Syarat Baru Kuliah di Rusia untuk Mahasiswa Asing

Lomonosov Moscow State University adalah salah satu univeristas di Rusia yang berada dalam peringkat 100 universitas terbaik dunia, menurut Times Higher Education World Reputation Rankings. Kredit: Tatiana Podoinitsyna/RIA Novosti

Lomonosov Moscow State University adalah salah satu univeristas di Rusia yang berada dalam peringkat 100 universitas terbaik dunia, menurut Times Higher Education World Reputation Rankings. Kredit: Tatiana Podoinitsyna/RIA Novosti

Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia akan memberlakukan persyaratan akademik baru yang harus dipenuhi mahasiswa asing yang hendak kuliah di Rusia mulai akhir 2014. Para calon mahasiswa harus menyelesaikan program dasar yang terdiri dari bahasa dan sastra Rusia, matematika dan mata pelajaran utama dalam bidang pilihan mereka selama satu tahun untuk bisa mengikuti ujian masuk ke universitas yang dituju.

Menurut rekomendasi Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, mahasiswa asing harus menempuh 52 minggu masa studi  untuk mengikuti program dasar sebelum mereka mengambil ujian masuk. Satu tahun akademik tersebut mencakup 38 minggu belajar di kelas, empat minggu sesi ujian dan 10 minggu liburan.

Mahasiswa asing yang ingin masuk ke universitas Rusia akan masuk kategori sesuai jurusan yang hendak diambil yakni humaniora, ilmu alam, kedokteran dan biologi, teknik, dan ekonomi. Setiap kategori terdiri dari tiga mata pelajaran wajib dan satu mata pelajaran spesialis.

Selain itu, calon mahasiswa juga harus mempelajari mata pelajaran pengetahuan umum seperti bahasa Rusia, matematika, atau ilmu komputer. Daftar mata pelajaran akan diatur sesuai jurusan yang ditekuni. Pada akhir program dasar, calon mahasiswa harus mengikuti ujian dalam mata pelajaran wajib mereka dan lulus dalam mata pelajaran pilihan.

Wakil Kanselir Plekhanov Russian University of Economics Viktor Grishin menjelaskan, saat ini universitas di Rusia tidak memberi syarat mengenai pengetahuan mengenai Rusia. “Maka kami menerapkan persyaratan yang sangat dasar,” kata Grishin.

Kursus bahasa Rusia terdiri dari pengetahuan dasar fonetik, sintaks dan tanda baca. Pada akhir masa kursus, calon mahasiswa harus memiliki kosakata minimal 2.300 kata, memiliki pemahaman lisan yang memadai yakni berbicara pada kecepatan 200-240 kata per menit, serta bisa membaca pada kecepatan 80-100 kata per menit. Selain itu, mereka harus bisa menulis sebuah esai atau menghasilkan ringkasan mengenai topik di bidang yang mereka pilih.

Pada akhir kursus sastra Rusia (yang merupakan bagian dari kursus bahasa Rusia), calon mahasiswa harus bisa menunjukkan pengetahuan mengenai sastra Rusia dari abad XVIII-XIX serta biografi penulis besar Rusia, seperti Pushkin, Lermontov, Turgenev, Gogol, Dostoevsky, Tolstoy, dan Chekhov. Mereka harus dapat menjelaskan gaya sastra dari berbagai penulis dan mampu menjelaskan dua sampai tiga karya dari tiap penulis dan karakter para sastrawan Rusia tersebut.

Untuk pelajaran matematika, mahasiswa asing harus mampu membuktikan berbagai rumus matematika dalam bahasa Rusia, memecahkan formula dasar serta mempelajari dasar-dasar analisis matematis.

Menurut Wakil Rektor bagian Kerjasama Internasional pada People’s Friendship University of Russia (RUDN) Gulnana Krasnova, peraturan baru ini diberlakukan untuk menyetarakan kompetensi mahasiswa. “Sistem pendidikan nasional di tiap negara berbeda-beda. Rusia memiliki perjanjian bilateral dengan beberapa negara dalam hal mengenali sertifikat pendidikan satu sama lain, tetapi ada sejumlah negara yang tidak turut bekerjasama. Maka, perlu ada penyeragaman standar agar tidak berujung menerima seorang siswa sekolah menengah untuk program studi universitas,” ungkap Krasnova. Krasnova menambahkan, setiap universitas akan menyusun kriteria sendiri dalam berbagai disiplin ilmu.

Saat ini terdapat sekitar 250 ribu mahasiswa asing dari 150 negara yang sedang menuntut ilmu di Rusia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40 ribu di antaranya merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Rusia. Jumlah terbesar mahasiswa asing berasal dari CIS (Commonwealth of Independent States/Persemakmuran Negara-negara Merdeka) seperti Moldova, Tajikistan, Uzbekistan dan Ukraina. Ada pula mahasiswa dari Slovenia, Zambia, Cina, Palestina, Suriah, Irak, Kolombia, Guatemala, Peru, dan lain-lain.

Secara statistik, mahasiswa asing di Rusia berjumlah 2,5 persen dari seluruh mahasiswa di negara tersebut. Departemen Pendidikan Rusia menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 6 persen pada 2015 dan 10 persen pada 2018. “Ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga meningkatkan profil pendidikan Rusia di luar negeri,” kata Wakil Rektor Plekhanov Russian University of Economics dan anggota Majelis Rakyat Rusia, Sergey Markov.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Izvestia, Moskovsky Komsomolets, dan Radio Vesti. 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.