Tempat-tempat Rahasia Uni Soviet yang Terlantar dan Terlupakan

Tambang fosfat Lopatinsky, yang berada sekitar 90 kilometer dari Moskow, dulu merupakan tambang fosfat terbesar di Eropa. Foto: Alexei Zaitsev

Tambang fosfat Lopatinsky, yang berada sekitar 90 kilometer dari Moskow, dulu merupakan tambang fosfat terbesar di Eropa. Foto: Alexei Zaitsev

Setelah keruntuhan Uni Soviet, banyak situs militer dan ilmiah penting yang tak lagi digunakan dan mulai terlupakan. Situs yang paling berbahaya dan rahasia segera ditutup dan dikosongkan, sementara yang lain ditelantarkan begitu saja. Kini, beberapa situs menjadi tempat wisata favorit para penyuka ‘tantangan’.

Tambang Fosfat Lopatinsky, Moskow

Tambang fosfat Lopatinsky, yang berada sekitar 90 kilometer dari Moskow, dulu merupakan tambang fosfat terbesar di Eropa. Pada tahun 1930-an, situs ini mulai dikembangkan secara aktif dan terbuka. Semua jenis alat penggali besar, baik yang bergerak dengan rel dan roda rantai, maupun yang berjalan dengan telapak yang “dapat menempel”, digunakan di tambang Lopatinsky. Tambang ini merupakan proyek raksasa yang memiliki jalur rel kereta sendiri. Setelah 1993, tambang ini ditutup dan semua peralatan khusus yang berharga pun terbengkalai di sana.

Foto: Alexei Zaitsev

Tambang fosfat ini menghasilkan sebuah lanskap luar biasa yang aneh. Parit-parit yang panjang dan dalam dari lubang-lubangnya kebanyakan berisi air. Semua itu bercampur dengan tebing-tebing pasir yang tinggi dengan permukaan datar seperti meja, dataran pasir, dan gundukan-gundukan pasir berwarna hitam, putih, dan kemerah-merahan, serta sebuah hutan pinus yang berbaris tegak. Penggali raksasa absetszers terlihat seperti pesawat alien yang berkarat di dalam pasir di bawah langit terbuka. Semua keanehan tersebut membuat tambang Lopatinsky menjadi semacam monumen alami sekaligus buatan manusia, dan kini kian banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi tambang ini.

Bangsal Kapal Selam Bawah Tanah, Balaklava, Krimea

Pembangunan bangsal ini dimulai pada 1953, di sebuah fasilitas bawah tanah antinuklir rahasia kategori pertama—yang dapat menahan tembakan langsung bom atom berbobot 100 kiloton, yang terletak di Teluk Balaklava, Krimea. Bangsal Kapal Selam ini dibuat untuk menampung dan memperbaiki kapal selam ukuran kecil dan sedang, serta melengkapi kapal selam dengan persenjataan. Kompleks ini berada di sebuah area dengan luas sekitar 9320,5 kilometer persegi.

Batuan dasar di atas fasilitas bawah tanah ini memiliki ketebalan sekitar 126 meter. Ruangan bangsal dapat menampung hingga 14 buah kapal selam sekaligus.

Pangkalan ini ditinggalkan pada 1993, dan setelah itu penduduk lokal membongkar bangsal sedikit demi sedikit. Pada 2002, pemerintah mulai membangun kompleks museum di reruntuhan pangkalan tersebut. Kini, kompleks museum militer Angkatan Laut Balaklava berdiri di atas bekas bangsal dan sekitarnya. Museum itu terbuka untuk umum.

“Sumur Neraka”, Lubang Bor Superdalam Kola, Murmansk

Lubang Bor Superdalam Kola adalah lubang bor yang terdalam di dunia. Kedalamannya mencapai 12.262 kilometer. Lubang ini berada di Murmansk, sekitar sepuluh kilometer sebelah barat kota Zapolyarny. Lubang ini dibor untuk tujuan yang murni bersifat ilmiah dan penelitian ke arah bagian timur laut Perisai Baltik, tepat di lokasi tempat batas bawah kerak bumi berada dekat dengan permukaan bumi.

Di masa keemasannya, 16 laboratorium riset beroperasi di Lubang Bor Superdalam Kola ini. Banyak temuan menarik diungkap di lubang ini, misalnya bahwa kehidupan di bumi muncul 1,5 miliar tahun lebih dulu daripada yang sebelumnya diperkirakan. Sebanyak 14 macam fosil mikroorganisme ditemukan pada kedalaman yang diyakini tidak mungkin dapat dihuni oleh organisme, dan usia lapisan-lapisan terdalam lebih dari 2,8 miliar tahun.

Foto: ITAR TASS

Pada 2008, situs ini ditinggalkan, peralatannya dicopot, dan penghancuran bangunan pun dimulai. Pada 2010, situs ini telah ditutup dan perlahan-lahan dihancurkan. Namun demikian, lubang bor yang telantar dengan laboratorium-laboratoriumnya menjadi semacam tempat favorit orang-orang dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

Lubang Bor Superdalam Kola dijuluki “Sumur Neraka”. Terdapat sejumlah legenda yang tidak masuk akal di tempat ini. Menurut mitos, pada hari-hari tertentu, orang dapat mendengar jeritan para pendosa dari dalam lubang. Ada pula cerita tentang bor itu sendiri yang dilelehkan oleh api neraka.

“HAARP Rusia”, Kompleks Radio Multifungsi Sura

Pada akhir 1970-an, di dekat kota Vasilsursk di Nizhegorod, kompleks radio multifungsi Sura dibangun. Tujuannya adalah memengaruhi ionosfer bumi dengan gelombang radio HF yang kuat. Fasilitas ini dibangun sebagai tanggapan terhadap proyek HAARP Amerika. Konon Sura, seperti HAARP, dibuat sebagai upaya untuk mengendalikan iklim dan bersiap-siap untuk kemungkinan terjadinya “perang iklim”.

Foto: Press Photo

Terdapat sebuah kompleks laboratorium, blok hunian, dan substasiun elektronik trafo khusus di kompleks Sura, beserta sejumlah antena, radar, dan pemancar radio. Bekas stasiun rahasia ini, yang masih digunakan sebagai tempat melakukan penelitian penting, kini sepenuhnya berkarat dan berantakan. Namun tempat itu belum benar-benar ditinggalkan.

Salah satu tujuan paling penting dari penelitian yang dilakukan di kompleks itu adalah mengembangkan metode untuk melindungi operasi peralatan teknis dan komunikasi dari berbagai bentuk gangguan ionik di atmosfer. Saat ini, stasiun tersebut hanya beroperasi 100 jam per tahun. Kawasan stasiun tidak dijaga, sehingga banyak pemburu rongsokan dan pencari tantangan yang sering masuk ke kawasan itu.

Pembentur Partikel yang Terlantar, Protvino, Moskow

Pada akhir 1980-an, Uni Soviet berencana membangun sebuah pembentur partikel raksasa. Pusat sains Protvino di dekat Moskow, sebuah kota yang kaya akan fisikawan dan ilmuwan nuklir, pada saat itu merupakan sebuah kompleks besar institut fisika yang dikunjungi oleh para peneliti dari seluruh dunia. Sebuah terowongan berbentuk gelang sepanjang 21 kilometer dengan kedalaman 60 meter dibangun. Terowongan tersebut hingga kini masih ada di dekat Protvino.

Foto: RIA Novosti

Para ilmuwan mulai membawa peralatan ke terowongan saat selesai dibangun, sayangnya ketika itu kekacauan politik terjadi, dan “Pembentur Hadron” buatan Rusia belum sempat terpasang. Institut Protvino lalu meneruskan perawatan terowongan itu—sebuah cincin kosong dan gelap di bawah tanah—dengan cukup baik. Di dalamnya terdapat sistem penerangan dan sebuah bagian yang dapat berfungsi seperti rel kereta berukuran sempit. Tempat itu diusulkan untuk dijadikan taman hiburan komersial, seperti wahana bawah tanah atau perkebunan jamur. Namun, para ilmuwan masih menolak memberikan situs ini, mungkin karena mereka masih mengharapkan yang terbaik. Tempat yang belum cukup aman ini menjadi tujuan yang sangat populer di kalangan orang Moskow yang suka tantangan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.