Moskow Belum Berhasil Atasi Kemacetan Lalu Lintas

Menurut Direktorat Kepolisian Lalu Lintas Rusia, hingga 2014 terdapat 5,5 juta kendaraan yang terdaftar di Moskow. Foto: Getty Images/Fotobank

Menurut Direktorat Kepolisian Lalu Lintas Rusia, hingga 2014 terdapat 5,5 juta kendaraan yang terdaftar di Moskow. Foto: Getty Images/Fotobank

Upaya Moskow mengurangi kemacetan lalu lintas belum memberi hasil seperti yang yang diharapkan pemerintah kota. Kebijakan transportasi baru ibukota Rusia ini fokus pada pengembangan transportasi umum. Namun para pengguna jalan sendiri masih belum siap berhenti mengendarai mobil dan menggunakan transportasi umum.

Setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991, masyarakat Rusia mulai membeli mobil pribadi secara massal, yang berdampak yang sangat buruk pada arus lalu lintas. Kemacetan di Moskow saat ini sangat parah.

Kepala Pusat Kajian Transportasi di Perguruan Tinggi Ilmu Ekonomi Konstantin Trofimenko menjelaskan, selama 1992-2010 pemerintah Moskow berupaya memecahkan kepadatan lalu lintas dengan mengembangkan jaringan jalan.

Pada tahun 1990-an, Jalan Lingkar Moskow (MKAD) yang mengelilingi kota itu diperbesar dan Jalur Lingkar Transportasi Ketiga (TTK) pun dibangun. Namun ternyata, jumlah mobil terus melampaui laju pembangunan jalan baru. Masalah lalu lintas Moskow menjadi salah satu alasan mantan Walikota Moskow Yury Luzhkov mengundurkan diri.  

Jalan Baru dan Bus Listrik

Trofimenko menilai tata kota Moskow—sebuah kombinasi pola jalan radial dan sirkuler dengan serangkaian jalan lingkar kecil, membuat kota ini lebih cocok untuk transportasi umum. Walikota Moskow Sergei Sobyanin yang menggantikan Luzhkov sejak 2010 mengusung pengembangan transportasi umum sebagai prioritasnya. Jalur-jalur khusus telah dibuat di banyak jalan. Parkir di tengah kota tidak lagi gratis dan zona parkir gratis di pinggiran kota terus diperluas. Stasiun-stasiun metro baru tengah dibangun, gerbong-gerbong baru untuk metro pun sedang dibeli, bersama bus, trem, dan bus listrik. Sistem tarif tunggal untuk seluruh jaringan transportasi umum juga sudah diberlakukan.

Selain itu, pemerintah baru kota ini juga berupaya memperbaiki interkonektivitas jalanan Moskow tanpa mengembangkannya secara besar-besaran. Beberapa jalan layang baru sedang dibangun, jembatan dan simpangan jalan raya diperbaiki dan dikembangkan. Lalu lintas jalan-jalan utama Moskow kini selalu ramai sepanjang waktu. Di pinggiran kota, sekitar 180 fasilitas park-and-ride sedang dibangun untuk para pengemudi yang tinggal di luar kota, agar memarkir mobil mereka di tempat parkir gratis dan menggunakan transportasi umum ke pusat kota. Di tengah kota yang bersejarah, banyak jalan diubah menjadi area khusus pejalan kaki.

Tetap Macet

Secara keseluruhan, pada 2012-2020 pemerintah Moskow berencana menghabiskan 4.400 miliar rubel (117,8 miliar dolar AS) untuk mengembangkan sistem transportasi Moskow. Namun hingga akhir 2013, Sergei Sobyanin belum memberi kemajuan signifikan untuk menyelesaikan masalah lalu lintas kota. Menurut layanan Yandex.Probki yang mengamati kepadatan lalu lintas, antara musim semi 2011 dan musim semi 2013, kecepatan lalu lintas di jalanan Moskow malah menurun.

Para pejabat Moskow membantah temuan ini. Menurut Pusat Pengelolaan Lalu Lintas Kota, pada 2013 kecepatan rata-rata di delapan dari sepuluh rute keluar Moskow ada yang meningkat, dan ada yang turun sedikit sebesar 1-3 kilometer per jam. Hanya di dua rute saja, Leningradky Shosse dan Kutuzovsky Prospekt, kecepatan ini turun cukup tinggi yakni 6-8 kilometer per jam.

Para ahli dan pemerintah kota yakin bahwa masalah kepadatan lalu lintas hanya dapat dipecahkan oleh pengguna jalan sendiri, yaitu jika mereka mau melepas mobil mereka dan beralih ke transportasi umum. “Jalanan Moskow hanya cukup untuk menampung sekitar 20-30 persen populasi kota yang mengemudi setiap hari, sementara 70 persen sisanya harus menggunakan transportasi umum. Jika tidak, kota ini akan mandek,” Konstantin Trofimenko menyimpulkan. 

Namun, kebanyakan upaya pemerintah kota untuk memperbaiki kondisi bagi penumpang transportasi umum dan pejalan kaki ditolak oleh kebanyakan pengguna jalan. Di zaman Soviet, hanya segelintir orang yang mampu membeli mobi. Itu sebabnya kini bagi banyak warga Rusia memiliki mobil masih menjadi simbol kesuksesan dalam hidup.

Terlalu Banyak Mobil

Salah satu penyebab utama kemacetan lalu lintas di Moskow adalah fakta bahwa proporsi jalan raya relatif kecil dibanding ruang total kota ini. Kepala Institut Kajian Transportasi Mikhail Blinkin memaparkan, jika di tengah Moskow jalanan mencakup 24 persen dari area total, di pinggiran angka ini turun hingga sepuluh persen.

Di perkotaan seperti New York, Los Angeles, dan Sydney, jaringan jalan dan jalan raya mencakup hingga 35 persen dari keseluruhan wilayah. Di Eropa, angkanya 20-25 persen. Sementara di area metropolitan Asia, seperti Singapura dan Hongkong, angkanya hanya 10-12 persen.

“Pusat kota Moskow dibangun dengan standar Eropa. Akan tetapi, di pinggiran kota terdapat pedesaan, yang seiring berjalannya waktu menjadi daerah suburban yang dipenuhi penduduk. Jaringan jalan di sana berkembang secara organik tanpa banyak perencanaan,” jelas Trofimenko.

Situasi semakin diperparah oleh jumlah mobil yang ada di Moskow, yakni 380 kendaraan per 1.000 penduduk. Angka tersebut membuat Moskow hanya berada di bawah New York. Di kota-kota besar lain, angkanya jauh lebih kecil, yakni 280 di Tiongkok dan 320 di London.

Jumlah mobil di Moskow juga naik hingga 8-10 persen, yaitu 350.000-400.000 per tahunnya. Menurut Direktorat Kepolisian Lalu Lintas Rusia, hingga 2014 terdapat 5,5 juta kendaraan yang terdaftar di Moskow.

Artikel Terkait

Rusia Akan Terapkan Aturan Baru bagi Blogger

Pasang Surut Larangan Merokok di Rusia

Pemerintah Rusia Terapkan Larangan Baru Konsumsi Rokok dan Alkohol di Tempat Umum

Reformasi Sistem Pemerintahan Rusia, Daerah Lebih Mandiri

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.