Warga Siberia Jual Gajah di Internet

Global Look Press
Seorang warga Kota Novosibirsk di Siberia, Rusia, baru-baru ini menjual seekor gajah di internet seharga 99 ribu rubel (sekitar 18,8 juta rupiah).

“Jangan tanya dari mana gajah itu berasal. Sebetulnya, ayah saya mendapatkannya sebagai hadiah. Namun, memelihara gajah ... Anda tentu paham. Ia sudah bersama kami selama beberapa bulan,” tulis si penjual di situs Avito.

Menurutnya, ia tidak tahu mengapa ayahnya dihadiahkan seekor gajah. Dinamakan Jhonny, ia awalnya mencoba menjual hewan besar itu ke kebun binatang setempat. Namun, ia segera mengurungkan niatnya itu karena Jhonny mungkin tak akan cocok tinggal di sana.

“Makanan utamanya rumput, daun, kulit pohon, dahan, akar tanaman, dan tentu saja buah,” katanya.

Iklan tersebut muncul di Avito pada 24 September. Uniknya, foto yang dipasang pada iklan tersebut justru bukan foto asli Jhonny, melainkan Joe si gajah dari Malaysia. Si pengiklan memotong foto tersebut. Foto yang asli (diambil pada 2013 silam) sebetulnya menunjukkan seorang pria tengah memegang selang. Kala itu, Joe dilaporkan sebagai satu-satunya gajah yang bertahan hidup setelah peristiwa keracunan besar-bsearan terhadap kawanan gajah di Malaysia.

Mansur suka mengendarai truk, bermain bersama para pilot, dan bahkan masuk ke dalam kokpit “menerbangkan” pesawat — dan dia seekor beruang.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki