Rahasia di Balik Nama Orang Rusia

Tanda tangan Aleksandr I.

Tanda tangan Aleksandr I.

Russkaya Semiorka
Bagaimana orang Rusia menamai anak-anaknya pada masa Rus (Rusia kuno)? Apa panggilan para tsar Rusia di rumah, berbedakah dengan ‘nama publik’ mereka? Dan mengapa beberapa nama dilarang untuk digunakan? Semua hal terkait pemberian nama orang Rusia akan terjawab dalam artikel ini.

‘Ivan’ merupakan salah satu nama yang paling umum di Rusia. Pada masa kekaisaran, nama ‘Ivan’ dimiliki oleh satu dari empat rakyat jelata Rusia. Selama beberapa waktu, nama yang memiliki akar dari Yahudi tersebut tidak masuk ke keluarga dinasti Rusia. Namun sejak kepemimpinan Ivan I, nama tersebut digunakan oleh empat orang raja dari keluarga Dinasti Rurik. Nama itu juga digunakan oleh keluarga Dinasti Romanov. Namun setelah kematian Ivan VI pada 1764, penggunaan nama tersebut dilarang.

Penerus Garis Keluarga Ayah

Kehidupan masyarakat Rusia masa kini tak lepas dari penggunaan otchestvo (nama ayah yang disertakan dalam nama lengkap orang Rusia). Penggunaan nama belakang bukan saja dianggap sebagai bentuk panggilan penghormatan kepada seseorang, tetapi juga merupakan kebutuhan untuk membedakan orang dengan nama dan nama keluarga yang sama.

Penggunaan otchestvo pada masa Rusia kuno dulu layaknya bagian dari nama keluarga, yakni merupakan petunjuk garis keturunan dari ayah. Orang awam, baik yang terkemuka maupun rakyat jelata, menamai dirinya sendiri, misalnya “Mikhail, Petrov syn” (Mikhail anak dari Petr). Adapun penambahan akhiran “-ich” pada otchestvo hanya boleh dilakukan oleh keluarga bangsawan saja. Itu digunakan oleh keluarga Dinasti Rurik, contohnya nama adalah Syatopolk Izyaslavich.

Sejak abad ke-19, otchestvo mulai digunakan oleh kaum-kaum berpendidikan. Setelah penghapusan perbudakan di Rusia pada 1861, otchestvo boleh digunakan juga oleh rakyat jelata.

Julukan

Tradisi pemberian julukan di masa Rus sudah dimulai sebelum era kristenisasi Rusia kuno. Setiap kata yang berhubungan dengan adat, kebiasaan, penampilan luar, atau lingkungan sekitar, dapat dijadikan sebagai panggilan nama untuk seseorang.

Dalam perjalanannya, terdapat nama yang berasal dari angka-angka: Pervoy (pertama), Vtorak (kedua), dan Tretyak (ketiga). Penamaan tersebut dibuat berdasarkan urutan kelahiran.

Ada pula nama yang dibuat berdasarkan ciri-ciri fisik seseorang, misalnya Chernyava (hitam), Belyak (putih), atau Malyuta (kecil). Pemberian julukan bisa juga dibuat berdasarkan karakter seseorang, seperti Molchan (diam), Smeyana (tertawa), atau Istoma (lesu).

Ada juga penamaan berdasarkan mahluk hidup lain seperti Byk (banteng), Syuka (ikan pike), Dub (pohon ek), atau berdasarkan kerajinan tangan seperti Lozhka (sendok), Kuznets (pengrajin besi), dan Shuba (jaket bulu). Seiring berjalannya waktu, penamaan dapat berubah menyesuaikan orang tersebut.

Pemberian julukan terus dilakukan hingga keluarnya larangan dari Pyotr I. Namun sejak abad ke-15, pemberian julukan tersebut berubah menjadi marga.

Nama-nama Raja

Tradisi pemberian nama langsung dimulai dalam silsilah Dinasti Rurik. Para tsar Dinasti Rurik yang memerintah Rus sebelum Dinasti Romanov memiliki nama adat (paganisme) dan nama Kristen: Yaroslav-Georgiy (Mudriy) atau Vladimir-Vasiliy (Monomakh).

Dalam Dinasti Rurik, terdapat dua kategori nama, yakni nama Slavia yang terdiri dari dua dasar makna, seperti Yaropolk (Yaro-polk; Yar dari kata “Zhar” yang berarti panas), Svyatoslav, atau Ostromir; dan yang kedua adalah nama Skandinavia seperti Olga, Gleb, Igor.

Dalam upaya kristenisasi pada masa Rus, nama-nama Slavia ditinggalkan. Bahkan ketika itu muncul daftar nama terlarang. Nama-nama yang berhubungan dengan paganisme, seperti Yarilo dan Lada (nama dewa dewi dalam mitologi Slavia), dilarang keras. Untuk kepentingan penggunaan nama Kristen, keluarga Dinasti Rurik harus berhenti menggunakan nama dinasti yang sebelumnya. Sejak dibaptis, Tsar Vladimir Svyatoslavovich diberi nama Vasiliy. Sementara Tsaritsa Dinasti Rurik, Olga, berubah nama menjadi Elena.

Di abad XIV XVI, bayi yang baru lahir biasanya langsung diberi nama berdasarkan nama-nama orang suci Kristen yang dirayakan pada hari kelahiran tersebut. Berbeda dengan nama publik, nama itu hanya digunakan di lingkaran keluarga dan orang dekat. Vasiliy III memiliki nama kecil Gavriil, sedangkan anaknya, Ivan Grozniy, memiliki nama kecil Tit.

Pembaharuan penamaan dinasti Rusia lain, yakni pada masa Dinasti Romanov, terjadi pada masa Tsaritsa Ekaterina II. Ia memasukan nama-nama baru dengan menamai cucu-cucunya dengan nama Nikolay (untuk mengenang Nikolay Chudotvorets), Konstantin (untuk mengenang Konstantin Velikiy) dan Aleksandr (untuk mengenang Aleksandr Nevskiy).

Seiring pertumbuhan pohon silsilah Dinasti Romanov, muncul nama-nama dinasti yang sempat terlupakan seperti Nikita, Olga, dan bahkan nama-nama di luar kalender penamaan, seperti Rostislav.Pemberian nama untuk mengenang para anggota keluarga sebelumnya pun menjadi suatu kebiasaan. Di dalam keluarga Romanov, pemberian nama didominasi oleh adat istiadat penggunaan nama leluhur mereka. Dari situlah muncul banyak nama Nikolay, Aleksander, dan Pyotr dalam silsilah keluarga Romanov. Namun setelah pembunuhan Pyotr III (1728 – 1762) dan anaknya Pavel I (1754 – 1801), penggunaan nama Pyotr dan Pavel pun dilarang.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Russkaya Semerka.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.