Membagikan Makanan Gratis untuk Yang Membutuhkan, Pria ini Malah Diganjar Masalah

Ivan Zaychenko; Pixabay
Seorang pemilik restoran terpaksa berhenti membagikan makanan yang tidak terjual, namun kini dia beralih membuat sup salmon bagi yang membutuhkan.

Ivan Zaychenko adalah pengusaha terkenal di Yekaterinburg. Selama sekitar 10 tahun belakangan ia telah berkecimpung dalam bisnis restoran, menjalankan layanan pengiriman makanan, dan baru-baru ini membuka toko makanan bernama Zhiznmart. Hampir semua produk yang dijual di sana memiliki masa penyimpanan yang singkat: Di antaranya produk susu segar, sayuran, buah, bumbu, dan makanan siap saji. Pada Maret lalu, ia memiliki gagasan untuk memberikan produk yang telah melewati tanggal penjualan. "Ini adalah produk makanan yang tidak bisa lagi kita jual secara hukum, namun masih sempurna untuk dikonsumsi," jelas Zaychenko kepada Russia Beyond.

Toko Zhiznmart.

Dia menulis rencananya di media sosial. Itu adalah inisiatif pertama di kota itu, dan dia menerima komentar yang sangat positif. "Banyak orang harus mengorek-ngorek tempat sampah untuk mencari makanan, menggali makanan yang sudah tak layak konsumsi yang dibuang oleh toko-toko. Saya harap inisiatif kami akan membantu orang untuk menjaga martabat mereka dan pada saat yang sama memiliki makanan yang cukup untuk dimakan. Saya akan senang jika toko-toko lain dapat mengikuti hal ini, "tulisnya.

Rak dengan produk makanan gratis.

Hasilnya, bukannya diikuti oleh toko-toko lain, inisiatifnya itu malah dibayar oleh kunjungan Rospotrebnadzor, pengawas hak konsumen yang dikelola pemerintah yang datang ke tokonya beberapa hari kemudian dan tentunya menemukan produk makanan kadaluarsa dalam pemeriksaan mereka. Ivan menghadapi denda antara 100.000 hingga sejuta rubel, bersamaan dengan penutupan sementara tokonya selama 90 hari. Dengan kata lain, pada dasarnya itu adalah akhir dari bisnis kecilnya. Untungnya, karena ini adalah kejadian pertama kalinya, ia lolos dengan "pembicaraan serius," kata Zaychenko.

Amal atau Bisnis Semata?

Rospotrebnadzor menjelaskan kepada Zaychenko bahwa, menurut undang-undang keamanan pangan, makanan kadaluarsa tidak diizinkan untuk berpindah tangan di toko, terlepas dari apakah itu dijual atau diberikan.

Tidak seperti di Perancis, secara hukum toko tidak diperbolehkan membuang makanan kadaluarsa (mereka seharusnya memberikannya kepada organisasi amal), di Rusia produk makanan seperti itu bahkan tidak dapat dibuang ke tempat sampah. Untuk mendaur ulang sisa makanan, diperlukan wadah tertutup dan truk sampah terpisah.

Menurut Rospotrebnadzor, tidak ada yang bisa menemukan produk makanan yang dibuang karena mereka mungkin secara tidak sengaja keracunan makanan karena memakan makanan yang sudah kadaluarsa. Rantai supermarket besar dapat mengembalikan beberapa produk makanan yang tidak laku kepada pemasok dan mendapatkan uang mereka kembali sebagai gantinya.

Zaychenko mengatakan, bahwa sudah tentu dia tidak bermaksud melanggar hukum tetapi dia merasa "sayang untuk membuang makanan" yang tersisa. Menurut perhitungannya, setiap malam toko itu menghapus produk makanan yang bernilai sekitar 3.000 rubel, namun ini masih bisa diselamatkan.

Dia memberi contoh: Bahkan jika Anda membeli roti atau kue pada malam yang sama dengan tanggal kadaluarsa, Anda masih bisa memakannya pada hari berikutnya dan mereka bahkan tidak akan basi. Mengenai makanan siap saji, situasinya bahkan lebih menarik: usia simpan mereka hanya 12 jam, tetapi mereka masih dapat disimpan hingga tiga hari. "Pabrik biasanya memberi lebih banyak waktu untuk menyimpan produk, di luar usia simpannya."

Sup dari Salmon untuk Sushi

Saat ini Zaychenko telah memutuskan untuk memberikan sisa makanan kepada staf toko, tetapi untuk memberi makan orang yang membutuhkan, dia datang dengan ide untuk menggunakan makanan dari restoran Jepangnya, Sushkof. Setiap malam, restoran itu dulu memiliki cukup banyak sisa salmon, sayuran, dan buah-buahan, yang semuanya dibuang. Dia menunjukkan bahwa makanan ini belum kadaluarsa dan masih segar — tidak lagi cocok untuk membuat hidangan yang akan disajikan kepada pelanggan. Restoran ini biasanya memberikan potongan-potongan ini untuk organisasi lain, termasuk untuk tujuan amal. Kemudian pada akhir April, staf restoran mulai membuat sup ikan dari sisa salmon, memberikannya kepada siapa pun yang menginginkannya. Ivan berjanji akan menyuguhkan sup ini untuk semua orang dua kali dalam seminggu.

Sup  salmon gratis di dekat restoran.

Sejauh ini Rospotrebnadzor belum mengajukan pertanyaan kepadanya, dan ia senang bisa memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya. Penduduk kota menanggapi dengan perbuatan baik mereka sendiri: "Kemarin lusa seorang wanita menawarkan untuk mencuci lantai di toko kami sebagai tanda terima kasih. Saya sangat senang, dan saya bisa merasakan bahwa saya mulai lebih menyukai dunia ini," ujar Ivan.

Setelah melihat reaksi positif, ia pun memutuskan untuk memperluas kegiatan filantropisnya dan membuat menu khusus yang mana sebagian dari hasilnya disumbangkan ke panti asuhan di Ural.

Seorang wanita Rusia menyumbangkan organ tubuh suaminya yang meninggal untuk menyelamatkan empat nyawa orang Amerika. Baca kisah selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki