Ilmuwan Rusia: Tingkat Kematian Akibat Ebola Menurun

Hingga Senin (4/8), Ebola telah menjangkiti 1.800 orang dan menewaskan 889 korban jiwa. Foto: Reuters

Hingga Senin (4/8), Ebola telah menjangkiti 1.800 orang dan menewaskan 889 korban jiwa. Foto: Reuters

Jumlah orang yang terinfeksi demam Ebola di Afrika Barat terus bertambah dan penyebaran virus tersebut nyaris tak bisa dikendalikan.

Hingga Senin (4/8), Ebola telah menjangkiti 1.800 orang dan menewaskan 889 korban jiwa. Angka tersebut merupakan jumlah korban terbesar sejak virus ini muncul pada 1976. Selain Liberia, Guinea, dan Sierra Leone, wabah ini juga melanda Nigeria dan Hongkong.

Pada awal Agusus, ilmuwan Rusia dari Institut Virologi Ivanovsky Mikhail Schelkanov dan Kepala Spesialis Penyakit Menular Rusia Viktor Maleev dikirim ke Guinea untuk membantu memencari solusi epidemi Ebola. RBTH berkesempatan berbincang dengan para ahli tersebut mengenai upaya penanganan virus ini dan harapan untuk memusnahkannya.

Bagaimana kondisi penyebaran virus Ebola di Guinea saat ini?

Dulu hanya kasus parah yang diketahui dan dilaporkan, namun sekarang orang yang merasa terinfeksi Ebola memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke dokter, sehingga tingkat kematian akibat Ebola menurun dari 90 persen menjadi sekitar 50 persen.

Rumah Sakit Donka di Conakry sebagai rumah sakit umum terbesar di Guinea telah melakukan diagnosis dengan cukup baik. Laboratorium mereka diawasi oleh Dokter Maga, lulusan Akademi Negeri Kedokteran Hewan Moskow. Universitas tersebut melakukan penelitian penyakit berdasarkan diagnosis penularan viral. Beberapa penyakit, termasuk Ebola, menyebar dari hewan ke manusia.

Apa yang Anda kerjakan di Guinea?

Kami memberi bantuan ilmiah dan metodologis bagi spesialis lokal untuk memperbaiki diagnosis virus tersebut. Menurut saya kolaborasi ini sudah sangat baik. Kami juga tengah berkonsultasi dengan spesialis lokal tentang virus Ebola, yang kini sedang dikaji di Rusia.

Selain itu, kami mengunjungi salah satu rumah sakit darurat berupa tenda. Di sana kami berkonsultasi dengan para dokter tentang masalah klinis dan demam berdarah. Pendekatan klinis untuk pengobatan demam tersebut kurang lebih bersifat universal. Rusia juga pernah menangani wabah demam berdarah, jadi kami memiliki pengalaman yang sama.

Tak lupa, tugas kami adalah menjamin keselamatan warga Rusia dan staf kedutaan Rusia.

Menurut Anda, bagaimana cara menghentikan epidemi tersebut?

Epidemi ini rumit karena infeksi Ebola bersifat zoonotik. Hampir tidak mungkin mengendalikan sirkulasi virus di titik-titik panas di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia yang berhutan. Selain itu, kodisi sosial ekonomi negara-negara Afrika Barat membuat mereka tidak memiliki pelayanan kesehatan dan epidemiologis seperti di negara maju.

Keadaan tersebut diperparah dengan gagalnya administrasi dan maraknya korupsi di negara-negara Afrika Barat yang membuat penanganan antiepidemi secara layak hampir tak mungkin dilakukan. Di sana, orang yang terinfeksi Ebola boleh meninggalkan wilayah karantina dengan membayar uang 1,5 dolar AS.

Selain itu, ada tradisi unik yang dipertahankan penduduk setempat, yakni orang yang telah mati harus dipeluk oleh seluruh penduduk desa sebelum dikubur. Hal semacam ini memperlambat penanganan epidemi karena tradisi itu dapat menularkan virus.

Meski demikian, tindakan penanganan sudah mulai dilaksanakan. Sebagai contoh, para korban di Rumah Sakit Donka harus dikremasi di rumah sakit dan tidak diserahkan pada kerabat.

Tindakan-tindakan spesifik sesuai panduan Kementerian Kesehatan Guinea dan WHO juga sudah dilaksanakan. Pemerintah Afrika Barat akhirnya paham bahwa mereka tidak perlu menyembunyikan jumlah orang yang terinfeksi. Dalam beberapa hari terakhir jumlah korban pun sudah menurun.

Tahun ajaran baru akan segera dimulai di Rusia dan siswa yang berasal Guinea akan kembali ke Rusia. Bagaimana cara mengurangi resiko penyebaran virus?

Isu ini belum terselesaikan, namun kita bisa belajar dari pengalaman perusahaan Rusal yang mengirim para pekerjanya ke Casablanca, Maroko selama tiga minggu sebelum dikirim ke Rusia. Mereka bekerja dari jarak jauh dan kembali ke Rusia setelah selesai melewati masa inkubasi. Saya tidak tahu apakah hal yang sama akan dilakukan pada para siswa tersebut, tetapi sepertinya tidak, karena bergantung pada kondisi keuangan.

Apakah Rusia akan berhenti menerima pendatang dari daerah berbahaya?

Sepertinya tidak, tapi kesehatan mereka akan dipantau. Ketika para siswa tiba di Rusia, mereka akan diperiksa terlebih dulu selama satu atau dua bulan. Saya belum tahu bagaimana, tapi pemeriksaan tersebut akan dilakukan dengan sangat cermat.

Artikel Terkait

Rusia Siap Uji Vaksin Ebola

Kementerian Kesehatan Rusia Uji Klinis Vaksin HIV

Larangan Merokok Diperketat di Rusia

Pasang Surut Larangan Merokok di Rusia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.