Rektor RUDN: Rusia Punya Jaminan Kualitas Pendidikan

People’s Friendship University didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi para pelajar dari negara-negara berkembang.

People’s Friendship University didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi para pelajar dari negara-negara berkembang.

TASS
Salah satu universitas favorit mahasiswa mancanegara di Moskow adalah the Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN). Dalam wawancara bersama RBTH, Rektor RUDN Profesor Vladimir Filippov bercerita bagaimana Rusia berhasil mempertahankan kualitas pendidikan mereka serta hal apa saja yang diajarkan pada para siswa internasional yang berasal dari 147 negara yang kuliah di RUDN.

RBTH (R): Profesor Filippov, apa perbedaan lulusan RUDN pada masa Soviet dibanding saat ini?

Vladimir Filippov (V.F.): Pada zaman Soviet, sekitar 30 sampai 40 tahun yang lalu, pendidikan tinggi di seluruh dunia hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit. Namun dalam 20 tahun terakhir, pendidikan tinggi sudah dapat dinikmati oleh semua golongan. Pendidikan tinggi sendiri kini telah bersifat massal. Sayangnya, pendidikan massal membuat kualitas pendidikan berbeda-beda, di beberapa tempat kualitasnya tinggi, sementara di tempat lain ada yang kualitasnya rendah.

Kualitas para sarjana Rusia di bidang teknik, fisika, matematika, serta ilmu kedokteran diakui secara internasional karena Rusia kita memiliki standar negara untuk pendidikan tinggi, sedangkan negara-negara lain umumnya hanya menerapkan konsep “standar universitas”.

Ketika kami beralih ke sistem sarjana-master di Rusia dari sistem gelar Soviet yang lama, kami memutuskan untuk menganalisis kondisi sistem pendidikan internasional. Secara khusus, kami mencari tahu bagaimana kuliah jurnalisme di 19 universitas di Amerika Serikat. Kami mengamati dan mencari tahu pendidikan saja yang seharusnya diajarkan kepada para calon wartawan. Ternyata hanya dua bidang studi yang biasa diajarkan bagi para mahasiswa jurnalisme di sana, yakni bahasa Inggris dan sejarah Amerika Serikat. Mahasiswa mempelajari disiplin ilmu lain secara berbeda-beda. Sebaliknya, di Rusia ada jaminan kualitas tertentu, mahasiswa wajib mempelajari disiplin ilmu yang spesifik dengan alokasi jumlah jam akademik yang tepat.

People’s Friendship University of Russia (RUDN) didirikan pada tahun 1960 untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi para pelajar dari negara-negara berkembang. Angkatan pertama, terdiri atas mahasiswa yang berasal dari 47 negara dan lulus pada tahun 1965. Hari ini RUDN dianggap sebagai salah satu instansi pendidikan tinggi terkemuka Rusia dengan jumlah mahasiswa lebih dari 29.000 orang.

R: Bagaimana pengawasan untuk memastikan standar kualitas pendidikan di Rusia?

V.F.: Kami sangat kekurangan orang dalam menjaga standar kualitas pendidikan di bidang humaniora, terutama pada tahun 1990-an. Sedangkan untuk bidang studi eksakta seperti matematika, fisika, dan kimia telah terawasi dengan baik, karena kami memiliki pengajar yang berkualitas dalam bidang tersebut.

R: Sampai sejauh mana RUDN dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja dan kebutuhan riil masyarakat?

V.F.: Tahun ini, ada mahasiswa dari 147 negara yang belajar di RUDN. Sebagai rektor, saya tidak bisa menilai kebutuhan dari ke-147 negara tersebut. Oleh karena itu, saya harus memberi pengetahuan dasar untuk membuat lulusan RUDN cakap dan mampu bekerja dengan baik di industri pelayanan publik, universitas, ataupun bisnis ketika mereka kembali ke tanah air masing-masing. Pendidikan universitas yang baik merupakan dasar yang fundamental untuk mempersiapkan mereka.

R: Bagaimana pemanfaatan potensi para mahasiswa muda yang kuliah di RUDN?

V.F.: RUDN ibarat sebuah laboratorium besar yang unik. Di sini siswa memperoleh pengalaman bekerja dan tinggal di komunitas internasional. Mereka berinteraksi dengan orang dari berbagai agama, budaya, dan ras. Selain mendapat ilmu untuk kepentingan karir secara profesional, mahasiswa juga bisa membina koneksi dengan teman dan kolega dari berbagai negara. Kesempatan itu tentu merupakan hal yang sangat berharga.

R: Bagaimana persentase mahasiswa Rusia di RUDN?

V.F.: Pada zaman Soviet, mahasiswa RUDN terdiri dari 70 persen orang asing dan 30 persen warga Soviet. Tetapi saat ini situasinya terbalik, mahasiswa RUDN kini terdiri dari 70 persen orang Rusia dan 30 persen mahasiswa asing. Hanya 30 persen mahasiswa Rusia yang kuliah dengan menggunakan anggaran negara, 70 persen dari mereka membayar biaya pendidikan mereka sendiri.

Ini menunjukan tanda meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang baik, khususnya kemampuan berbahasa asing. Kami menetapkan visi bahwa setiap siswa yang lulus dari RUDN harus menguasai setidaknya dua bahasa asing.

R: Apakah ada kuliah yang dilakukan dalam bahasa asing?

V.F.: Kami telah mengembangkan program master dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Kami memiliki beberapa kuliah yang hanya diajarkan dalam bahasa Inggris sepanjang masa kuliah, termasuk di fakultas kedokteran.

R: Bagaimana cara mahasiswa asing bisa kuliah di RUDN?

V.F.: Pada era Soviet, ketika ideologi politik memainkan peran besar, kami menerima siswa berdasarkan rekomendasi dari pihak-pihak terkait. Sementara, saat ini ada sebuah komisi khusus di bawah Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia yang menyeleksi setiap calon mahasiswa asing yang mendaftarkan diri untuk mendapat beasiswa kuliah di RUDN. Syarat utama pendaftaran adalah mahasiswa harus memiliki skor minimal 70 persen dari standar kurikulum sekolah mereka.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.