Berbisnis Ala Ajaran Ortodoks Lama: Tak Mau Terikat Kredit

Mayoritas penganut Ortodoks Lama di Rusia berada di Subyek Federal Nizhegorodskaya Oblast. Foto:  Valeri Melnikov/RIA Novosti

Mayoritas penganut Ortodoks Lama di Rusia berada di Subyek Federal Nizhegorodskaya Oblast. Foto: Valeri Melnikov/RIA Novosti

Sinode kudus tahunan gereja Kristen Ortodoks Lama Rusia yang berlangsung di Moskow baru saja berakhir. Bagaimana penganut ajaran Ortodoks lama tetap menjaga kepercayaan dan tradisi mereka hari ini, bahkan dalam menjalankan bisnisnya? Semua itu akan dibahas oleh RBTH berikut ini.

Jumlah penganut agama Kristen Ortodoks Lama terbesar di Rusia terdapat di Subjek Federal Nizhegorodskaya Oblast (461 kilometer dari kota Moskow). Komunitas besar penganut agama tersebut juga terdapat di enam kota besar Rusia. Komunitas penganut Ortodoks Lama bersifat tertutup. Mereka juga lebih memilih bisnis yang dapat dijalani oleh keluarga dan tidak mengambil kredit di bank-bank.

Jalan Ajaran Ortodoks Lama

Dalam konteks sejarah gereja Ortodoks Rusia, Ortodoks Lama berpisah dari Gereja Ortodoks Rusia pada 1666 sebagai protes terhadap reformasi gereja yang dikenalkan oleh Patriark Nikon antara 1652 dan 1666.

Para penganut Ortodoks Lama melanjutkan praktik liturgi yang dijalankan Gereja Ortodoks Rusia sebelum pelaksanaan reformasi ini.

“Apa yang menjaga kebersamaan kita?” tanya seorang staf Gereja Ortodoks Lama Pomorian (GOLP) Arseniy Shamarin. “Kesadaran akan kebenaran jalan yang dianut. Pemahaman bahwa kita menganut kepercayaan Kristen Ortodoks, adalah hal yang kita coba pertahankan dan kita teruskan kepada anak-anak. Kita semua bertanggung jawab atas penyelamatan jiwa masing-masing. Reformasi abad XVII telah menghancurkan kesadaran beragama, membuat sakramen dan para rohaniawan menjadi ritus semata, sedangkan doa pun berubah menjadi tuntutan keinginan,” jawab Shamarin.

Para penganut Ortodoks Lama dibesarkan dalam peraturan yang ketat, baik secara keagamaan maupun dalam rumah tangga. Namun yang terpenting dalam iman kepercayaan adalah kesadaran yang mendalam. Tidak semuanya memahami perbedaan antara Kristen Ortodoks Lama dengan Kristen Ortodoks Baru. Terkadang para penganut lama terlihat eksenterik, orisinal, inkarnasi dari ”Rusia yang hilang”.

Kehidupan para penganut Ortodoks Lama berputar di sekitar gereja dan mereka merupakan masyarakat yang tertutup, baik komunitas maupun gerejanya. Ini menjelaskan mengapa kekonservatifan mereka dianggap sebagai ketidakramahan dan keangkuhan oleh orang awam. Mereka menilai, perbauran dengan masyarakat asing akan mengancam hilangnya identitas mereka sebagai penganut Ortodoks Lama. Sama seperti agama-agama Ortodoks lainnya, penganut aliran ini menilai dirinya sebagai pembawa kebenaran. Anehnya, mereka jauh lebih mudah menjaga kepercayaan mereka di kota-kota besar, meski banyak godaan di sana.

Moskow, Sankt Peterburg, dan Kazan sejak dulu sudah memiliki komunitas penganut Ortodoks Lama yang besar dengan gereja-gerejanya. Selain itu, di megalopolis lebih mudah untuk membaur di tengah masyarakat dan tidak terlihat mencolok di era Soviet. Tingkat toleransi kota-kota megalopolis terhadap penganut Ortodoks Lama cukup netral. Di pedesaan, semua orang sudah saling mengenal dengan baik satu sama lain, oleh sebab itu mereka bisa hidup dengan harmonis. Sedangkan, di kota-kota kecil lebih rawan terjadi konflik.

Bisnis Keluarga

Aleksander Zagorodniy adalah seorang ketua komunitas Ortodoks Lama Ligovsk. Jabatan tersebut merupakan hasil pemilihan komunitas, sebagai perwakilan dari kepentingan jemaat dan para tetua. Kakak-beradik keluarga Zagorodniy adalah pemegang saham dari salah satu penghasil komponen dan bahan untuk industri pengolahan daging. Vasiliy Zagorodniy mengelola bisnisnya, sedangkan Aleksander mengepalai bagian teknologi produksi sosis buatan tangan (sejenis sosis berukuran besar).

Mereka berdua adalah penganut Ortodoks Lama, yang sesuai dengan peraturan harus melakukan bisniskeluarga. Usaha mereka sudah berlangsung selama 17 tahun. Banyak klien mereka berasal dari seluruh Rusia, mulai dari toko-toko penjual kolbasa, kafe, restoran, dan pedagang swasta. Di Sankt Peterburg, perusahaan mereka sudah mempekerjakan sekitar 300 orang. Mereka juga memiliki cabang di Moskow, Yekaterinburg, Novosibirsk, dan Volgograd. Aleksander tidak pernah mengambil kredit, baik untuk diri sendiri, ataupun untuk urusan bisnis, karena ia tidak ingin memiliki keterikatan.

Foto: my.mail.ru

Para penganut Ortodoks Lama dianggap sebagai kelompok yang luar biasa bagi Rusia. Tidak banyak orang Rusia, bahkan hingga kini, yang bertemu dengan mereka. 

Kehidupan mereka cukup tertutup. Kaum Ortodoks Lama dianggap sangat konservatif. Dari segai penampilan, mereka juga "berbeda" dengan orang Rusia lainnya. 

“Keterikatan akan sesuatu adalah dosa. Bisnis kami berdiri di atas prinsip itu. Pemberian bunga adalah dosa. Makanan dibuat oleh tangan sendiri, itu merupakan bagian dari budaya spiritual. Di era Uni Soviet, tidak ada yang memanggang roti dan sosis di rumah. Saat ini, orang-orang ingin membangkitkan hal yang terlupakan itu dan memasak makanan sendiri,” kata Alexander.

Sejarawan Aleksey Bezgodov menyatakan bahwa para pengusaha Ortodoks Lama tidak ingin menjadi pusat perhatian. Bezgodov sendiri memiliki bisnis percetakan yang tidak besar. “Banyak dari kami yang berada dalam dunia bisnis menengah dan kecil. Kami memiliki perserikatan bisnis sendiri. Di Latvia, terdaftar Serikat Pedagang Ortodoks Lama Internasional. Masih terdapat berbagai persatuan lainnya di tingkat kemitraan yang bersifat perorangan,” terang Bezgodov.

Menurut Bezgodov, tidak ada industri tersendiri yang hanya mempekerjakan penganut Ortodoks Lama. Ia juga menerangkan, para pengusaha Ortodoks Lama biasanya bergerak di bidang industri kayu, konstruksi bangunan, peternakan lebah, dan di antara pengusaha bisnis kecil banyak yang berprofesi sebagai pengrajin tangan dan petani.

“Kami memiliki pendanaan internal untuk para penganut Ortodoks Lama. Pendanaan ini, seperti peraturan yang kami anut, tidak berbunga dan berdasarkan perkataan yang jujur, bahkan di antara kami mempunyai kesepakatan yang berbeda-beda. Pendanaan dilakukan baik sebagai badan perorangan, maupun sebagai komunitas. Saya menggunakan kredit tersebut dan meminjamkannya. Terkadang, selang beberapa waktu, kredit tersebut dihapuskan. Meski jumlahnya, seperti peraturan, tidak lebih dari beberapa ratus ribu rubel,” papar Alexey.

Namun ia menjelaskan tindakan tidak melunasi utang tidaklah sering ditemukan. “Saya hanya pernah menemui beberapa kasus. Di satu kasus memang utang dihapuskan, di kasus lainnya orang itu tidak akan dipercayai lagi. Pengaduan kepada pengadilan dianggap sebagai tindakan yang tidak kristiani, apalagi bila mengadukan penganut Ortodoks Lama,” jelas sang pengusaha tersebut.

Komunitas Penganut Ortodoks Lama

Mayoritas penganut Ortodoks Lama di Rusia berada di Subyek Federal Nizhegorodskaya Oblast. Komunitas-komunitas besar berada di kota Moskow, Sankt Peterburg, Novosibirsk, Ekaterinburg, Kazan, dan Nizhniy Novgorod. Namun, sulit mendapatkan jumlah akurat dari mereka.

Para penganut Ortodoks Lama masih menjaga budaya dan bahasa nenek moyangnya. Pada zaman kekaisaran Rusia, mereka tidak disukai pemerintah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kehakiman, di Rusia terdaftar 336 organisasi keagamaan Ortodoks Lama yang aktif.

Mayoritas komunitas Ortodoks Lama berada di Latvia, Lithuania, Belarusia, dan Rumania. Selain itu, banyak penganut Ortodoks Lama yang tinggal di Ukraina, Moldova, Australia, dan AS. Ada pula yang tinggal di Estonia, Polandia, Bulgaria, Italia, Uruguay, Argentina, Brasil, Bolivia, dan Chili.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Kommenrsant.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.