Apakah Conan sang Barbar Berasal dari Rusia?

Conan the Barbarian, 2011/Marcus Nispel/Millennium Films
Sang penulis, Robert E. Howard, membuat semua orang bingung.

Kisah pencarian brutal seorang pejuang demi membalaskan dendam orang tuanya, yang dibunuh oleh kekuatan penyihir kejam, menarik perhatian jutaan penggemar dari seluruh dunia. Baik Arnold Schwarzenegger maupun Jason Momoa telah memainkan tokoh tersebut pada tahun 1982 dan 2011.

Seri buku aslinya, yang melahirkan saga Conan sang Barbar, memiliki pelintiran cerita (plot twist) yang membuat bingung para penggemar sehingga mereka bertanya-tanya apakah Conan berasal dari Rusia?

Zaman Hyborian

Semesta Conan diluncurkan pada awal 1930-an oleh penulis asal Texas, AS, Robert E. Howard. Sebetulnya, tulisan-tulisan Howard tidak pernah dibukukan selama hidupnya. Meskipun demikian, setelah kematiannya, ia dikenang sebagai Bapak Subgenre Pedang dan Sihir dalam karya sastra.

Kumpulan pertama cerita Howard tentang Conan baru diterbitkan pada tahun 2002 dalam sebuah buku berjudul The Coming of Conan the Cimmerian ‘Kedatangan Conan si Orang Kimmeri’.

Peristiwa dalam buku itu terjadi pada era yang disebut Zaman Hyborian, suatu periode fiktif yang secara khusus dibuat oleh sang penulis sebagai latar waktu cerita Conan.

Sebagai seorang penggemar sejarah, Howard menyadari sulitnya menjaga akurasi sejarah dalam karyanya. Supaya tidak membebani pembaca dengan penjelasan yang panjang dan detail yang takperlu, sang penulis membayangkan suatu zaman fiktif yang hilang dan menempatkan tokoh-tokohnya dalam periode tersebut.

Tak hanya latar waktu, Howard pun memilih pendekatan yang serupa dalam menentukan asal-usul Conan. Ia memilih nama dan lokasi yang memang benar-benar ada, tetapi dibumbui dengan fantasi.

Cimmeria

Robert E. Howard membuat sosok Conan sebagai orang Kimmeri (dalam bahasa Inggris disebut Cimmerian). Meskipun bangsa Kimmeri memang pernah ada, kisah tentang asal-usul mereka tak lebih dari buah pikiran kreatif sang penulis.

Pada kenyataannya, bangsa Kimmeri adalah orang-orang Indo-Eropa nomaden yang bermigrasi dari Asia Tengah ke stepa Pontus-Kaspia — yang terbentang dari Sungai Danube hingga Sungai Ural, termasuk area pesisir Laut Hitam — sekitar tahun 1000 SM. Wilayah tempat tinggal orang-orang Kimmeri meliputi pantai utara Laut Hitam, sebagian semenanjung Krimea, dan kawasan Selat Kerch.

Oleh karena itu, banyak yang berteori bahwa Conan sang Barbar bisa saja lahir di wilayah Rusia modern. Namun, penulis cerita aslinya memiliki pandangan yang berbeda tentang tempat kelahiran Conan yang dia sebut Cimmeria.

Beberapa percaya Howard membayangkan tanah Cimmerian secara geografis terletak di atas Irlandia modern, Skotlandia, Wales dan Inggris. Sekali lagi, pada peta tertentu, Cimmeria fiktif ada dalam pengaturan yang benar-benar fiksi dan tampaknya tidak ada gunanya menempatkannya secara geografis di dunia nyata.

Ilustrasi Zaman Hyborian berdasarkan peta yang digambar tangan oleh Robert E. Howard pada Maret 1932.

Howard membayangkan Cimmeria sebagai tanah yang gelap dan tidak ramah. Kondisi tersebut mau tak mau membuat para laki-laki tumbuh kuat demi bertahan hidup.

Puisi berjudul “Cimmeria” karya Robert E. Howard memberikan gambaran tentang daerah tersebut:

“Itu adalah tanah yang suram
Angin, awan, dan mimpi menjauh dari matahari,
Dengan dahan telanjang berderak di angin sepi,
Dan hutan gelap merenungi semuanya,
Bahkan tidak tercerahkan oleh matahari redup
Yang membuat bayangan jongkok sesosok pria;
Mereka menyebutnya Cimmeria,
Tanah Kegelapan dan Malam kelam.”

Berbeda dengan tanah fiktif yang suram, pesisir Laut Hitam dan daerah lain tempat orang Kimmeria yang asli dahulu bermukim adalah tempat yang subur. Ternyata, Cimmeria tak lebih dari sekadar negeri imajiner Howard yang tidak memiliki kesamaan dengan realitas sejarah kecuali suku yang mendiami tanah tersebut.

Gambar gorila raksasa di atas Empire State Building bisa jadi berasal dari Uni Soviet. Namun, tak ada yang bisa memastikannya hingga kini.

Pembaca yang budiman,

Situs web dan akun media sosial kami terancam dibatasi atau diblokir lantaran perkembangan situasi saat ini. Karena itu, untuk mengikuti konten terbaru kami, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • ikutilah saluran Telegram kami;
  • berlanggananlah pada newsletter mingguan kami; dan
  • aktifkan push notifications pada situs web kami.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki