Alasan Memilih Rusia sebagai Tempat Kuliah

Jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia masih sangat sedikit. Pada 2013, hanya ada sekitar 140 mahasiswa Indonesia di Rusia.

Jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia masih sangat sedikit. Pada 2013, hanya ada sekitar 140 mahasiswa Indonesia di Rusia.

Mengenyam pendidikan di luar negeri memberi banyak keuntungan, di antaranya bisa mengenal negara lain dan mempelajari budaya mereka. Pada artikel kali ini, RBTH akan mengulas alasan orang Indonesia yang memutuskan untuk kuliah di Rusia.

Perkembangan ekonomi Indonesia yang cukup pesat menyebabkan jumlah masyarakat kelas menengah bertambah dan semakin banyak orang Indonesia yang memilih mendapatkan pendidikan di luar negeri. Selain itu, tawaran beasiswa dan pertukaran pelajar antar negara juga terus bertambah sehingga kesempatan untuk kuliah di luar negeri terbuka lebar.

Berdasarkan keterangan Ranggi Permana, mahasiswa magister salah satu universitas di kota Ufa, pertukaran pelajar antara Rusia dan Indonesia sudah dimulai sejak lama. Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia pada era pemerintahan Soekarno. Ketika itu, Indonesia menjalin hubungan yang sangat baik dengan Rusia di berbagai bidang termasuk politik, ekonomi dan budaya.

Menurut Ranggi, kuliah di Rusia memberi banyak keuntungan bagi mahasiswa Indonesia. “Kita bisa mendapatkan ijazah tingkat dunia, memiliki kesempatan memahami budaya Rusia dan mempelajari bahasa Rusia, Saya pikir kelak bahasa Rusia bisa menjadi bahasa internasional. Di tiap negara yang saya kunjungi saya selalu bertemu banyak orang Rusia,” kata Ranggi.

Namun, jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia masih sangat sedikit. Pada 2013, hanya ada sekitar 140 mahasiswa Indonesia di Rusia. Angka tersebut cukup jauh dibanding mahasiswa Malaysia yang berjumlah sekitar 3.000 orang atau mahasiswa Vietnam yang mencapai 4.000 orang. Dennis Ardianto, mahasiswa kedokteran salah satu universitas di Sankt Peterburg, menyayangkan hal tersebut. Sebagian besar orang Indonesia masih lebih memilih kuliah di Eropa, Amerika atau Australia. Padahal menurut Dennis, biaya kuliah di Rusia lebih murah dibandingkan di Indonesia, apalagi Eropa atau Amerika.

Ranggi menduga, hal tersebut mungkin karena orang Indonesia masih menganggap Rusia sebagai Uni Soviet dengan ideologi sosialisnya. “Perlu diketahui sekarang Rusia sudah benar-benar berbeda,” kata Ranggi.

Meski demikian, ketertarikan orang Indonesia terhadap Rusia terus bertambah. Apalagi menurut Adri Sinaga, mahasiswa magister di Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN), sekarang informasi mengenai cara kuliah ke Rusia sangat mudah ditemukan di internet. “Saya yakin bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah karena hubungan negara kita dengan Rusia terus membaik dari tahun ke tahun. Saya contohnya, datang ke sini karena dulu di Indonesia kuliah di jurusan Hubungan Internasional, lalu tertarik dengan Rusia, terutama terhadap tindak-tanduk mantan Presiden Rusia Mikhail Gorbachev,” kata Adri.

Aries, mahasiswa RUDN asal Indonesia mengaku pada mulanya ia menganggap kualitas pendidikan di Rusia masih kalah dibandingkan Eropa. Namun, Aries tahu bahwa bidang pendidikan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat berkembang di Rusia. Selain itu, masuk kuliah di Rusia lebih mudah, tidak perlu mengambil TOEFL karena semua kuliah dalam bahasa Rusia. Mahasiswa asing akan mendapat kursus bahasa Rusia sebelum mulai kuliah. Maka Aries bersyukur memilih kuliah di Rusia. “Dengan mendapatkan pendidikan di Rusia, kami jadi ikut terbawa karakter orang Rusia yaitu memiliki rasa ingin tahu, tekun dan disiplin,” tutur Aries.

Cerita lain diungkapkan oleh Kurnia Suryani, mahasiswi Universitas Industri Pangan Moskow yang memutuskan kuliah di Rusia tanpa menimbang-nimbang sebelumnya. Ia memutuskan untuk sekolah di Rusia setelah lulus SMA.

“Saat berumur 13 tahun, saya sempat belajar bahasa Rusia di Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta. Hal tersebut membuat saya ingin memahami negara Rusia lebih jauh. Orang Indonesia pada waktu itu kurang begitu tahu mengenai Rusia, hanya tahu bahwa di Rusia benar-benar dunia yang berbeda yang terkenal dengan musim dingin, salju dan vodka,” cerita Kurnia. Maka Kurnia memutuskan melanjutkan sekolah di Rusia. Ia datang  ke Rusia delapan tahun lalu. Semula ia belajar di fakultas persiapan di kota Tver yang tidak jauh dari Moskow. Satu tahun kemudian barulah ia pindah ke Moskow.

Dari cerita para narasumber dapat disimpulkan, Rusia adalah negara yang sangat besar dan menakjubkan. Untuk bisa memahami Rusia, Anda harus melihatnya dengan mata kepala sendiri, bersentuhan dengan budayanya dan berinteraksi dengan masyarakatnya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.