-elemen kunci yang dimiliki Soviet.

Semua hal yang berkaitan dengan seragam tentara Soviet dicoret, dari pakaian para petugas secara spesifik hingga tunik berwarna biru laut, tanda pangkat warna-warni, dan topi tentara. Fitur klasik lain dari pasukan kekaisaran dan Soviet, mantel musim dingin, juga "dipensiunkan" demi kebaikan dan digantikan dengan jaket tebal.

Tiga tahun kemudian, dekrit lain dikeluarkan untuk kembali menyederhanakan seragam tentara. Para jenderal kehilangan simbol status mereka, bintang besar di pundak, yang digantikan dengan empat bintang kecil. Elang yang terdapat di pucuk topi mereka juga dilepas. Jumlah elemen seragam dan perlengkapan berkurang hampir setengahnya dibanding pada masa Soviet, meski lencana baru diperkenalkan, mungkin sebagai bentuk 'kompensasi'.

Tentara Rusia, Chechnya, 1996. Foto: Igor Mikhalev / RIA NovostiTentara Rusia, Chechnya, 1996. Foto: Igor Mikhalev / RIA Novosti

Secara keseluruhan, memang, tentara Rusia tak terlihat terlalu berbeda dari pasukan Soviet: mereka mengenakan topi pada musim dingin, topi dengan penutup telinga pada musim panas, mantel tunik dan jaket khaki, celana yang sama, serta bot terpal. Banyak pakar yang mengkritik kelemahan seragam pasukan dalam kondisi tempur modern. Namun, reformasi skala penuh direnungkan selama beberapa tahun sebelum akhirnya diterapkan pada akhir 2000-an. Rusia mengajak perancang pakaian militer dan sipil sekaligus, termasuk dari dunia mode.

Seragam Tentara Modern

Pola terbaru seragam tentara sangat jauh berbeda dari rancangan seragam di masa lalu. Pertama, diputuskan untuk memindahkan lencana tanda pangkat ke dada dan lengan, sebagai solusi atas dilema tak berkesudahan terkait kehadiran tanda pangkat yang memudahkan musuh mengenali para perwira senior. Perubahan ini hanya berlangsung beberapa tahun, sebelum akhirnya hal itu ditentang dan tanda pangkat pun dikembalikan ke posisi awal. Namun, sebagian besar perubahan lain tetap dipertahankan.

Seragam tentara dibuat dengan beragam jenis bahan dan lapisan. Rusia mengeluarkan tiga tipe mantel tentara, satu untuk cuaca hangat, satu jaket tahan air, dan satu mantel berbahan polyester.

Untuk menggantikan jaket tunik yang digunakan sehari-hari dalam kondisi nonlapangan, 'pakaian kantor' berupa jaket ringan dan celana panjang diperkenalkan. Gaya topi berubah dan penutup kepala bertambah dengan kehadiran baret, yang sebelumnya hanya dikenakan oleh angkatan udara dan angkatan laut. Topi musim dingin dipadukan dengan tutup Velcro yang dapat mengencangkan bagian belakang atau di bawah dagu. Pucuk topi para pejabat militer diubah secara signifikan menjadi seperti seperti yang digunakan oleh pejabat kekaisaran dan komandan Soviet pada Perang Dunia II.

Pasukan harus menanggalkan beberapa elemen tradisional seragam, termasuk sabuk kulit dan gesper kuningan, bot terpal yang gagah, serta pengikat kaki yang telah digunakan selama berabad-abad dan menjadi unsur kunci dalam dongeng prajurit Rusia. Melengkapi semua perubahan menuju modernisasi, ritsleting plastik akhirnya digunakan untuk menggantikan kancing.

Melangkah Maju di Bawah Tatapan Tradisi

Ketika seragam militer dan perlengkapan tentara berevolusi semakin dekat pada visi futuristik yang digambarkan para penulis kisah fiksi ilmiah, ciri khas tradisional seragam masih tetap dipertahanankan di banyak militer dunia dan menjadi benda pusaka peninggalan masa lalu.

Kini, setelah 300 tahun berevolusi, seragam tentara Rusia merupakan salah satu seragam kontemporer terbaik yang masih mempertahankan beberapa elemen dari Soviet dan era kekaisaran. Tunik militer kembali berwarna biru laut, seperti masa sebelum revolusi. Sulaman daun pada kerah jas dan tanda pangkat emas juga melengkapi kejayaan masa lalu. Para pengunjung Kremlin Moskow bahkan dapat melihat para tentara dari Resimen Kepresidenan yang masih mengenakan seragam penjaga model abad ke-19.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.