Kaus Putin, Tren Baru di Kalangan Masyarakat Rusia

Berdasarkan survei Levada Center, 28 persen warga Rusia percaya bahwa penyebaran gambar Vladimir Putin seperti ini akan memperkuat pengaruh Putin di Rusia. Foto: Reuters

Berdasarkan survei Levada Center, 28 persen warga Rusia percaya bahwa penyebaran gambar Vladimir Putin seperti ini akan memperkuat pengaruh Putin di Rusia. Foto: Reuters

Properti patriotik kini menjadi bagian dari tren berpakaian warga Rusia sehari-hari. Pakaian yang paling populer adalah baju bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut survei Levada Center, warga Rusia percaya baju bergambar Putin tersebut memperkuat pengaruh sang presiden di Rusia. Sementara, Putin sendiri tak terlalu senang atas eksploitasi gambarnya di pasaran.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Levada Center pada akhir Februari, yang dipublikasikan Rabu (5/3), warga Rusia gemar membeli produk-produk bergambar Putin dan percaya bahwa barang-barang tersebut memperkuat pengaruh sang presiden. Survei serupa pernah dilakukan pada 2006. Dalam sembilan tahun, situasi telah berubah banyak. Di antara barang-barang bergambar Putin, kaus menjadi benda yang paling diminati.

Kirill Karavayev, pendiri perusahaan Design Ministry yang memproduksi kaus bergambar politisi, menyampaikan pada RBTH bahwa ide untuk meluncurkan kaus bergambar Vladimir Putin tercetus setelah peristiwa kembalinya Krimea ke tangan Rusia.

"Kala itu, gelombang patriotisme melanda seluruh Rusia. Kami merasa perlu merefleksikan tren tersebut pada produk kami. Itulah bagaimana awalnya gambar bertema Vladimir Putin dan Krimea muncul dalam desain kami,” terang Karavayev.

Setelah itu, "lini patriotik" mulai mengeluarkan produk bergambar presiden Rusia. Tak diduga, kaus bergambar pemimpin politik seperti Putin, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, dan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Vitaly Churkin, sangat laris.

"Di akhir 2014, permintaan cukup stabil, namun kini permintaan mulai menurun, tidak seperti tahun lalu. Perayaan setahun bergabungnya Krimea ke Rusia akan berlangsung pada 21 Maret mendatang. Kami harap itu akan membuat permintaan kaus semacam ini kembali meningkat,” kata Karavayev.

Berdasarkan survei Levada Center, 28 persen warga Rusia percaya bahwa penyebaran gambar Vladimir Putin seperti ini akan memperkuat pengaruh Putin di Rusia. Angka tersebut naik dibanding hasil survei 2006. Kala itu hanya 15 persen responden yang berpendapat demikian.

Mickey Rourke dan Steven Seagal bahkan pernah terlihat mengenakan kaus bergambar Vladimir Putin. "Orang-orang yang mengenakan kaus tersebut kebanyakan adalah mereka yang loyal pada pemerintah dan mendukung kebijakan presiden. Dengan melakukan hal tersebut, mereka ingin menunjukan posisi mereka,” tutur Karavanov.

Aktor Mickey Rourke mengenakan T-shirt bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin saat ia mengunjungi toko suvenir di Mall GUM, di pusat kota Moskow, 11 Agustus 2014. Foto: Reuters

Sementara, berdasarkan survei Levada Center, 17 persen warga Rusia menilai bahwa benda semacam ini justru menimbulkan pandangan negatif terhadap Putin. Putin sendiri sepakat dengan pendapat ini. Juru bicara Putin Dmitry Peskov menyatakan pada November lalu bahwa sang presiden tak terlalu senang terkait eksploitasi gambar wajahnya di pasaran.

Hal tersebut sama sekali tak memengaruhi minat masyarakat terhadap kaus bergambar Putin tersebut. “Produk kami dibeli oleh berbagai kalangan, dari mahasiswa hingga staf kementerian, dari warga pedalaman Rusia hingga masyarakat urban Amerika,” terang Karavayev.

Anastasia, pegawai toko pernak-pernik patriotik mengamini hal tersebut. Menurut Anastasia, penjualan kaus Vladimir Putin cenderung stabil. “Tentu saja ada yang membeli kaus tersebut untuk hadiah atau untuk oleh-oleh temannya di luar negeri, namun kebanyakan membeli untuk dirinya sendiri,” kata Anastasia.

Salah satu penggemar kaus Putin adalah Lydia, yang telah mengoleksi beberapa kaus bergambar Vladimir Putin. Ia membeli kaus bergambar Putin pertama kali saat kaus itu muncul di pasaran. "Kadang saya bertemu orang yang mengenakan kaus yang sama dan itu menyenangkan,” tambahnya. Lydia mengenakan kaus bertuliskan "Salam dari Krimea" pada acara perkemahan di Swiss, dan di sana ia bertemu dengan banyak turis lain. “Reaksi mereka beragam, namun sebagian besar positif. Teman saya bahkan mengenakan kaus bergambar Putin di Amerika, dan orang-orang di sana tidak berkomentar apa-apa. Sama seperti saya, ia ingin menunjukan kebanggaan atas negaranya,” kata Lydia.

Sementara, ada pula Pyotr yang baru memiliki kaus bergambar Vladimir Putin. "Saya sudah mengenakannya dua kali, semua orang menyukainya, dan itu selalu membuat saya menjadi pusat perhatian. Saya berencana melakukan perjalanan keliling Eropa dan saya pasti akan membawa kaus ini. Biarkan semua orang melihat dari mana saya berasal,” katanya.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai berita seputar masyarakat Rusia? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.