Lima Perempuan Rusia yang Meninggalkan ‘Warisan Besar’

Valentina Tereshkova menjadi perempuan pertama yang terbang ke luar angkasa. Foto: RIA Novosti

Valentina Tereshkova menjadi perempuan pertama yang terbang ke luar angkasa. Foto: RIA Novosti

Sejarah telah menunjukkan bahwa perempuan Rusia adalah sosok yang kuat, dinamis, dan berani. Namun, hanya sedikit yang mampu berjuang melawan tekanan dalam masyarakat yang didominasi laki-laki. Kali ini, RBTH akan menuturkan kisah lima perempuan terhebat dari Rusia yang berhasil menorehkan ‘warisan sepanjang masa’.

Valentina Tereshkova

Pada 16 Juni 1963, Valentina Tereshkova menjadi perempuan pertama yang terbang ke luar angkasa. Ketika itu, ia menjadi pilot pesawat Vostok 6. Ia membuka jalan bagi kosmonot (astronot) perempuan dalam misi tiga hari tersebut, dengan melakukan berbagai tes pada dirinya sendiri untuk mengetahui reaksi tubuh perempuan terhadap penerbangan ke batas terluar jangkauan manusia.

Valentina kemudian memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang teknik dan menjadi seorang profesor yang menuliskan lebih dari 50 makalah ilmiah.

Pada tahun 2000, Asosiasi Perempuan Internasional menobatkan sang kosmonot yang lahir di dekat Yaroslavl ini, sebagai Perempuan Paling Berprestasi Abad ke-20. Tereshkova, yang berusia 77 tahun pada 6 Maret 2014, menyatakan ia bahkan siap untuk pergi dalam misi ke Mars jika ada kesempatan.

Katarina yang Agung

Katarina yang Agung, penguasa perempuan Rusia paling terkenal sepanjang masa, menduduki tahta Kekaisaran Rusia dari 1762 hingga 1796, sebuah masa yang disebut sebagai “Zaman Keemasan”. Selama 34 tahun periode pemerintahan Katarina yang Agung, Rusia menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.

Potret Ratu Catherine yang Agung oleh pelukis Rusia Fyodor Rokotov.Potret Ratu Catherine yang Agung oleh pelukis Rusia Fyodor Rokotov.

Kepemimpinan Katarina yang tegas dianggap sebagai faktor utama yang mengantarkan kemenangan bagi Rusia dalam perang melawan Turki dan memperluas Kekaisaran Rusia hingga Laut Hitam dan Laut Azov. 

Katarina yang Agung meninggalkan warisan besar yang jauh lebih dari sekadar ekspansi wilayah Rusia. Hermitage, museum terbaik Rusia, adalah buah pikiran Katarina yang Agung, yang mewariskan koleksi seninya yang tak ternilai. Ia juga merupakan pendukung kesusastraan dan pendidikan dan dijuluki “Bintang dari Utara” oleh Voltaire.

Anna Akhmatova

Anna Akhmatova. Foto: stihi-rus.ru

Terlahir dengan nama Anna Gorenko, penyair modernis Rusia ini meninggalkan jejak yang tak akan hilang di bidang yang didominasi oleh pria di Rusia. Ia menghancurkan stereotipe tentang perempuan dan penyair dengan puisinya yang meneriakkan perjuangan untuk bebas dari kekangan emosional.

Dunia mungkin tidak pernah tahu dahsyatnya intensitas pembersihan Stalinis pada 1930-an jika bukan karena ‘Requiem’ karya Akhmatova. Buku dengan bahasa yang anggun dan penggunaan tema Injil ini adalah karyanya yang paling terkenal, namun baru bisa didapatkan di Uni Soviet pada akhir 1980-an.

Anna tidak mendukung pemerintah Soviet. Suami pertamanya dieksekusi oleh polisi rahasia dan anak laki-laki serta suami ketiganya dikirim ke Gulag. Ia juga terpaksa terus menyembunyikan karya dan menyimpan semua yang ingin ia tulis dalam ingatan, yang akan ia ceritakan hanya dalam pembacaan tertutup dengan kerabat-kerabat dekatnya yang dapat dipercaya.

Akhmatova meninggal pada 1967, setelah menjalani hidup yang menyakitkan, di mana ia menyaksikan kengerian pembersihan Stalinis serta Pengepungan Leningrad. Ribuan orang menghadiri acara pemakamannya yang diadakan di Moskow dan Saint Petersburg (yang dulu masih bernama Leningrad). 

Sofia Kovalevskaya

Sovia Kovalevskaya. Foto: Wikipedia

Ahli matematika perempuan pertama Rusia ini memberi beberapa kontribusi di bidangnya dan merupakan perempuan pertama yang menjadi profesor penuh di Eropa Utara. Pada 1891 ia dinobatkan sebagai Professor Ordinarius di Universitas Stockholm.

Lahir di Moskow pada 1850, Kovalevskaya tertarik pada bidang matematika sejak kecil. Ia mempelajari analisis diferensial dan integral dari catatan-catatan kuliah kalkulus ayahnya. Meski keluarganya menyewa tutor khusus baginya dan ia berhasil menunjukkan kepandaiannya dalam bidang itu, ia tidak dapat masuk universitas. Ia kuliah di Jerman, tempat ia memperoleh Ph.D. dari Universitas Göttingen dengan menyajikan tiga makalah mengenai integral eliptis, meski tidak diperbolehkan menghadiri kuliah dan mengikuti ujian.

Pada 1884, Kovalevskaya bergabung dengan Dewan Editorial Jurnal Matematika Acta Mathematica, dan empat tahun kemudian ia menjadi perempuan pertama yang menjadi anggota kehormatan Akademi Sains Rusia, meski ia tidak pernah diberi gelar profesor di negaranya sendiri.

Vera Mukhina

Potret Vera Mukhina karya Mikhail Nesterov.Potret Vera Mukhina karya Mikhail Nesterov.

Vera Mukhina yang lahir di kota Riga ini adalah salah satu pematung terhebat dunia dan seorang tokoh realisme Sosialis yang terkemuka. Karyanya yang paling populer adalah ‘Pekerja dan Perempuan Kolkhoz’, yang dikenal sebagai “gagasan ideal” dan “simbol” dari zaman Soviet. Patung ikonik itu, yang terbuat dari baja antikarat, terdiri dari dua sosok yang mengacungkan palu dan arit di atas kepala mereka.

Logo studio Mosfilm menggunakan wujud patung ini, yang merupakan monumen dari pelat baja antikarat setinggi 24 meter dengan berat 75 ton dan berkerangka kayu. Pelat-pelat itu disambung dengan cara inovatif yang disebut pengelasan titik (spot welding).

Karya Mukhina lain yang juga terkenal adalah patung perunggu ‘Perempuan Petani’, yang disimpan di Galeri Tretyakov dan Monumen Maxim Gorky di Nizhny Novogorod (yang dulu disebut Gorky).

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.