Rusia dalam Angka: 2014 Penuh Pencapaian Akbar dan Kekecewaan Besar

Tahun 2014 tercatat dalam sejarah Rusia sebagai tahun yang penuh pencapaian akbar, namun tak lepas dari sejumlah kekecewaan besar. Foto: Alexey Malgavko/RIA Novosti

Tahun 2014 tercatat dalam sejarah Rusia sebagai tahun yang penuh pencapaian akbar, namun tak lepas dari sejumlah kekecewaan besar. Foto: Alexey Malgavko/RIA Novosti

Tahun 2014 tercatat dalam sejarah Rusia sebagai tahun yang penuh pencapaian akbar, namun tak lepas dari sejumlah kekecewaan besar. Kami melihat kembali tahun yang akan berakhir ini melalui angka-angka penuh makna, yang dapat menilai peristiwa yang terjadi sepanjang 2014 secara objektif.

1) 33 medali – Angka perolehan medali tim nasional Rusia secara keseluruhan di Olimpiade Musim Dingin Sochi (13 emas, 11 perak, sembilan perunggu). Perolehan ini membuat Rusia menduduki peringkat pertama dalam perolehan medali secara keseluruhan. Peran penting dimainkan oleh peraih enam medali emas Olimpiade cabang olahraga short track, Viktor Ahn, atlet Rusia keturunan Korea yang menyumbangkan tiga medali emas bagi timnas Rusia di Sochi.

2) Lebih dari 96 persen penduduk Krimea memilih untuk bergabung dengan Rusia pada referendum yang diselenggarakan 16 Maret 2014 lalu. Peristiwa ini menjadi titik awal perpecahan Rusia-Ukraina, yang menyebabkan krisis dalam hubungan Rusia dan Barat, dan mungkin telah mengubah arah kebijakan luar negeri Rusia secara keseluruhan dalam percaturan politik dunia.

3) 400 miliar dolar AS merupakan nilai kontrak jual-beli gas Rusia-Tiongkok yang ditandatangani pada 21 Mei 2014 saat kunjungan resmi Presiden Rusia ke Tiongkok. Kontrak tersebut menandakan munculnya era baru dalam hubungan ekonomi Rusia-Tiongkok dan menjadi tahap lanjutan penting dalam peralihan orientasi Rusia ke dunia Timur.

4) 60 persen – Angka ini merupakan jumlah dana dari Russian National Wealth Fund yang akan digunakan untuk memberi dukungan perusahaan-perusahaan Rusia yang terkena sanksi ekonomi. “Sanksi” merupakan kata paling penting bagi Rusia dalam semester kedua tahun ini. Dampak sanksi dirasakan oleh seluruh warga Rusia, tanpa memandang usia, status sosial, dan jenis pekerjaan.

5) 60 dolar AS per barel, adalah harga minyak mentah pada Senin (29/12), mencapai hampir setengah harga dibanding semester pertama tahun ini, ketika harga minyak berkisar pada 110 dolar AS per barel. Anggaran pemerintah Rusia pada 2015 telah dibuat berdasarkan perhitungan harga minyak sebesar 96 dolar AS. Jika harga minyak mentah terus jatuh, maka pengeluaran negara pada anggaran belanja Rusia harus dikurangi secara signifikan, yang dapat memukul sektor publik di Rusia.

6) Museum Hermitage merayakan hari jadinya yang ke-250 tahun 2014 ini. Hermitage merupakan museum terbesar di Rusia yang memiliki lebih dari tiga juta koleksi benda seni, termasuk penemuan-penemuan kuno, mahakarya antik, serta kesenian Timur dan Slavia. Museum ini dikunjungi lebih dari 2,5 juta orang per tahun.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan untuk R Magazine, majalah analisis berbahasa Korea milik RBTH.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.