Empat Film Animasi Rusia Tersukses yang Ditonton Anak-anak Seluruh Dunia

Serial Masha dan Beruang telah diputar di Rusia sejak 2009. Foto: Facebook

Serial Masha dan Beruang telah diputar di Rusia sejak 2009. Foto: Facebook

Bagi sebagian besar orang Indonesia, tidak jarang kini Rusia diasosiasikan dengan serial kartun “Masha and the Bear” yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta di dalam negeri. Serial ini cukup populer dan digemari tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Namun, selain Masha dan si beruang, adakah kartun produksi Rusia lainnya yang sukses dan ditonton oleh anak-anak di seluruh dunia? Berikut ini, RBTH akan menceritakan empat proyek animasi modern tersukses buatan Rusia.

Bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet, sekolah animasi legendaris Uni Soviet, beserta gambar-gambar animasinya yang realistis — yang beberapa di antaranya memiliki pendekatan ekperimental terhadap gambar-gambar dan tulisannya — pun ikut runtuh. Kini yang tersisa hanyalah segudang arsip yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Beberapa orang animator legendaris memang masih hidup sampai saat ini. Misalnya, Yuriy Norshteyn yang mendapatkan penghargaan bidang kesenian dan kesusastraan Prancis, penghargaan Ordo Matahari Terbit Jepang, dan berbagai penghargaan lainnya. Namun demikian, dukungan Pemerintah Rusia terhadap perindustrian animasi praktis sudah dihentikan sepenuhnya.

Kenyataan ini lantas tidak menghantikan para animator masa kini untuk berkreasi; menuangkan ide dan imajinasinya dalam animasi. Kini, film animasi masih terus dibuat di studio-studio film swasta, bahkan beberapa di antaranya berhasil mendapatkan pengakuan internasional.

Smeshariki

Serial animasi ini (dalam bahasa Inggris: GoGoRiki atau Kikoriki) diciptakan atas aspek psikologis anak-anak yang cenderung menyukai bentuk bulat. Oleh karena itu, semua tokoh hewan dalam serial ini — kelinci, landak, babi, rusa, dan jenis hewan lainnya — praktis berbentuk bulat dan sama besar. Dalam serial ini, tidak ada tokoh antagonis. Seluruh petualangan menarik para tokoh di hutan dongeng dikaitkan dengan hubungan interpersonal atau pertentangan kehidupan berumah tangga yang biasa bagi manusia.

Meskipun animasi ini ditujukan untuk anak-anak usia 3 – 8 tahun, dalam serial ini banyak disisipkan kiasan sejarah dan budaya, serta referensi film-film klasik, seperti film ‘Psycho’ karya Alfred Hitchkock dan film ‘Dead Man’ karya Jim Jarmusch. Oleh karena itu, animasi ini pun menarik perhatian banyak orang dewasa. Serial ini telah diputar sejak 2004 dan hingga kini sudah mencapai lebih dari 200 episode.

Smeshariki menjadi kesuksesan yang penting bagi dunia animasi Rusia di mancanegara. Serial ini telah diterjemahkan ke dalam 15 bahasa dan disiarkan di 60 negara, termasuk di AS, Jerman, Prancis, dan Tiongkok. Pada 2011 lalu, pencipta serial ini merilis film layar lebar animasi ini dalam format 3D yang berjudul ‘Smeshariki: Nachalo’ (Smeshariki: Dimulai). Film ini juga ditayangkan di luar Rusia di tahun yang sama.

Cuplikan film "Smeshariki: Nachalo". Sumber: riki/YouTube

Film layar lebar Smeshariki kedua yang juga dalam format 3D, ‘Smeshariki: Legenda o Zolotom Drakone’ (Smehsariki. Legenda Naga Emas), direncanakan akan dirilis pada 2015 ini.

Cuplikan film "Smeshariki: Legenda o Zolotom Drakone". Sumber: TVSmeshariki/YouTube

Masha i Medved (Masha dan Beruang)

Animasi yang satu ini tentunya tidaklah asing bagi kebanyakan anak-anak di Indonesia. Namun. berbeda dengan Smeshariki, serial animasi Masha dan Beruang sepenuhnya dibuat dalam format 3D. Kartun ini menceritakan mengenai persahabatan seorang anak perempuan yang menggemaskan bernama Masha — yang tinggal di rumah pinggiran kota dengan neneknya — dengan seekor beruang sirkus bernama Misha.

Meskipun serial ini dibuat berdasarkan dongeng rakyat Rusia, ada cukup banyak detail kehidupan masa kini yang dimasukkan dalam animasi ini. Contohnya, Masha dapat menari seperti Michael Jackson atau bermain gitar elektrik.

Episode 29 serial animasi Masha dan Beruang yang menampilkan adegan Masha bermain gitar elektrik. Sumber: Get Movies/YouTube

Spin-off adalah objek atau entitas baru yang merupakan hasil pemecahan dari bentuk yang lebih besar, seperti acara televisi yang dibuat berdasarkan acara lain yang telah ada sebelumnya.

Serial Masha dan Beruang telah diputar di Rusia sejak 2009. Kini, Masha dan si beruang telah menjadi ikon populer Rusia. Produksi figur mainan, pakaian, peralatan makan, dan permainan komputer kedua tokoh ini diproduksi secara massal. Serial ini kini diputar di lebih dari 20 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Australia, dan Indonesia.

Selain itu, serial animasi ini juga dapat diakses dalam siaran resmi berbahasa Rusia dan Inggris di YouTube. Pada tahun 2012 lalu, sang pembuat animasi merilis spin-off dari 26 seri animasi ini berdasarkan cerita-cerita rakyat Rusia.

Belka & Strelka - Zvyozdniye Sobaki (Belka & Strelka - Anjing Luar Angkasa)

Ini adalah film animasi Rusia pertama yang dirilis di layar lebar dalam format 3D. Film yang tayang pada 2010 silam ini dibuat berdasarkan kisah nyata dua ekor anjing bernama Belka dan Sterlka yang diluncurkan ke luar angkasa menggunakan Sputnik-5 pada 19 Agustus 1960. Film ini dipersembahkan untuk mengenang peristiwa bersejarah penerbangan kedua anjing tersebut ke angkasa 50 tahun lalu.

Cuplikan film "Belka & Strelka - Zvyozdniye Sobaki". Sumber: ShabalinArtem/YouTube

Selain di Rusia, kisah petualangan dua ekor anjing ini juga tayang di berbagai bioskop di negara-negara bekas Uni Soviet, bahkan termasuk di AS. Dengan anggaran pembuatan film sebesar 3,5 juta euro, film Belka dan Strelka mampu merogoh penghasilan lebih dari 7 juta dolar AS.

Snezhnaya Koroleva (Ratu Salju)

Film animasi layar lebar ini menceritakan mengenai tokoh yang sama dari cerita anak-anak klasik karangan Hans Christian Andersen: Ratu Salju. Namun, alur cerita film ini dialihkan ke kisah seorang ratu jahat yang membuat musim dingin abadi demi menguasai dunia. Gerda, sang tokoh utama, harus menolong dunia yang dikutuk tersebut sekaligus adik laki-lakinya, Kay.

Cuplikan film "Snezhnaya Koroleva". Sumber: КиноГуру/YouTube

Film animasi 3D Snezhnaya Koroleva disutradarai oleh seorang sutradara kawakan Timur Bekmambetov, yang dikenal melalui film ‘Nochnoy Dozor’ dan ‘Dnevnoy Dozor’. Ia juga ikut berperan dalam pembuatan film ‘Wanted’ dan ‘Abraham Lincoln: Vampire Hunter’.

Film ini pertama kali dirilis perdana pada akhir 2012 lalu di Rusia. Film ini kemudian dirilis di luar Rusia pada awal 2013. Dengan biaya pembuatan film mencapai 7 juta dolar AS — dan mendapatkan beragam respon dari para kritikus film — film ini berhasil mengantongi pendapatan sebesar 14 juta dolar AS. Kesuksesan tersebut mendorong pembuat film animasi ini untuk merilis sekuel film tersebut, yaitu ‘Snezhnaya Koroleva 2: Perezamorozka’.

Berbeda dengan film yang pertama, sekuel film ini lebih dulu tayang di Inggris, negara-negara Baltik, Polandia, dan Korea Selatan. Dalam dua hari pertama sejak penayangan film ini, Snezhnaya Koroleva 2 berhasil meraup penghasilan sebesar 1,3 juta dolar AS. Film ini akan dirilis pada awal tahun 2015 ini di Rusia dan negara-negara lainnya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.