Sempat Viral, Benarkah Seekor Ular Merayap ke Mulut Seorang Perempuan di Rusia?

Nikolay Gyngazov/Global Look Press
Rupanya, binatang melata itu masih hidup ketika petugas medis menariknya keluar.

Ketika seorang perempuan Rusia dari sebuah desa di Dagestan, Rusia, tertidur pulas di halaman belakang rumahnya, seekor ular menjalar masuk ke dalam mulut dan perutnya mungkin adalah mimpi paling buruk yang tak pernah ia duga.

Namun rupanya, inilah yang terjadi. Mulutnya ternganga saat tidur dan seekor ular yang lewat mungkin mengira itu tempat persembunyian baru yang nyaman dan menjalar langsung ke dalam mulut perempuan itu.

Perempuan itu segera dibius dan dibawa ke rumah sakit. Para petugas medis menggunakan selang panjang untuk menarik ular dari mulutnya.

Dalam video yang kini tengah viral tersebut, sang perempuan terbaring tak sadarkan diri di ruang operasi, sementara petugas medis yang terkejut berjuang untuk menarik ular itu dari mulutnya menganga.

Ketika kepala ular akhirnya muncul, seorang perawat terlihat mundur karena terkejut dan jijik melihat binatang melata itu menggeliat. Perawat lain terdengar cekikikan dengan gugup.

Ular itu diperkirakan memiliki panjang setidaknya satu meter. Hingga kini, tidak ada berita lebih lanjut tentang kondisi perempuan tersebut setelah ular itu berhasil dikeluarkan.

Namun, setelah video itu tersebar luas, banyak yang meragukan keasliannya. Para jurnalis gagal menemukan perempuan tersebut, sedangkan petugas medis setempat menyangkal bahwa mereka telah melakukan operasi semacam itu sebelumnya.

Seorang spesialis ular mengatakan bahwa, meskipun secara teori insiden seperti itu mungkin terjadi, kejadian tersebut sangat aneh. Selain itu, beberapa penonton mempertanyakan bagaimana perempuan tersebut tidak terbangun ketika ular itu merayap ke dalam mulutnya.

Yang jelas, tidak ada yang bisa memastikan apakah kisah ini nyata atau palsu.

Kalau Anda suka mengejek orang-orang yang percaya bahwa beruang biasa melintas di jalan-jalan perkotaan di Rusia, Anda mungkin akan menyesal setelah membaca ini.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki