Naik Bus Lantaran Jalan Tertimbun Salju, Wali Kota Saratov Malah Telat Hadiri Rapat

Nikolay Titov/Global Look Press
Gara-gara tumpukan salju tebal, wali kota Saratov mengimbau supaya warganya beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Sejak awal musim dingin ini, kota Saratov (836 kilometer di tenggara Moskow) dilanda hujan salju yang setara dengan curah hujan tiga bulan. Akibatnya, kota itu kini diselimuti salju tebal. Dinas pelayanan masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan jalan, tapi tak sepenuhnya berhasil.

Karena itu, Wali Kota Mikhail Isaev pada Selasa (8/1) mengimbau supaya warga Saratov beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik demi menghindari kemacetan.

Keesokan harinya, sang wali kota memutuskan untuk pergi ke kantor dengan naik bus. Ternyata, ia harus menempuh perjalanan selama dua jam dan bahkan telat menghadiri rapat arahan harian.

“Saya berangkat sekitar pukul 07.15 dan mencapai Pasar Kryty (pusat kota) pada pukul 09.30. Pada dasarnya, pergerakan (kendaraan) di jalan memang lambat, tapi tidak tersendat. Satu-satunya jalan sempit yang membuat saya tertahan selama satu jam adalah di daerah permukiman di wilayah Distrik Zavodskoy,” kata Isaev sebagaimana yang dikutip Meduza.

Sang wali kota menambahkan, ia hendak menaiki transportasi publik pada sore hari ke distrik Saratov lainnya demi memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana.

Wali kota Saratov pun menganjurkan para pejabat pemerintah kota untuk menaiki transportasi umum alih-alih kendaraan pribadi. “Anda semua harus maklum dengan situasi ini. Cara terbaik pergi ke dan dari kantor adalah dengan menggunakan transportasi umum,” kata Isaev menekankan.

Meski begitu, apakah sang wali kota akan terus pergi ke kantor dengan naik bus masih belum diketahui.

Musim dingin di Rusia bisa sangat membekukan, tapi bukan berarti kita tak bisa bergembira. Inilah empat cara teraneh dan menyenangkan untuk menguji kekuatan suhu di bawah nol.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki