Remaja 19 Tahun Tembaki Sekolah di Kazan, Sembilan Orang Tewas

region_kazan116/vk.com/Global Look Press
Sembilan orang terbunuh dalam penembakan di Sekolah No. 175 di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia, Selasa (11/5).

Awalnya, dua anak muda dikabarkan memasuki sekolah dan menembaki para siswa. Namun, kabar ini kemudian dibantah oleh pemerintah setempat. Pelaku penembakan diketahui bernama Ilnaz Galyaviev. Remaja berusia 19 tahun itu memasuki gedung sekolah pada pukul 09.34 waktu setempat dan menembaki anak-anak.

Selain menewaskan delapan orang siswa, Galyaviev juga melukai lebih dari 20 orang lainnya, delapan di antaranya dalam dilarikan ke unit gawat darurat, lapor kantor berita TASS. Sebagian besar korban Galyaviev adalah siswa kelas 8A. Namun, Elvira Ignatieva, seorang guru Bahasa Inggris berusia 25 tahun, juga tewas dalam serangan tersebut.

Ilnaz Galyaviev sebetulnya merupakan lulusan Sekolah No. 175. Pada April lalu, ia dikeluarkan dari kampus setelah tidak mengikuti perkuliahan. Belum lama ini, Galyaviev mengatakan bahwa dirinya adalah “Tuhan” dan mulai “membenci semua orang”. Pada Mei 2021, dia mulai membuat saluran Telegram dan menulis bahwa “seharusnya tidak ada makhluk hidup di dunia, ini adalah kesalahan alam semesta.” Dalam saluran yang sama , beberapa jam sebelum penembakan, dia berjanji akan membunuh “sejumlah besar makhluk hidup” dan kemudian akan melakukan bunuh diri.

Sebagai respons atas peristiwa ini, Presiden Rusia Vladimir Putin segera memerintahkan pengetatan aturan peredaran senjata bagi masyarakat sipil. Sementara itu, Pemimpin Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov dikabarkan telah mengunjungi lokasi kejadian. Kini, keamanan di semua institusi pendidikan diperketat.

Tubuh penuh tato sering kali menjadi salah satu stereotipe yang melekat pada pelaku tindakan kriminal. Cari tahu selengkapnya makna di balik tato kriminal Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki