Bangsa Cossack Masa Kini: Ortodoks Pencinta Kebebasan Berpenampilan Eksentrik

Ataman Sergey Shishkin (kiri) dan Wakil Ataman Perkumpulan Masyarakat Cossack Distrik Tenggara Vasily Solovyev. Foto: Anton Churochkin

Ataman Sergey Shishkin (kiri) dan Wakil Ataman Perkumpulan Masyarakat Cossack Distrik Tenggara Vasily Solovyev. Foto: Anton Churochkin

Bangsa Cossack sering muncul dalam berita yang kontroversial atau sensasional. Sayangnya, sangat sedikit orang yang benar-benar memahami bangsa Cossack. Apakah mereka kelompok etnis, atau sebuah kelas, atau sejenis abdi negara? RBTH akan membahasnya kali ini.

Saat Olimpiade Sochi 2014 lalu, orang-orang berpakaian seperti kaum Cossacks mencambuki anggota Pussy Riot yang melangsungkan aksi protes di jalan. Baru-baru ini beberapa situs berita menyatakan orang-orang Cossack menculik pengamat OSCE di Ukraina timur. Ada unit-unit militer dalam tentara Rusia yang terdiri dari orang Cossacks. Ada pula orang-orang Cossack yang berkuda dan berseragam, melakukan parade dan dengan tegas menyatakan di hadapan kamera televisi bahwa mereka akan menjaga hukum dan ketertiban di jalanan Moskow.

Ada sekitar beberapa juta orang Cossack hidup di wilayah Rusia saat ini. Sulit untuk memberi angka pasti karena kriteria siapa saja yang dapat dikelompokkan sebagai orang Cossack masih tidak jelas. Selain itu, membedakan orang yang benar-benar Cossack dan yang palsu tidaklah mudah.

Nikolay Dyakonov, Wakil Ataman Tentara Don Cossack, yang tinggal di Rostov-na-Donu menjelaskan, benar atau tidaknya identitas seorang Cossack dapat diketahui dengan bertanya dari mana mereka berasal. “Cossack sejati akan selalu memberi tahu Anda ia berasal dari keluarga mana dan leluhurnya dari stanitsa (perkampungan Cossack) mana," terang Dyakonov.

Di stanitsa yang mayoritas penduduknya adalah orang Cossack, para laki-laki memilih seorang ataman dalam sebuah perkumpulan umum yang disebut krug dan memutuskan siapa penanggung jawab untuk setiap tugas. Mereka memiliki kelompok-kelompok musik yang membawakan lagu dan tarian Cossack. Mereka terampil berkuda dan membesarkan anak-anak mereka dengan nilai-nilai tradisional. Mereka menjaga hukum dan ketertiban, berpatroli keliling di jalanan, dan cepat berkumpul jika terjadi sesuatu. Secara umum, masyarakat Cossack seperti masyarakat sipil lain, tetapi mereka tidak mau menerima semua orang, melainkan hanya yang memiliki budaya yang sama. Budaya ini terdiri dari pengetahuan sejarah tentang sejarah Rusia dan peran bangsa Cossack di sejarah tersebut, rasa hormat terhadap tradisi Cossack, keyakinan Ortodoks Rusia, kecintaan akan kebebasan, dan loyalitas kepada negara yang secara paradoks mengikutinya.

Menurut data Kementerian Pembangunan Wilayah Rusia tahun 2013, terdapat 11 pasukan tentara Cossack di Rusia yang berjumlah 506.000 orang.

Pada 1992, sesuai dekrit presiden Rusia, masyarakat Cossack dimasukkan ke dalam sebuah daftar khusus, semacam register, yang membuat mereka dapat menyediakan jasa bagi institusi negara, meski tidak semua orang Cossack setuju untuk dimasukkan ke dalam register tersebut. Banyak orang Cossack yang membentuk asosiasi independen sendiri. Sementara yang lain tidak membentuk atau bergabung dengan organisasi apapun, mereka hanya hidup menurut tradisinya.

Bernyanyi, Menari, dan Memadamkan Api

Dalam kaitannya dengan negara, bangsa Cossack dimasukkan ke dalam daftar khusus. "Sebuah pasukan terdiri dari perkumpulan-perkumpulan Cossack utama, yang terbentuk sendiri melalui asosiasi," jelas Vasily Solovyev, Wakil Ataman Perkumpulan Masyarakat Cossack Distrik Tenggara. Ketika tidak mengenakan seragam Cossack, ia tampak seperti pekerja kantoran biasa. Markas pusat perkumpulannya, yang berada di pinggiran Moskow pun seperti kantor pada umumnya, kecuali seluruh dinding di dalamnya ditutupi piagam dan foto orang-orang Cossack berseragam, berkuda, berbaris, dan saling rangkul.

Ataman Sergey Shishkin. Foto: Anton Churochkin/RBTH

Solovyev menjelaskan, untuk memasuki dinas negara, kaum Cossack melakukan proses sebagai berikut: mengadakan krug (pertemuan), membentuk carter, lalu memilih seorang ataman. Kemudian mereka mendatangi otoritas dan mendaftar. Mulai dari tahap ini, mereka dapat secara sah mengenakan seragam, memiliki pangkat, dan mengabdi kepada negara. Mereka tidak membawa cambuk atau memakai papakhas (topi astrakhan), dan seragam mereka terlihat sangat mirip dengan seragam polisi biasa, hanya warnanya berbeda dan sedikit dimodifikasi modelnya.

Anda dapat melihat orang-orang Cossack berpatroli di jalanan, bertugas sebagai penjaga keamanan di acara-acara umum, atau membantu polisi menangkap pelanggar hukum.

Orang-orang Cossack sedang berpatroli. Foto: Anton Churochkin/RBTH

Meski berpatroli, orang-orang Cossack ini tidak bersenjata dan tidak memiliki hak hukum untuk menangkap siapa pun. Jika melihat kejahatan, mereka menghentikan pelakunya dan menghubungi polisi. Semua tindakan ini diatur dalam sebuah kontrak yang ditandatangani oleh orang-orang Cossack dengan aparatur negara, baik polisi, Kementerian Darurat, atau unit militer. Mereka menyediakan jasa dengan upah tertentu.

Hal yang dilakukan orang Cossack seringkali tidak berkaitan dengan militer atau penegakan hukum. Mereka membantu tim penyelemat memadamkan api, membersihkan reruntuhan setelah gempa bumi dan banjir, atau mencari orang-orang yang hilang di dalam hutan. Di angkatan darat, terdapat unit-unit militer yang terdiri dari orang-orang Cossack dan dikepalai oleh ataman. Mereka acap kali dilibatkan dalam pendidikan patriotik. Mereka mengadakan pertemuan dengan anak-anak dan remaja, mengajarkan sejarah atau cara berkuda pada mereka. Sebagai bagian dari kehidupan budaya tradisional mereka, bangsa Cossack menyelenggarakan perayaan-perayaan besar, dengan menyanyi dan menari bersama serta lomba-lomba ketangkasan berkuda. Perkumpulan Cossack terdiri menjadi 11 pasukan besar, yang masing-masing berada di wilayah berbeda di Rusia. Terdapat pula komunitas Cossack di luar Rusia yakni di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Australia, bahkan di Afrika.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.