Pemimpin Tatarstan Usul Deklarasikan Kazan sebagai Kota Al-Qur'an Cetak Pertama di Dunia Muslim

ZUMAPRESS.com/Global Look Press
Edisi pertama Al-Qur'an yang dicetak secara masal dibuat di sebuah percetakan muslim di Kazan pada 1803.

Kepala Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov mengusulkan deklarasi Kota Kazan sebagai kota pelopor percetakan Al-Qur'an oleh umat Islam. Ide tersebut ia usulkan selama pertemuan Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam di Arab Saudi, Rabu (24/11).

“Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Tatarstan mengusulkan tahun 1803 sebagai tahun bersejarah karena pada tahun itulah umat Islam menerbitkan Al-Qur'an cetak untuk kali pertama serta mendeklarasikan Kazan sebagai Kota Al-Qur'an Cetak Pertama di Dunia Muslim,” kata humas kantor administrasi pemimpin republik tersebut.

Pada saat yang sama, Minnikhanov mengingatkan bahwa edisi pertama Al-Qur'an yang dicetak secara masal dibuat di sebuah rumah percetakan muslim di Kazan pada 1803.

Sejarah mencatat Al-Qur'an pertama kali dicetak di Venesia, Italia, pada sekitar tahun 1530. Setelah itu, Al-Qur'an dicetak di Kota Hamburg, Jerman, pada 1694. Akan tetapi dua kota tersebut bukan kota dengan populasi muslim. Kota dengan populasi muslim di dunia yang pertama kali mencetak mushaf-mushaf Al-Qur'an adalah Kota Kazan.

Selama pertemuan tersebut, Pemimpin Republik Tatarstan juga mengatakan bahwa tahun depan Rusia, khususnya di Tatarstan, akan memperingati 1.100 tahun pemelukan agama Islam oleh bangsa Volga Bulgaria.

Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam dibentuk pada 2006 di bawah kepemimpinan Yevgeny Primakov dan Mintimer Shaimiev sebagai sebuah badan penasihat untuk memperluas kerja sama antara Rusia dan negara-negara Islam di segala bidang. Saat ini, kelompok tersebut mencakup 56 anggota dari 28 negara, termasuk mantan-mantan kepala negara, ilmuwan, pebisnis, dan pemuka agama (Islam dan Ortodoks).

Kazan, ibu kota Republik Tatarstan, merupakan salah satu kota terindah di seluruh Rusia. Lihatlah beberapa atraksi arsitektur utamanya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki