Bagaimana Seniman Rusia Menggambarkan Cinta?

Ungkapan cinta yang malu-malu, kencan di loteng jerami, dan pernikahan di negeri antah-berantah — begitulah cara seniman-seniman Rusia menginterpretasikan momen romantis di atas kanvas.

Serenade (1890-an), Klavdy Stepanov

Adakah perempuan yang menolak dinyanyikan lagu cinta? Pria tampan ini kelihatannya amat pandai merayu.

Seorang gembala dan perempuan petani (1849), Vassily Khudyakov

Meskipun pemandangan ini terlihat seperti pertemuan yang tak disengaja, si perempuan terlihat mengenakan gaun pesta, anting-anting permata, dan semacam tiara di kepalanya.

Seorang murid tukang kayu melamar putri majikannya (1856), Carl Schultz

Sang pelukis menggambarkan kehidupan tradisional masyarakat pada masa itu dengan sangat baik. Dengan mengenakan pakaian terbaiknya, si murid berupaya meyakinkan ayah sang pujaan hati akan cintanya yang tulus. Namun, sang ayah sepertinya kurang memercayainya.

Kencan (1858), Yevgraph Sorokin

Sang pelukis menyaksikan sendiri pemandangan ini dalam perjalannya di Spanyol. Lukisan ini menggambarkan sepasang kekasih yang tengah berkencan suatu hari pada musim panas.

Di loteng jerami (1872), Konstantin Trunovsky

Trunovsky membuat banyak karya bertemakan perdesaan yang menggambarkan pemandangan indah dan kehidupan sehari-hari penduduknya. Ini adalah salah satu lukisannya yang paling romantis — sepasang kekasih beristirahat di loteng jerami, dipergoki oleh seorang pemuda setempat.

Meneladani dewa-dewi (1879), Genrikh Semigradsky

Pasangan muda berkencan di tengah dekorasi bergaya antik.

Menyatakan cinta, 1891. Vladimir Makovsky

Lukisan yang sangat tulus dan romantis ini menggambarkan pernyataan cinta. Seorang pemuda mendatangi kekasihnya untuk mengungkapnya perasaannya. Sang gadis sedang bermain piano dan tak menyangka sang pria datang berkunjung. Keduanya terlihat bingung, tetapi bahagia.

Seorang pelaut dan sang kekasih (1920), Boris Kustodiev

Seorang pelaut yang ceria berjalan dengan kekasihnya yang mengenakan gaun paling trendi tahun 1920-an. Sang gadis tampak mengenakan syal bulu dengan kepala rubah menggantung dengan setangkai mawar di mulutnya. Sekilas, ia terlihat sangat eksentrik, tetapi pakaiannya kurang pantas!

Musim semi (1935), Kuzma Petrov-Vodkin

Seniman yang satu ini menggambarkan kisah kasih di perdesaan. Selama musim semi, udara menghangat dan orang-orang berusaha menyemai cinta mereka.

Pernikahan di jalan masa depan (1962), Yury Pimenov.

Sang seniman membuat banyak karya bertemakan kaum muda yang menjadi tonggak komunisme. Pasangan yang baru menikah ini terlihat bahagia meski berjalan di jalan yang sedang dibangun yang dikelilingi kompleks perumahan yang belum selesai.

Dalam bahasa Rusia, Teater Bolshoi secara harfiah berarti “Teater Besar”. Namun, teater kebanggaan Rusia ini tak dinamai demikian pada awal ia didirikan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki