Swakrantina, Seorang Atlet Lari Kelilingi Tempat Tidur Selama Sepuluh Jam

Maraton gurun MDS ke-35 ditunda hingga 18 September 2020 gara-gara pandemi virus corona.

Maraton gurun MDS ke-35 ditunda hingga 18 September 2020 gara-gara pandemi virus corona.

AP
Alih-alih berlari melintasi gurun di Afrika, pelari maraton Rusia berlari mengelilingi tempat tidurnya selama sepuluh jam.

Atlet olahraga pantai Dmitry Yakuniy berlari mengelilingi tempat tidurnya selama sepuluh jam demi mempersiapkan diri mengikuti lomba ultramarathon di Gurun Sahara. Secara keseluruhan, apa yang ia lakukan itu sama dengan berlari sejauh seratus kilometer.

“Saya seharusnya mengikuti lomba ultramarathon terberat di dunia bulan ini, maraton gurun MDS (Marathon Des Sables). Para peserta harus berlari sejauh 250 kilometer melalui Gurun Sahara. Sayangnya, perlombaan ini terpaksa ditunda karena pandemi virus corona. Karena peraturan swakarantina (tak boleh keluar rumah), saya memutuskan untuk berlari seratus kilometer di sekitar tempat tidur,” kata Dmitry kepada RIA Novosti.

Dmitry adalah satu-satunya peserta dari Timur Jauh Rusia yang berpartisipasi pada MDS kali ini. Menurutnya, ia sudah mempersiapkan diri selama sembilan bulan. Karena itu, dia memutuskan untuk memeriksa kesiapan dirinya.

Awalnya, keluarganya mengira ia hanya bercanda, kata Dmitry. Namun, idenya itu kemudian disambut antusias oleh anak-anaknya.

“Seluruh keluarga mendukung inisiatif saya. Anak-anak bahkan ikut berlari sebentar, sedangkan istri saya menyiapkan makanan,” kata sang atlet.

Dmitry mengatakan, maraton itu sendiri berlangsung kurang dari sepuluh jam. Ia mengaku, para tetangga sangat baik dan mendukung penuh dirinya. Selain itu, musik juga membantunya tetap “waras” selama mengelilingi tempat tidur. Dia mengambil jeruk dan pisang, lalu memakannya sambil berlari, seperti selama perlombaan sungguhan. Ia menggunakan alat khusus untuk mengukur jarak tempuh.

Dmitry mengunggah aksinya itu ke akun Instagram-nya. Saking lamanya, seluruh proses mengunggah setidaknya memakan waktu hingga setengah jam. Dia mendapatkan kekuatan baru setelah kilometer ke-50, tetapi kilometer ke-76 adalah yang paling sulit, akunya.

“Biasanya, kilometer ke-35 dan ke-75 sangat sulit akibat kekurangan karbohidrat. Saya sendiri kesulitan mendapatkan makanan dan minuman sesuai rencana,” katanya menjelaskan. Perlombaan berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat (pukul 13.00 waktu Moskow).

Marathon Des Sables ke-35 ditunda hingga 18 September. Para peserta akan berlari melintasi Gurun Sahara bagian Maroko. Mereka harus berlari sejauh 250 kilometer selama tujuh hari.

Selain menguasai seni bela diri judo dan karate, Vladimir putin juga mahir dalam sejumlah olahraga lainnya. Tak heran, sang presiden Rusia masih terlihat bugar dan prima meski usia sudah terbilang senja.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki