Umat Buddha di Rusia Kian Berkembang

Dua puluh tahun setelah keruntuhan Uni Soviet, kehadiran agama Buddha di negara-negara pecahan Soviet mengalami kebangkitan pesat.

Dua puluh tahun setelah keruntuhan Uni Soviet, kehadiran agama Buddha di negara-negara pecahan Soviet mengalami kebangkitan pesat.

Dulu, Uni Soviet memberantas pemeluk Buddha di wilayah mereka dan menyebutnya “mata-mata Jepang”. Dua puluh tahun setelah keruntuhan Uni Soviet, kehadiran agama Buddha di negara-negara pecahan Soviet mengalami kebangkitan pesat.

 

Saat ini di Rusia, jumlah pemeluk agama Buddha semakin banyak. Sejalan dengan itu, bermunculan komunitas penganut Buddha dan kuil-kuil Buddha. Tak ketinggalan, hari peringatan penting agama Buddha juga dirayakan dengan meriah.

Secara historis, agama Buddha yang berada di Rusia adalah aliran Mahayana atau Kendaraan Besar

Setiap akhir Mei, penganut agama Buddha di Rusia merayakan hari kelahiran, pencerahan, dan kepergian Sang Buddha menuju nirwana dengan tiga hari sembahyang. Perayaan ini dapat disaksikan di kuil-kuil di Buryatia dan Kalmykia, atau di Kuil Gunzechoinei, St. Petersburg.

Kuil Gunzechoinei terletak di sepetak tanah kecil yang mudah dicapai. Pengunjung yang mendatangi kuil ini dapat merasakan keindahan agama Buddha. Orang-orang dari etnis Slav secara rutin mengunjungi Kuil Gunzechoinei. Pengunjung sering terlihat mengitari kuil ketika menjalankan ritual ibadah tradisional.

Komunitas Buddha di St. Petersburg jauh lebih kecil daripada komunitas Kristen Ortodoks, tetapi jumlah mereka terus bertambah seiring semakin banyaknya etnis Rusia yang tertarik kepada agama Buddha.

Menurut Sekretaris Pers Kuil Gunzechoinei Alla Namsaraeva, kebanyakan orang Rusia menjadi pemeluk Buddha karena membaca buku dan mendengarkan ceramah. “Tak ada yang melarang pemeluk agama Kristen Ortodoks untuk mengikuti ritual Buddha atau mengikuti ceramah,” kata Namsaraeva.

Orang-orang dari etnis Buryat dan Tuvin dapat dengan mudah menjelaskan makna setiap bagian ibadah Buddha dalam konteks religius. Namun, ada pula orang yang sebatas memiliki pengetahuan umum tentang Buddha dan mengikuti agama tersebut sekadar karena kebiasaan.

Secara historis, agama Buddha yang berkembang di Rusia merupakan aliran Mahayana. Para Buddhis di Rusia merayakan delapan hari besar. Perayaan hari besar dilakukan dengan sembahyang khusyuk dan biasanya berlangsung tiga hari. Hari pertama dihabiskan untuk membaca petikan-petikan dari Kangyur, kitab 108 jilid yang berisi ajaran-ajaran Buddha. Pada hari kedua, mereka menjalankan ibadah untuk merayakan hari besar terkait. Di hari ketiga, para biksu akan mengucapkan doa ke pelindung Dharma.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.