Meski Dilarang, ‘Maladewa Rusia’ Tetap Ramai Pengunjung

Irina Kiseleva
Perusahaan pemilik situs tersebut tak lagi membiarkan orang-orang memasuki wilayahnya. Anehnya, foto ‘para pengunjung’ masih terus bermunculan di Instagram.

Belum lama ini, sebuah danau berwarna pirus cerah mencuri perhatian media. Dijuluki ‘Maladewa Rusia’, orang-orang dari kota terdekat, Novosibirsk, berbondong-bondong mengunjungi situs tersebut untuk berfoto. Tak dipungkiri, danau tersebut memang tampak seperti perairan di resor-resor mewah.

Namun, itu bukan danau, melainkan situs pembuangan limbah PLTA. Perusahaan Energi Siberia, pemilik “konstruksi teknik hidraulika” tersebut, buru-buru menjelaskan bahwa warna pirus cerah yang terpantul dari danau buatan itu lantaran kedalamannya yang hanya sekitar 1 – 2 meter serta kandungan garam, kalsium, dan berbagai logam yang teroksidasi lainnya. 

Pihak PLTA juga mengimbau masyarakat agar tidak berenang karena “kontak dengan kulit dapat menimbulkan reaksi alergi yang kuat lantaran kandungan mineral.”

Namun, siapa yang peduli? Tak ada yang bisa menahan para ‘pecandu’ Instagram berfoto di ‘Maladewa Rusia’,

Karena itu, setelah kabar mengenai danau tersebut viral, orang-orang segera ke sana untuk berfoto. Pihak PLTA terpaksa menjaga situs itu nonsetop demi menghentikan warga setempat menerobos masuk. Kabarnya, 200 orang telah ditolak masuk.

Namun, pos keamanan tak akan bisa menghentikan orang Rusia “menghargai” keindahan alam (atau lebih tepatnya, kekuatan industri). Jadi, demi foto Instagram, mereka mencari-cari cara untuk menghindari pos penjaga. Foto-foto berikut adalah beberapa contoh terbaik yang kami temukan.

Di internet, orang-orang sering kali menyebut danau itu “beracun”, “mematikan”, dan bahkan “radioaktif”. Benarkah demikian? Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki