St. Petersburg, Kota Sejuta Pesona

Purga Bar, tempat orang-orang merayakan malam Tahun Baru. Foto: Elena Bobrova

Purga Bar, tempat orang-orang merayakan malam Tahun Baru. Foto: Elena Bobrova

Saint Petersburg berulang tahun yang ke-311 pada Selasa (27/5) lalu. Untuk merayakan hari jadi kota kelahirannya, editor RBTH Elena Bobrova membuat daftar 15 alasan mengapa kota yang terletak di sisi Sungai Neva ini akan selalu ada di hatinya.

Pada tanggal 27 Mei lalul, kota kelahiran saya, Saint Petersburg, berulang tahun yang ke-311. Ada sebuah puisi cinta karya Sergei Yesenin yang berjudul “Surat untuk Seorang Perempuan”. Saya sangat suka bagian ini:

Bertatap Muka

Wajah tak terlihat

Kebenaran hanya tampak dari jauh

Untaian kata tersebut mengingatkan saya akan Saint Petersburg, kota kelahiran saya. Saya meninggalkan Saint Petersburg tiga tahun yang lalu untuk pindah ke Moskow. Ketika itu, saya pergi tanpa merasa berat hati. Tapi setelah bebeberapa waktu, saya tersadar betapa saya sangat mencintai Piter (dengan nama inilah penduduk setempat biasa menyebut Saint Petersburg). Saya kembali ke sana setiap bulan untuk bertemu keluarga dan teman-teman, sekadar berjalan-jalan dan bernostalgia mengunjungi tempat-tempat yang telah berperan besar dalam hidup saya. 

Banyak alasan untuk mencintai dan selalu merindukan Saint Petersburg. Kini, saya akan menjabarkan 15 di antaranya.

1) Jembatan buka tutup Sungai Neva

Meski saya bukan turis, namun tetap saja saat saya berjalan-jalan di musim panas, saya mengharuskan diri untuk melihat jembatan itu terbuka pada malam hari. Jembatan ini bukan sekedar tempat wisata. Petersburg adalah salah satu pelabuhan terbesar di Rusia, jembatan di sana terbuka supaya kapal dapat melalui Sungai Neva.

2) Bersepeda di sisi sungai

Meski jumlah taman di Saint Petersburg tidak sebanyak Moskow, pinggiran sungai di Piter adalah tempat yang sempurna untuk bersepeda, terutama pada periode Malam Putih (Mei-Juli).

Pinggiran sungai di St. Petersburg adalah tempat yang sempurna untuk bersepeda. Foto: Elena Bobrova

Beberapa tahun belakangan, infrastruktur sepeda telah banyak diperbaiki, sehingga Anda bisa menemukan tur sepeda berbahasa Inggris dan rental sepeda di pusat kota.

3) Minum bir di pinggir sungai

Sebenarnya ada larangan meminum alkohol di tempat umum, namun tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding meminum bir dingin bersama teman-teman di siang hari yang panas. Dermaga di Tanggul Leitenant Schmidt, dekat Institut Pertambangan, adalah tempat favorit saya. Tapi bersiaplah untuk menyembunyikan botol Anda jika polisi lewat!

4) Pusat kota penuh sejarah

Saint Petersburg sangat menarik bagi mereka yang ingin tahu sejarah Rusia, karena kota ini pernah menjadi ibukota selama dua abad dan memiliki banyak rumah kuno dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang masih terawat hingga saat ini.

5) Air, sungai, dan kanal

Saint Petersburg sering disebut Venesia di Utara, karena terdiri dari sekitar 40 pulau. Peter yang Agung, pendiri kota ini, pada awalnya melarang pembangunan jembatan dan ingin semua orang bepergian menggunakan perahu. Sekarang tur perahu menjadi keharusan bagi wisatawan.

Sungai Fontanka. Foto: Elena Bobrova

Tahun lalu saya datang ke sebuah pesta di atas perahu, yang diselenggarakan oleh Purga Bar, tempat orang-orang merayakan malam Tahun Baru.

6) Kolomna

Kolomna adalah salah satu distrik di pusat kota. Stasiun bawah tanah terdekat dari distrik ini adalah Sennaya Ploshchad, Sadovaya, atau Spasskaya. Lewatlah di pinggir Kanal Griboedova ke jantung Kolomna, Katedral Saint Nicholas (Nikolsky) dan Gedung Teater Mariinsky. Gedung itu dulu merupakan sekolah saya, sebelum dibongkar karena pembangunan panggung kedua Gedung Teater Mariinsky.

Kolomna. Foto: Elena Bobrova

Saya dulu sering berjalan-jalan setelah pelajaran selesai dan jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan teman sekelas sambil memberi makan burung di dekat menara lonceng Nikolsky.

7) Melihat kota dari atas

Tidak ada gedung tinggi di pusat Saint Petersburg kecuali katedral, karena dari 1844 hingga 1905 ada peraturan bahwa gedung tidak boleh lebih tinggi daripada tempat tinggal tsar, Istana Musim Dingin (yang sekarang menjadi Hermitage Museum yang terkenal di dunia). Untuk mendapatkan pemandangan yang mengagumkan dari kota yang datar ini, Anda bisa menaiki tiang-tiang Katedral Saint Isaac atau Katedral Smolny.

8) Flat tengah kota

Apartemen komunal muncul setelah revolusi 1917, ketika flat-flat kaum kelas menengah dibagikan pada keluarga petani atau buruh. Setiap keluarga memiliki kamar tidur sendiri, tetapi harus berbagi dapur dan kamar mandi. Apartemen-apartemen ini masih ada di pusat kota hingga kini, 100 tahun kemudian, dan menjadi saksi hidup sejarah.

Pesta di sebuah apartemen komunal (kommunalka). Foto: Elena Bobrova

Menariknya, flat semacam ini juga populer di kalangan anak muda, bahkan para ekspat. Pada 2009 hingga 2011, saya tinggal dengan lima orang teman di sebuah apartemen empat kamar di Sennaya Ploshchad. Tentu saja, pesta terbaik ada di tempat itu.

9) Toko amal Spasibo

Toko amal ini adalah toko amal pertama di Rusia yang dibuka pada Mei 2010 oleh salah satu sahabat dan mantan teman satu flat saya, Yulia Titova. Ia terinspirasi oleh model bisnis ini di Inggris dan AS, maka ia mendirikan hal serupa di Saint Petersburg.

10) Sirkus Upsala

Sirkus Upsala merupakan proyek amal lain yang pernah saya ikuti. Pada petunjukan sirkus ini, Anda akan menemukan anak-anak dari kelompok berisiko sosial yang akhirnya memiliki pilihan yang sehat selain gaya hidup jalanan mereka dan menjadi seniman sirkus yang hebat.

Kelompok ini telah berdiri selama 14 tahun. Mereka biasanya tampil membuat pertunjukan setiap akhir pekan. Mereka mengadakan festival seni dan teater yang disebut "Flying Kids" pada bulan September dan melakukan tur keliling Eropa setiap musim panas. 

Flying Kids, 2013. Sumber: YouTube

11) Hiburan malam

Semua tempat hiburan malam favorit saya didirikan oleh seorang perempuan Jerman bernama Anna-Christin Albers, yang membuka bar Dacha sepuluh tahun lalu sebagai solusi atas kurangnya tempat bergaul yang terjangkau di kota ini. Bar di Jalan Dumskaya mengawali kemunculan bar dan klub independen, salah satu yang terkenal adalah Fidel. Mereka menawarkan alkohol yang harganya masuk akal dan musik berkualitas, dari The Beatles hingga Blur, serta hit rock dan pop dari tahun 70-an dan 80-an.

Bar Poison. Foto: Elena Bobrova

Tempat lain milik Anna adalah bar karaoke Poison, yang kini ada di tiga lokasi, salah satunya mengusung konsep bar antirokok di Jalan Rubinsteina 13. Bar ini hanya memiliki lagu-lagu bahasa Inggris. Ada pula tempat musim panas Dunes on Ligovsky, sebuah “bar pantai” ruang terbuka yang hanya sepuluh menit jalan kaki dari Stasiun Kereta Moskovsky.

12) Festival musim panas

St. Petersburg sering disebut ibukota budaya Rusia. Anda akan merasakan hal itu terutama di musim panas, ketika festival dilangsungkan setiap akhir pekan dan bahkan sulit memilih yang mana yang harus dikunjungi. Anda dapat menemukan semua jenis festival, dari musik klasik hingga jazz.

13) Lapangan sumur

Lapangan di pusat kota, yang disebut “lapangan sumur” oleh penduduk setempat, merupakan lapangan gelap dan klaustrofobik yang dibuat pada 1800-an dan awal abad ke-20. Ketika itu orang-orang yang membangun rumah tertarik untuk menghemat ruang sebanyak mungkin.

Kebanyakan lapangan sumur tidak memiliki pepohonan hijau atau tempat bermain, malah menghadirkan suasana menyedihkan karena Anda merasa seolah berada di dalam karung batu. Namun, tetap saja lapangan-lapangan itu terus menjadi inspirasi bagi para fotografer.

14) Band lokal

Pada periode 70-an dan 80-an Leningrad terkenal dengan band rock underground-nya, seperti Zoopark, band Viktor Tsoi yang bernama Kino, dan grup Boris Grebenshikov, Aquarium. Sekarang saya rasa band paling terkenal dari Saint Petersburg adalah Leningrad, yang memainkan musik ska dan rock.

Leningrad - WWW. Sumber: YouTube

Favorit saya yang lain adalah Billy’s Band, yang menyebut musiknya “alkojazz”, dan Markscheider Kunst.

Billy’s Band - Let's have fun the St. Petersburg way. Sumber: YouTube

15) Distrik tidur

Jika Anda bosan dengan kota bersejarah ini, pergilah ke pinggir kota, tempat Anda dapat melihat area yang luas dan penuh dengan blok-blok menara Soviet yang dibangun dari 1960-an hingga 1980-an, yang jelas memiliki keindahan tersendiri. Kunjungi stasiun-stasiun bawah tanah Primorskaya, Prospekt Prosveshcheniya, Obukhovo, atau Kupchino.

Saya dibesarkan di distrik terakhir dan harus mengakui bahwa distrik tersebut sangat menyedihkan di musim dingin dan gugur, tetapi tidak seberbahaya yang dikatakan Wikitravel. Di musim panas, distrik itu sangay menyenangkan dengan area hijau yang luas dan sejumlah pusat perbelanjaannya. Billy’s Band bahkan menciptakan sebuah himne untuk Kupchino.

Billy’s Band - Kupchino is the capital of the world. Sumber: YouTube

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.