Riwayat Unik Telnyaskha, Kaus Bergaris Ciri Khas Militer Rusia

Tren penggunaan kaus bergaris ini diduga terinspirasi dari film Inggris berjudul “This Sporting Life” yang populer di kalangan elit militer Soviet. Foto: TASS

Tren penggunaan kaus bergaris ini diduga terinspirasi dari film Inggris berjudul “This Sporting Life” yang populer di kalangan elit militer Soviet. Foto: TASS

Sekitar 140 lalu, tepatnya pada 1874, Kekaisaran Rusia menetapkan kaus bergaris sebagai bagian dari seragam resmi pelaut Rusia. Di Barat, kaus ini disebut “Kaus Breton’, sementara warga Rusia menyebutnya “telnyashka”.

Kaus bergaris ini pertama kali muncul di Rusia pada paruh kedua abad ke-17, ketika kapal dagang Belanda mulai datang ke kota Khologory dan Arkhangelsk. Pada masa itu, gaya “serigala laut” Belanda dan para pelaut Inggris menjadi inspirasi utama para kelasi Rusia. Peter I bahkan menetapkan desain seragam para pelaut Belanda sebagai seragam Angkatan Laut Rusia.

Kaus Breton kemudian mulai digunakan oleh para awak kapal dagang Rusia pada tahun 1840-1850-an. Mereka membeli kaus itu di pelabuhan-pelabuhan Eropa.

Pada suatu hari di tahun 1868, Grand Duke Admiral Konstantin Nikolayevich Romanov melakukan inspeksi di kapal fregat General Admiral. Ternyata, semua kru kapal tersebut mengenakan kaus bergaris yang mereka beli di Eropa. Belanda, khususnya, sangat membanggakan fungsionalitas dan kenyamanan kaus bergaris ini. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1874, sang pangeran meminta Kaisar Romanov untuk menandatangani dekrit yang secara formal menetapkan kaus bergaris sebagai seragam para pelaut.

Kaus bergaris ini kemudian menjadi sebuah fenomena cult. Setelelah Perang Rusia-Jepang berakhir, para pelaut didemobilisasi memenuhi kota-kota Rusia. Atribut utama dari para pelaut gagah tersebut ialah kaus bergaris, yang kala itu kerap disebut ‘jiwa laut’. Itulah awal mula terhubungnya ‘jiwa laut’ dengan jiwa para pelaut Rusia.

Seragam Penerjun Payung

Kaus bergaris telnyashka kerap diasosiasikan dengan elemen air. Namun, kaus ini juga ternyata digunakan oleh para penerjun payung Rusia. Kaus Breton menjadi bagian dari seragam para penerjun payung secara tak resmi sejak 1959, ketika mereka mulai dilatih untuk terjun ke air.

Salah satu pelopor tren pemakaian kaus bergaris di kalangan pasukan udara, Vasily Margelov, terpilih menjadi Komandan Pasukan Lintas Udara. Berkat antusiasme Margelov, kaus bergaris kemudian secara resmi menjadi bagian dari seragam para penerjun payung.

Seragam kaus bergaris biru digunakan pertama kali sebagai seragam resmi para penerjun payung Soviet pada Agustus 1968 di Praha. Penerjun payung Soviet—yang mengenakan kaus bergaris—memainkan peran penting dalam mengakhiri Musim Semi Praha (Prague Spring).

Tren penggunaan kaus bergaris ini diduga terinspirasi dari film Inggris berjudul “This Sporting Life” yang populer di kalangan elit militer Soviet. Film drama tersebut bercerita tentang kerasnya kehidupan para pemain rugby di Inggris. Film ini dirilis pada 1983, dan entah mengapa sangat digemari oleh para komandan militer Soviet. Beberapa komandan militer bahkan berencana membuat tim rugby militer. Margelov kemudian merancang program pelatihan rugby bagi para penerjun payung. Margelov sangat terkesan oleh salah satu adegan brutal di film tersebut, ketika tokoh utama film tersebut dengan sengaja mencederai pemain dari tim lawan. Pemain dari tim lawan itu mengenakan seragam yang meyerupai kaus bergaris telnyashka.

Makna Tiap Garis

Garis horizontal menciptakan tipuan mata yang memperlihatkan seolah ada lebih banyak orang dari yang sesungguhnya. Menariknya, para tentara Angkatan Laut Soviet yang bepartisipasi dalam pertempuran di darat pada Perang Dunia II, disebut sebagai ‘Setan Bergaris’ oleh pasukan Jerman. Julukan ini bukan hanya dilatarbelakangi oleh kemampuan tempur para tentara tersebut yang sungguh luar biasa, tapi juga karena stereotipe yang ada di Barat selama berabad-abad.

Di Eropa, pakaian bergaris identik dengan banyak ‘kutukan’. Pakaian ini harus dikenakan oleh algojo profesional, pengikut ajaran sesat, penderita kusta, dan orang yang terbuang dari masyarakat dan tidak memiliki hak sebagai warga sipil. Fenomena kehadiran kaus bergaris Angkatan Laut Soviet di ‘darat’ menciptakan ketakutan yang luar biasa bagi para tentara Jerman.

Kini, hampir semua divisi bersenjata di Rusia memiliki kaus bergaris dengan garis kombinasi warna yang unik dan memiliki arti tersendiri. Kaus dengan garis hitam digunakan oleh tentara angkatan laut dan penyelam, kaus bergaris hijau muda digunakan oleh para penjaga perbatasan, kaus bergaris marun dikenakan oleh komandan pasukan internal di Kementerian Dalam Negeri, kaus bergaris biru digunakan oleh tentara Resimen Kepresidenan dan Pasukan Khusus Badan Keamanan Federal, sementara kaus bergaris oranye dipakai oleh tim dari Kementerian Situasi Darurat Rusia.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Russian7.ru

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.